
"Sistem bisa kah aku melakukannya sekarang"
[Tentu saja host, host hanya perlu mengatakan "Tentang masa lalu"]
"Baiklah sistem"
Lesya menarik nafasnya dan membuangnya ia berharap semoga dengan begini ia segera mendapatkan jawabannya dan dapat berhenti dengan ibu panti nya dulu
"Tentang masa lalu"
[**Ding]
[Memasuki tahap menengah ingatan masa lalu]
[Pengingat dimulai dari]
10%
30%
50%
70%
90%
100%
[Pengingat dimulai harap host tetap menjaga kesadaran host**]
Ingatan masa Lalu Lesya
"Hey bangun ini sudah pagi, Lesya cepat bangun"
"Emm ibu bisakah membangunkan ku sedikit lembut kenapa teriak teriak seperti ini"
__ADS_1
"Gadis seperti mu jika tidak dibangunkan seperti ini tidak akan mungkin bangun, cepat pergi ke Sekolah sebelum aku membakar semua buku buku mu itu"
"Iya"
Lesya segera membersihkan diri sebelum nantinya ia akan mendapatkan teguran lagi dari ibu panti nya itu, setelah selesai ia segera berkumpul di ruang makan dimana sekarang anak anak seumuran nya sedang menyantap sarapan dengan nikmat
"Ibu mana bagian ku"
"Bagian mu sudah dimakan, maka nya jangan bangun siang"
"Ini belum terlalu siang, apa ibu tidak memikirkan diriku haa"
"Untuk apa aku memikirkan mu, orang tua mu saja membuang mu layaknya sampah"
"Jaga ucapan ibu, aku bukan sampah, aku ini manusia yang berguna, tidak seperti dirimu yang sudah mendapatkan donasi tapi tidak memberikan ku makan"
"JAGA BICARAMU LESYA, kau jangan menyalahkan ku ini kesalahan mu karena bangun kesiangan"
"bangun kesiangan tidak bisa dijadikan alasan Bu, ibu saja yang sepertinya memiliki dendam terhadap ku Iya kan"
"Jika aku memiliki dendam kepada mu sejak awal sudah ku habisi kamu, tidak perlu sampai aku repot repot mengurusi mu"
"Urus teman mu ini, sakit kepala ku mengurus nya"
"Ckk jika sakit lepas saja kepala mu itu"
"Kau dulu sini biar aku lepaskan dari tubuh mu itu, biar ku mutilasi sekalian"
"Sudah Lesya ayo berangkat"
Di sekolah Lesya
"Wihh anak sampah masih sekolah ternyata"
"Jangan mengganggu ku Azkia"
__ADS_1
"Jika aku tidak mengganggu mu, lalu aku menganggu siapa lagi Lesya"
"Disini banyak sekali orang yang bisa kau ganggu Kia tapi tidak dengan aku"
"Anak sampah jangan sok Sokan jadi pemberani karena itu tidak cocok sama sekali"
Brukkk
Lesya yang sudah kehilangan kesabaran nya mendorong Azkia dengan kuat sehingga Kia jatuh terbentur meja yang membuat Azkia kesakitan dan juga seisi kelas berteriak histeris
"Lesya apa yang kamu lakukan"
"Maaf pak ini Kia dulu yang memulai"
"Tidak pak, Lesya bohong jelas jelas dia dorong saya pak"
"Lesya kamu ikut saya ke ruangan saya"
Lesya hanya mampu terdiam ia tidak bisa membantah guru itu karena ia sama sekali tidak memiliki kekuasaan apa pun
"Saya sudah menghubungi ibu panti kamu dan juga orang tua Azkia, setelah mereka tiba dan Kia yang sudah diobati baru kita membahas nya"
"Iya pak"
Lesya berada diruang guru itu selama kurang lebih 30 menit dan setelah itu ibu panti dan Kia beserta orang tua nya datang
"Siapa yang melakukan ini kepada putri saya haa"
"Ibu mohon tenang terlebih dahulu"
"Bagaimana bisa pak, lihat Putri saya terluka tapi Anda menyuruh saya untuk tenang"
"Nyonya mohon diam lah sebentar biarkan pak guru menjelaskan apa yang terjadi"
"Iya, nyonya itu diem dulu, tidak anak tidak ibu sama sama suka keributan"
__ADS_1
"Lesya kau juga diam"
Lesya yang dapat teguran dari pak guru langsung terdiam tidak mengeluarkan suara sama sekali