
"iya aku tau kalau sidang pertama selesai tapi masih ada beberapa kedepannya dan akan aku usahakan hak asuh anak aku yang dapat."tegas rehan dan maju menghampiri ayu.
"ingat mas sekeras apapun caramu usaha tapi Ibrahim akan tetap sama aku,camkan itu" tegas ayu dan jalan mundur untuk menghindari rehan ,tapi ayu sudah mentok di dinding membuat ayu ketakutan karena rehan tetap aja maju.
"mas stop jangan maju lagi kalu tidak..."ucap ayu tapi di potong oleh rehan
"tidak apa sayang,kamu takut."goda rehan dan mendekatkan wajahnya ke ayu tapi secepat mungkin ayu menghindar dan menendang kelamin rehan yang membuat dia meringis kesakitan.
ayu pun pindah dari tempatnya namun ayu menampar rehan dulu Karena sudah kurang ajar.
plak
"ingat kamu mas, Samapi kapan pun aku gak akan kembali lagi sama kamu ,tolong catat itu."tegas ayu dan meninggalkan rehan, tapi di luar sudah ada Aldi yang mencari ayu dan melihat masuk ke toilet dia melihat rehan sekilas tapi ia tak menghiraukan itu.
"ayo kita pulang aja."ajak ayu dan Aldi pun mengangguk
"yu kita singgah makan siang dulu soalnya aku udah lapar nih."ucap Aldi ,ayu hanya mengangguk
setelah mereka Samapi ayu dan Aldi memesan lalu duduk sambil minum yang ia beli tadi.
"kamu kenapa tadi sama rehan? aku liat dia juga ada di toilet." tanya Aldi
"ya biasa kak dia gak mau pisah dan dia juga ancam aku kalau nanti dia akan ngambil Ibrahim dari aku."jawab ayu.
"dasar laki laki tak bertanggung jawab,dia sendiri yang ngusir ayu dan ceraiin dia ,ini malah dia juga yang nahan untuk gak pisah."gumang Aldi
"kak ..kenapa bengong."panggil ayu karena dari tadi ayu cerita Aldi hanya diam.
"ehhh iya kenapa?" tanya Aldi
"kak mikirin apaan ,aku cerita dari tadi malah diam aja."ucap ayu
"aku gak habis pikir aja gitu sama rehan,yang tak punya pendirian gitu."lanjut Aldi yang di balas anggukan oleh ayu
"iya aku juga bingun,tapi semoga sidang berikutnya semuanya lancar."kata ayu
tak menunggu waktu lama pesanan mereka sudah sampai dan memilih untuk berhenti bicara ,dan mulai untuk menghabiskan makanan nya masing-masing.
setalah dekat dari rumah Nita,ayu menyuruh Aldi untuk berhenti di minimarket untuk beli cemilan untuk Ibrahim.
sesampai di rumah ayu sudah di tunggu oleh Ibrahim dan Nita di teras rumah sambil main .
__ADS_1
"assalamualaikum "ucap ayu
"waalaikumsalam "lanjut Nita
"ehh anaknya umi lagi apa? serius amat mainnya sampai gak liat uminya." kata ayu dan sekitika Ibrahim berdiri untuk memeluk umi nya
"kak ayo sini masuk dulu ngapain di situ ."ajak ayu dan Aldi menuju ke teras rumah Nita
"Ibrahim om ada hadiah buat kamu."ucap Aldi ke Ibrahim dan menunjukkan box yang berisi robot mainan
"lobot om..?"tanya Ibrahim dan mengambil box tersebut
"iya itu robot kamu suka? tanaya Aldi
"yeeee ..maaci om." jawab Ibrahim lompat lompat di depan Aldi
"iya sama sama" ucap Aldi dan mengacak acak rambut Ibrahim
ayu melihat ke dekatan keduanya senyum , Karen Ibrahim belum pernah mendapat mainan seperti itu,semoga nanti akan ada yang sayang seperti itu sama kamu " gumang ayu
"hey kok senyum sendiri."ucap Nita dan nenggol ayu yang sedari tadi senyum sendiri melihat Aldi dan Ibrahim.
"kamu ngagetin aja, aku cuman seneng aja gitu liat Ibrahim bahagia seperti itu."lanjut ayu
"kamu ngomong apa sih ,perceraian aku aja belum selesai malah mikir yang aneh-aneh." ucap ayu
"aku kan cuman kasi usulan aja , kan kita gak tau nanti kamu jodoh betulan dengan kak Aldi ,ucapan kan do'a." jelas Nita ,tapi ayu hanya diam karena menurut dia orang seperti kak ladi pasti banyak yang suka, jadi gak mungkin dia mau sama aku yang janda anak satu lagi. apa kata nanti teman atau keluarganya
"udah ah aku gak mau mikirin itu lagi."kata ayu
"aku mau pamit dulu ya soalnya ini udah malem banget." ucap Aldi
"ohh iya kak,makasih ya udah mau di antar tadi sampai kak pulangnya haru semalam ini." lanjut ayu yang di balas anggukan oleh Aldi
"iya sama sama kan saling membantu aja." lirih Aldi dan jalan menuju mobilnya
****
rehan sangat kesal dengan ayu yang keras kepala,bagi rehan ayu hanya mentingin egonya saja dari pada kebahagiaan Ibrahim.
"sidang ini masih ada beberapa kedepan lagi ,jadi aku masih ada waktu untuk cari cara agar ayu batalin perceraian ini."gumang rehan
__ADS_1
tik...
rehan melihat ponselnya yang di atas meja ada yang menelepon,dia segera mengangkat nya.
[halo mas kamu kemana aja sih segarun ini gak ad kabar] ucap Desi di sebrang telfon
[aku tadi sibuk dari sidang jadi gak sempat kabari kamu] sahut rehan
[besok kita ketemu ya di tempat biasa] Desi
[aku gak janji soalnya besok jadwal aku padat di kantor] rehan
[kamu gi mana sih masa waktu untuk aku aja gak ada] kesel Desi
[ya kan aku juga kerja buat kamu ,jadi gak usah marah lah] jelas rehan
[ serah kamu aja deh] ucap Desi dan metuskan panggilan telfonnya.
aku tau dulu untuk liat muka ayu aja aku sangat muak,dan ketemu Desi rasanya dia jauh lebih dari ayu.tapi entah kenapa sekarang aku malah gak rela kalau ayu bersama laki laki lain. gumang rehan,memang ya laki laki gak bisa kali punya perempuan itu satu aja
"rehan.." panggil Rika
"hmm kenapa?" tanya rehan
"aku minta ubah dong untuk belanja aku bulan ini." jawab Rika
"nanti aku transfer." ucap rehan dan di balas anggukan oleh Rika.
keesoknnya rehan sudah ad di kantor dan juga sudah di penuhi kerta yang menumpuk di mejanya
"huu hari kayaknya aku harus lembur deh ,soalnya ini kerjaan makin hari makin banyak aja."omel rehan dengan sendirinya.
ayu kenapa kamu sangat sulit buat kembali denganku , aku akan menebus semua kesalahanku yang penting kamu bisa kembali dan memulainya,aku tau kamu masih sayang sama aku." gumang rehan
tok tok
masuk" ucap rehan
"pak mitinnya di kuali 15 menit lagi".kata sekretaris rehan
"iya kamucatur aja ya." ucap rehan
__ADS_1
dan di balas anggukan oleh sekretaris nya.
setelah rapat berlangsung rehan sngt tidak fokus, tapi berusaha mengambil keputusan yang baik agar semuanya tidak kacau.