
[Tetap jaga kesadaran host, jangan sampai host kehilangan kesadaran]
"S-sistem ini"
[Ini baru tahap awal host, masih ada tahap menengah, tahap akhir, dan sebisa mungkin host harus tetap menjaga kesadaran host ketika mengingat sesuatu yang sistem berikan]
Lesya hanya terdiam ia tidak mengerti mengapa bisa merasakan sesak yang begitu mendalam ketika satu persatu ingatan tersebut datang, Lesya menundukkan kepalanya ia membiarkan air matanya mengalir tanpa adanya suara yang keluar dari mulutnya, Namun tanpa Lesya sadari Elsa sudah berada di depan pintu ruangan nya bahkan ia sudah masuk kedalam ruangan tersebut, dengan perlahan lahan Elsa mendekati Lesya
"Nona, nona apa Anda baik baik saja" khawatir Elsa, Lesya yang mendengar itu segera menghapus air matanya dan menatap Elsa
"Aku baik baik saja kamu tidak perlu khawatir terhadap ku" ucap Lesya tulus
"Nona Anda jangan berbohong saya melihat Anda menangis dan Anda masih bilang bahwa Anda baik baik saja" ucap Elsa
"Tak apa aku hanya lelah, untuk apa kau kesini" ucap Lesya mengalihkan perhatiannya, Elsa yang mendengar itu menghela nafasnya "Apa pun yang terjadi semoga nona selalu baik baik saja" ucap Elsa dalam hati
"Saya kesini hanya ingin menyampaikan jika sebentar lagi nona ada meeting dengan Tuan Baraka di restoran Alle Food" ucap Elsa
"Baiklah aku akan kesana sebentar lagi" ucap Lesya
"Apa perlu saya temani nona" tanya Elsa
"Tidak perlu aku akan pergi sendirian kamu hanya perlu menyiapkan berkas berkas yang perlu aku bawa" ucap Lesya
"Baik nona saya permisi" pamit Elsa meninggalkan ruangan Lesya
Lesya menghela nafasnya ia masih benar benar tidak percaya dengan apa yang tadi ia ingat
"Seperti ada tujuan tertentu ibu mendidik ku seperti ini" gumam Lesya "Sistem apa tujuan ibu Tika mendidik ku seperti ini"
[Untuk itu sistem tidak dapat memberi tahu, host bisa mencari tahu ketika sistem memberikan ingatan masa lalu host lagi]
__ADS_1
"Baiklah terimakasih"
Lesya yang melihat jam sudah menunjukkan pukul setengah 10 memilih untuk bergegas menuju ke restoran untuk meeting
"Nona apa Anda akan berangkat sekarang" tanya Elsa
"Ya, berkasnya apa sudah kamu siap kan" tanya Lesya
"Sudah Nona ini berkasnya" ucap Elsa menyodorkan berkas pada Lesya
"Terima kasih, kamu bisa kembali bekerja" ucap Lesya yang diangguki Elsa
Lesya menaiki mobilnya dengan kecepatan sedang karena jaraknya yang tidak terlalu jauh membuat Lesya bisa sedikit bersantai sejenak
Setibanya Lesya disana ia langsung mencari tempat duduk yang sesuai dan memesan minuman disana
"Apa yang ingin Anda pesan nona" tanya pelayan tersebut
"Aku ingin americano satu" ucap Lesya
"Ice saja" ucap Lesya
"Baik nona silahkan ditunggu sebentar" ucap pelayan tersebut pergi
Lesya menunggu sambil bermain ponselnya hingga Tuan Baraka tiba Lesya memasukan ponselnya ke dalam sakunya
"Maaf membuat Anda menunggu nona" ucap nya
"Tidak apa tuan" ucap Lesya
"Saya Marcell Baraka" ucap Marcell memperkenalkan dirinya
__ADS_1
"Qalesya Viviana" balas Lesya
"Anda masih begitu sangat muda dan begitu cantik" puji Marcell
"Terima kasih tuan Anda juga masih terlihat muda" ucap Lesya
"Tentu nona umur saya masih 24 tahun" ucap Marcell
"Sepertinya Anda pewaris Bakara grub bukan" tanya Lesya
"Ya, seperti nona ketahui" ucap Marcell
"Baiklah mari Kita mulai tuan, Anda bisa memesan sesuatu jika Anda ingin" ucap Lesya yang diangguki Marcell
Lesya membahas kerjasama dengan Marcell dengan serius tidak ada bertele tele dan begitu juga dengan Marcell
"Senang bekerja sama dengan anda nona" ucap Marcell menjabat tangan Lesya
"Ya, saya juga senang bekerja sama dengan Anda" balas Lesya menjabat tangan Marcell
"Nona jika ada waktu luang bolehkah saya mengajak Anda untuk makan siang atau mungkin makan malam" ajak Marcell, Lesya hanya tersenyum tipis ia tidak berniat untuk menjawab pertanyaan Marcell karena menurutnya ia juga harus meminta izin kepada Vian terlebih dahulu
"Mohon maaf tuan CALON ISTRI saya tidak bisa makan bersama Anda" ucap Vian menekan kata calon istri, Lesya yang melihat kedatangan Vian tersenyum hangat
"memang nya anda siapa" tanya Marcell
"Perkenalkan saya Vian Xavier" ucap Vian
"Baiklah, maafkan saya karena menggangu calon istri Anda" ucap Marcell dengan nada merendah
"Ya" balas Vian singkat
__ADS_1
"Kalau gitu saya permisi nona, tuan" pamit Marcell yang diangguki Lesya
Setelah kepergian Marcell hanya ada keheningan di antara Vian dan juga Lesya mereka masih sama sama terdiam tanpa ada sepatah katapun