
"mantaplah pemasukannya dari sana-sini. "Ujar Aldi membuat Edi langsung memicingkan matanya.
"Kamu tuh yang pemasukannya dari sana-sini, usaha sana sini, ceo, restoran dan masih banyak lagi lah cabang-cabangnya. "jawab Edi memebuat Aldi terkekeh.
"Amiin ya Allah semoga di lancarakan ya kamu juga. "ucap Aldi yang di valas anggukan oleh Edi.
"Amin, ya sudah kalau gitu aku pamit dulu ya, masih harus ke kantor ini." Pamit Edi membuat Nita menoleh, lalu menganggukan kepalanya saat Edi melihatnya seolah-olah pamit.
"udah? pulang sekarang?" Tanya Aldi yang si balas anggukan oleh Nita.
"Tolong kasi ini sama Ayu ya, sya sebenarnya juga belum berani ke rumah kamu, karena kan kemarin saya baru menyatakan perasaan saya pada Ayu.
Saya takit ketika saya datang, dia merasa risih soalnya dia minta waktu. "terang Aldi membuat Nita menganggik paham.
"dia paham kak, tapi insya Allah di terima kok, soalkya saya lihat dia juga suka sama kakak."Jawab Nita membuat Aldi langsung berbinar-binar.
"Serius kamu? nanti saya udah senang-senang eh malah nggak." Tanya Aldi tidak percaya, membuat Nita langsung tertawa.
"Kalau misalnya diterima, kaka harus traktir aku makan enak 3 hri." Tantang Nita mmebuat Aldi langsung memicingkan matanya.
"Cuman 3 hari? seminggu juga aku mau traktir kamu makan, tinggal datang aja di restiran kau pesan makanan sesuka kamu. "jawab Aldi membuat Nita langsung tertawa.
"Aduh... salah orang aku, bisa-bisanya nantangin orang kaya yang segampang itu. "Ujar Nita membuat Aldi geleng-geleng.
Setelah pamit Nita bukannya pulang kerumahnya, ia malah mengcari tempat untuk menenangkan pikirannya dulu.
Sekarang ia berada di taman untungnya ia membawa leptop, sehingga ia bisa menghilangkan pikirannya untuk menulis sehingga tidak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 13.00.
"Excuse me, boleh saya dudul di sini?"ucap seseorang membuat Nita langsung mendongak, untuk beberapa saat ia mengerutkan keningnya seolah mengenal laki-laki itu.
"kakak bukannya temannya kak Aldi tadi ya? "tebak Nita membuat Edi langsung mengangguk lalu duduk di samping Nita.
"Edi"
"Nita kak, "jawab Nita sambil menangkupkan kedua tangannya.
Sebenarnya Edi hanya ingin mengantarkan kak iparnyabeserta keponakannya ke taman ini. namun siapa sangka ia melihat Nita sendiri di pojok.
"kakak kok ada di sini? "Tanya Nita membuat Edi menoleh.
__ADS_1
"um... karena takdir kali ya. "jawabnya dengan santai lalau mereka langsung tertawa.
"Astaga... maksudku kenapa kakak bisa sampai di sini. bukannyavtadi pagi kaka mau ke kantor. "Lanjut Nita membuat Edi langsung menaikkan alsinya sebelah.
"kamu merekam kata-kata ku tadi pagi?"tanya Edi membuat Nita langsung menepuk jidatnya.
"terserah kak. "ujarnya
"oke maaf saya hanya becanda, iya tadi pagi saya memang ke kantor. Tapi sekarang kan sudah siang dan saya kerumah mengambbil berkas,ternyata kaka ipar saya minta tolong minta di antarin ke sini karena ponakan saya pengen ke taman katanya.
Dan nggak sengaja aku lihat kamu, Saya pikir kamu lagi butuh teman untuk bertukar pikiran atau curhat mungkin. "ucap Edi membuat Nita lagi-lagi tertawa.
"idih sok tau. "ucapnya
"Ya it's oke, cuman saya ngasih tahu aja kalau saya itu teman yang sangat baik."lanjut Edi membuat Niya menganga, lalu menoleh ke samping sedangkan Edi yang melihat itu hanya tersenyum.
"hum benerdeh semua orang bilang saya baik dan imut. "lanjut membuat Nita benar-benar tidak kuat menhan tawanya.
"hahah... astaga aku kira kakak itu orangnya pendiam ternyata... "
"Ganteng"potong Edi membuat Nita melongo kemudian menepuk jidatnya.
****
5 hari kemudian Rehan dan Desi melangsungkan pernikahan dengan sederhana yang hanya di hadiri oleh keluarga Desi dan Rehan.
jangan tanya Desi benar-benar tidak suka dengan cara ini, karena menerutnya Rehan sanagt tidak menghargainya sebagai perempuan.
"sah"
Deg!
'Bisakah aku menghadapi karekter laki-laki ini, aku harap aku bisa karena sudah tahu apa yang harus aku lakukan.' ucap Desi dalam hati.
Rehan bahkan tidak mengundang Aldi ke acara pernikahannya, karena ia tahu kalau mengundang Aldi pasti akan membawa Ayu juga.
Malam hari Rehan dan Desi sudah berada pada rumah pribadi Rehan.
"Capek ya mas seharian. "ucap Desi membuat Rehan langsung menoleh.
__ADS_1
"ya lumayan, untungnya kita nggak jadi bikin pesta yang besar-besaran kan. Pasti kalau bikin pesta pun lebih capek dari ini. "jawaban Rehan sambil mmebuka jasnya, Desi yang mendengar itu langsung memutar mata malas.
'Bilang aja kamu nggak mau keluar uang. 'ucap Desi dalam hati.
Saat sedang mengganti pakaiannya Rehan teringat sesuatu, ia langsung melihat Desi.
"Desi saya mau naya sesuatu hal sama kamu dan tolong jujur. "ucap Rehan membuat Desi langsung mengangguk.
"apa? "
"Benarkah kanu hamil? "Tanya Rehan
Deg!
Desi langsung mematung mendengar pertanyaan itu karena dirinya memang tidak pernah hamil,ia hanya berbohong karena ingin Rehan menikahinya.
"Aku kan hami mas jika kita melakukannya lagi mas dan sekarang sudah bebas, mau berapa lama tidak masalah, karena kita sudah halal. "jawab Desi membuat Rehan mengerutkan keningnya.
"maksud kamu apa Desi? "tanya Rehan bingun.
"aku udah menggugurkannya, "jawab Desi membuat Rehan kaget.
"hah? apa kamu sudah gila? kamu melakukan itu semua tanpan memberitahu aku? "cecar Rehan membuat Desi menarik nafas dalam-dalam.
"iya mas, kan aku nggak mau mencemarkan nama baik kamu. ketika kita menikah, orang melihat perut aku sudah buncit dan tiba-tiba aku melahirkan, kan kamu akan jadi omongan orang. "trang Desi membuat Rehan kembali terdiam
'Benar juga yang di katakan Desi, 'ucapnya dalam hati, lalu ia kembali melihat perempuan itu.
"Aku melakukan yang terbaik buat kamu kan mas, aku nggak seperti mantan istrimu itu kan? "ucap Desi membuat Rehan langsung mendekati istrinya tersebut.
"hum... kamu yang terbaik, aku kan menunjukkan pada Ayu kalau aku sudah mendapatnkan perempuan yang jauh lebih baik darinya. "ucap Rehan dengan tatapan remehnya, membayangkan Ayu kaget melihat Rehan sudah bersanding dengan Desi.
"Tentu, kamu harus memamerkan itu mas.Kamu harus tunjukkan pada Ayu kalau aku jauh lebih baik darinya. "lanjut Desi, lalu mulai meraba-raba tubuh Rehan membuat Tehan diam sejenak.
"ini bukan yang pertama buat kita mas, kita udah sering melakukannya sebelum menikah.
Bahakan kamu kadang tidak bisa tidur jika tidak melakukan ini denganku.
Semalaman kamu memutuskan menghabiskan malam denganku di hotel, dari lada dengan isteimu,jadi jangan sok polos mas. "lanjut Desi menggoda Rehan.
__ADS_1