Tabir Pernikahan

Tabir Pernikahan
Part 38 ~ Tabir Pernikahan


__ADS_3

Harun, pria itu kembali ke rumahnya dengan perasaan kacau dan penampilan sedikit berantakan. Rambut acak-acakan juga kemeja yang tidak beraturan karena ulahnya sendiri setelah bertemu dengan Haura.


Sampai detik ini dada Harun masih saja terasa nyeri setiap kali mengingat respon Haura tadi. Wanita itu bersikap seoalah-oalah keduanya tidak memiliki hubungan apapun, padahal Haura masih resmi menjadi istrinya, bahkan masa idah belum berakhir.


Harun menjatuhkan tubuhnya di atas ranjang dengan tatapan tertuju pada langit-langit kamarnya. Sekarang dunianya terasa hampa sejak Haura tidak lagi tinggal di rumahnya.


Entah dengan cara apa yang harus Harun lakukan nantinya agar Haura ingin kembali menjalin kasih dan membina rumah tangga bahagia dari awal.


Merasa pusing juga lelah, akhirnya Harun perlahan-lahan memejamkan matanya hingga tidak terasa telah terbang ke alam mimpi.


Berbeda dengan pria tampan yang sedang duduk di balkon kamarnya sambil memangku gitar juga permen loly di mulutnya. Pria itu adalah Ezra, jam 12 malam tidak kunjung tidur sebab perasaanya sedang gusar dan tidak tenang.


Jika seseorang pria pada umunya selalu menghilangkan rasa resah dengan sebatang benda bernikotin, berbeda dengan Ezra yang lebih memilih permen demi menjaga tubuhnya dari penyakit mematikan.


"Ck, kenapa harus dijodohin sih?" Kesal Ezra memetik gitarnya kasar hingga talinya putus.

__ADS_1


Pria itu meletakkan gitar secara kasar di sisi balkon. "Semuanya saja tidak berpihak padaku. Ayah, bunda dan sekarang gitar," omelnya.


Sejak pagi, kening Ezra selalu saja mengkerut karena suasana hatinya sedang tidak stabil. Sebenarnya pria itu tidak mempunyai wanita yang dia cintai, hanya saja rasanya dijodohkan tidaklah masuk akal dipikiraanya. Terlebih gadis itu katanya baru berusia 20 tahun.


"Apa bunda tidak berpikir? Kenapa harus remaja labil? Usia 20 tahun seharusnya fokus sekolah saja bukan malah menikah. Aku ingin dimanja setelah mempunyai istri, bukan malah memanjakam istri dan berusaha memahami."


Mulut Ezra terus saja misu-misu di balkon kamarnya karena kesal pada kedua orang tuanya. Mungkin jika beda 1-2 tahun okelah, tapi ini usia mereka terpaut sangat jauh. 10 tahun, bukanlah hal yang harus disepelakan.


Ezra yakin, calon istrinya sangat labil dan menyebalkan.


***


Gadis cantik itu tidak lain adalah Diana, kurir pribadi Haura. Dia duduk di meja makan berhadapan dengan ayah dan bundanya yang tengah menatap heran.


"Kenapa wajah anak bunda kusut banget?"

__ADS_1


"Bisa-bisanya Bunda bertanya padahal sudah tahu jawabannya. Perjodohan itu hal kuno, Bunda. Apa susahnya beri kesempatan buat Diana cari pendamping sendiri." Pagi Diana dimulai dengan omelan, meski begitu tetap saja mengunyah makanan yang telah masuk ke mulutnya.


Sejak tahu akan dijodohkan dengan pria tua, suasana hati Diana selalu tidak baik. Selalu ingin marah-marah meski itu hal kesecil apapun.


"Sudahlah Nak, tidak ada salahnya kamu mencoba bertemu dengannya dulu. Dia adalah pria yang baik juga penyayang, ayah yakin kalian akan bahagia jika hidup bersama."


Diana memutar bola matanya malas. "Fisik juga penting untuk menyelamatkan keturunan Ayah. Usianya sudah 30 tahun, pasti om-om yang wajahnya sudah keriput sana-sini. Apapun yang terjadi Diana tidak mau bertemu dengannya!" Meletakkan sendok berserta garpu, lalu meninggalkan meja makan tanpa minum lebih dulu.


Gadis itu berancakan akan pergi dari rumah untuk menenangkan diri, tentu saja dengan membawa banyak uang juga mobil. Meski kabur, Diana juga tidak ingin hidup sengsara.


"Mau kemana kamu?" tanya ayah Diana.


"Kuliah Yah!"


"Baru jam 8 pagi, kuliah kamu jam 10 Diana. Akhir-akhir ini ayah perhatikan kamu lebih sering diluar dibandingkan tinggal dirumah. Kegiatan apa yang kamu lakukan?"

__ADS_1


"Intinya tidak merugikan!" teriak Diana yang tubuhnya telah menghilang dibalik pintu, gadis itu telah berhasil mengambil kunci mobil lamborgini milik ayahnya.


"Mari kita mengantar paket." Melesatkan mobil mewah tersebut membelah jalan raya yang masih lengang akan pengendara.


__ADS_2