
Ingatan masa lalu Lesya
"Kamu itu anak pembawa sial, maka dari itu orang tua mu membuang mu"
"Aku akan membuktikan kepada ibu kalau aku bukan anak seperti itu, aku akan sukses nantinya"
"Hahaha Lesya Lesya gadis seperti mu tidak akan memiliki masa depan"
"Aku memiliki masa depan, tentunya dimasa depan ku nanti tidak ada dirimu"
"Kau kira aku mau bertemu dengan mu lagi haaa, aku yakin nanti jika kita bertemu pasti kamu akan menjadi gembel"
Seperti itulah perdebatan yang akan selalu di dengar oleh anak panti, menurut orang lain Ibu panti pasti akan sangat baik terhadap anak anak asuhnya namun berbeda dengan ibu Tika yang sangat tidak menyukai keberadaan Lesya, tidak ada yang tau apa sebabnya ia seperti itu padahal dengan anak lain tidak seperti itu
Di sekolah Lesya
"Hayy anak sampah"
Lesya yang mendengar itu sama sekali tidak menggubris ucapan Azkia ia berlalu pergi dari sana untuk menuju kelasnya
"Berani banget kamu ngelewatin aku gitu aja haa"
"Memang harus gimana"
"Sekarang kamu udah berani ya, inget aku bisa hancur in kamu dengan mudah karena ayah aku berkuasa di kota ini"
"Jangan sombong hanya karena harta dan kekuasaan orang tua kamu, inget ya Kia di atas langit masih ada langit, dan nanti suatu saat aku bakal lebih sukses dari kamu dan aku akan menghancurkan kamu sebelum kamu menghancurkan aku"
"Wihhh takut banget dehh sama ancaman kamu itu, Ohh ya aku tunggu kamu"
__ADS_1
Azkia pergi dari sana ia meremehkan Lesya, karena menurut nya Lesya hanyalah gadis lemah yang tidak mungkin pernah bisa berkembang apa lagi untuk sukses
Lesya kembali ke panti asuhan sebelum ia akan pergi bekerja di supermarket yang dekat panti asuhan
"Jam berapa ini haa, kamu ini kenapa pulang selalu telat"
"Ibu aku ini jalan kaki bukan naik mobil seperti anak lain"
"HEY BERANI SEKALI KAMU"
"Ibu aku itu berbicara kenyataan jangan marah marah terus nanti ibu cepat tua"
"Sudah sudah pergi saja kamu"
"Iya, lagi pula aku juga akan pergi bekerja"
Lesya pergi ke tempat supermarket ia bekerja setelah ia siap
"Ohh sudah siap, pergi cepat"
"Ckk Iya iya ini aku juga akan pergi"
Setelah kepergian Lesya, Moza mendatangi ibu Tika
"Ibu kenapa selalu marah, dan berdebat dengan Lesya"
"Biarkan saja anak itu, dia perlu ku Didik lebih keras, mungkin akan lebih dari ini jadi kalian jangan terkejut jika nanti aku akan lebih keras padanya"
Di tempat kerja Lesya gadis itu sedang berdiri di depan meja kasir ia menghitung belanja an seorang pria
__ADS_1
"Totalnya 175 ribu tuan"
"Berapa harganya diri mu nona"
"Maksud tuan bagaimana"
"Anda sangat cantik berapa harganya untuk satu malam"
"Tuan segeralah bayar belanjaan Anda dan lekas lah pergi karna saya TIDAK DIJUAL"
"Sombong sekali Anda"
Pria itu pergi setelah membayar belanjaan nya dan disitu Lesya menghela nafasnya ia sangat lelah dengan kehidupan nya saat ini, tidak sekali atau dua kali ia diganggu oleh seorang pria namun sudah berkali kali ia diganggu seperti ini
Pukul 8 malam Lesya sudah pulang ke panti nya karena waktu kerjanya sudah selesai
"Sudah pulang kenapa murung seperti itu haaa"
"Ckk ibu jika kau ingin bertanya tentang keadaan ku, apa tidak bisa dengan nada pelan dan ramah kenapa selalu nada tinggi dan kasar"
"Kau ini keras kepala, mau bagaimana pun aku mengatur mu kau juga tidak akan patuh, entah apa yang ibu mu dulu inginkan sehingga menjadi seperti dirimu"
"Memang kenapa aku, aku memang seperti ini jika ibu tidak suka jangan berbicara dengan ku"
Lesya berlalu pergi ia kembali ke kamarnya dengan mata yang sudah berair dan siap untuk menangis
"Gadis itu masih belum cukup tangguh untuk menghadapi kenyataan yang berat, aku harus mendidik nya lebih lagi karena aku tidak ingin dia hancur ketika aku mengusir nya nanti"
[Ding pengingat masa lalu tahap awal telah selesai]
__ADS_1