
"umi... om.. "terial ibrahim yang ada di teras membuat ayu dan aldi langsung tersenyum
" ibrahim lagi apa nak, sini cium umi dulu. " ucap ayu buru-buru lalu ia duudk di dekat putranua, membuat ibrahim langsung duduk di pangkuang Ayu lalu lalu mencium sekuruh wajah putranya. Sedangkan Aldi yang melihat itu hanya bisa tersenyum.
muach..
"umi kangen banget sama kamu sayang, " ucap ayu lalu memeluk ibrahim dengan erat karena ia sudah tidak bisa membendung air mata lagi.
Aldi yang melihat itu semakin tersenyum sambil mengusap punggung ibrahim.
"ibrahim kangen sama umi nggak? " tanya Ayu suaranya mulai serak.
"kangen umi... "jawab anak umur 3 tahun itu dengan polosnya.
"kok ibrahim sendirian nak,anty Nita mana? " tanua Ayu lalu kembali mencium pipi ibrahim.
"acak"
"acak? oh anty lagi masak, " ulang Ayu yang di balas angguksn oleh ibrahim..
"om punya mainsn baru nih sama ibrahim, mau liay gak? " ucap Aldi membuat ibrahim menoleh membuat melihat paper bag yang di tangan Aldi.
Kemudian ia bangkit dari pangkuan Atu, lalu berjalan mendekati Aldi.
"nih.. ada mobil lagi sama robot, tapi ini besa sama yabg lalu pm belikan. "lanjut Aldi sambil mengeluarkan nainan tersebut dari paper bag.
"ma aci om.. "ucap ibrahim.
"ibrahim.. "panggil Nita yang sedang berjalan memhampiri ibrahim, membuat anak kecil itu menoleh.
"iya ti. " sahit ibrahim
"ibrahim lagi ngapain nak? "tanya Nita, begitu ia sampai di depan ia langsung kaget melihat Ayu dan Aldi.
"kalian udah pulang, pantas...kata aku kok suara Ibrahim nggak ada lagi manggil-manggil."ujar Nita membuat Ayu menoleh lalu terkekeh.
"Kenapa Yu Kok sedih? hasil sidang aman kan?" tanya Nita melihat Aldi yang dibalas anggukkan oleh Aldi.
"Ayah jahat... "Jawab Ibrahim tiba-tiba membuat mereka bertiga kaget.
" Ibrahim kok ngomong gitu Sayang?" tanya Nita sambil mengusap punggung Ibrahim.
" ayah malah malah mulu," lanjut Ibrahim membuat Nita langsung terdiam.
__ADS_1
"Kok dia tahu yu? "
"Iya karena aku sering nangis di dekatnya, Dia juga sering melihat Mas Rehan membentakku." jawab Ayu membuat Nita langsung paham.
"Ya udah kebetulan banget nih kalian udah sampai koma aku baru aja selesai masak Yuk masuk yuk kita makan, udah laper banget ini. "ajak Nita yang dibalas anggukan oleh Ayu.
"ayo Kak kita makan bareng, Enak loh masakan Nita." Ajak Ayu membuat Aldi mau nggak mau mengangguk lalu mereka masuk ke dalam.
****
Di sisi lain setelah selesai perceraian, bukannya senang Rehan malah Emosi tidak jelas, ia merasa pengadilan tidak adil padanya.
"sepertinya Ayu punya orang dalam di pengadilan itu, sehingga apa yang diusulkan selalu dibetulkan." ucap Rehan yang baru saja sampai di rumahnya.
Drt drt
[halo]
[Mas, kamu kan udah selesai cerai ini Ayo nikah] ucap Desi to the point membuat Rehan langsung memijit pelipisnya lalu duduk di sisi ranjang.
[ Iya kan baru aja selesai hari ini, kasih aku waktu menenangkan diri dulu Des] jawab Rehan membuat Desi langsung mendengus kesal.
[ Justru dengan kita menikah kamu nggak terpuruk begini mas. kalau gini terus kamu bakal teringat terus sama perempuan norak itu] teran Desi karena aku sudah tahu kalau Rehan sedang proses perceraian bersama istrinya.
walaupun Rehan tidak pernah mengizinkan untuk ikut, karena Rehan tidak ingin Desi mengetahui bahwa istri itu adalah Ayu.
butuh biaya dan lain-lain dan kamu tahu sendiri, beberapa minggu belakangan ini aku tidak fokus bekerja karena harus mengurus perceraian ini] lanjut Rehan membuat Desi mendengus kesal
[sudah jangan lama-lama tapi, karena kalau semakin ditunda aku takut kandungan aku semakin besar]
ujar Desi bohong membuat Rehan langsung kaget.
Deg!
[kandungan? Ka..kamu] tanya Rehan gelagapan.
[ Iya Mas, aku hamil dan kamu tahu sendiri aku hanya punya pacar kamu. yang jelas ini anak kita] jawab Desi membuat Rehan tiba-tiba merasa Kepalanya pusing.
[Udah dulu ya, aku mau istirahat dulu] ucap Rehan mengalihkan pembicaraan.
Rasanya kepalanya mau meledak memikirkan semua masalah yang terjadi saat ini.
[ Ya udah Mas, Selamat istirahat Jangan lupa jaga kesehatan biar kita cepat nikah] lanjut Desi setelah memutuskan sambungan, Rehan langsung menghempaskan tubuhnya di ranjang.
__ADS_1
" Ya Tuhan... Cobaan apalagi ini belum selesaian 1, sudah ada lagi. "ucap Rehan sambil mengusap wajahnya.
Dua hari kemudian, Rehan dan Aldi kembali melakukan pertemuan untuk progres kerjasama mereka.
" Bagaimana Pak Aldi apa masih ada yang ingin ditambahkan?" tanya sekretarisnya membuat Aldi berpikir sejenak.
"Iya terima kasih, Saya cuma mau nambahin sedikit aja sekalian buat motivasi kita semua.
untuk progres sejauh ini saya sangat apresiasi sama semuanya, karena kerja keras dan kegigihan kalian bisa membawa hasil yang baik untuk perusahaan.
namun, satu hal yang ingin saya sampaikan waktu kalian pasti banyak habis di kantor ini, nah saya berharap kalian jangan sampai melupakan keluarga sendiri dan rumah.
Karena bagaimanapun juga Kesuksesan kita ini, tidak lepas dari doa-doa keluarga teman-teman semuanya.
saya nggak masalah kalian semangat banget kerjaannya tapi utamakan tetap keluarga. "ucap Aldi panjang lebar, dia sengaja menyindir Rehan secara halus .
Deg!
Sedangkan Rehan yang mendengarkan itu hanya bisa diam, sesekali pikirannya melayang ke Ayu dan putranya.
" Baik terima kasih Pak Aldi, Kalau Pak Rehan masih ada tambahan?" tanya sekretaris itu lagi.
"em... kalau saya cukup." jawab Rehan.
tidak lama kemudian rapat berakhir, satu persatu karyawan keluar dari ruangan rapat hingga menyisakan Rehan dan Aldi yang masih ngobrol.
" luar biasa progres kali ini berjalan dengan sangat lancar. "ucap Rehan sambil membaca berkas-berkas di meja yang dibalas anggukan oleh Aldi.
"iya alhamdulillah. "
"weekend ini kamu ada acara nggak? niatnya Saya ingin mengajak makan bareng sekaligus merayakan Kesuksesan kita." ucap Rehan membuat Aldi langsung berpikir sejenak.
"em... untuk weekend ini mungkin saya belum bisa, karena teman saya Ayu yang kemarin anaknya ulang tahun hari Sabtu." jawab Aldi membuat Rehan kaget.
Deg!
"Ibrahim ulang tahun? "
"ulang tahun? ulang tahunnya dirayain?. tanya Rehan tidak percaya, karena ini kali pertamanya ulang tahun Ibrahim sampai dirayakan.
" Iya bakal dirayain, sekaligus Ayu mau syukuran pula juga atas pekerjaannya yang Alhamdulillah membuat dia banyak rezeki di bulan-bulan ini dan semoga kedepannya tetap seperti itu.
Karena kalau dipikir-pikir menjadi single parent itu bukan hal mudah apalagi di usia yang masih 25 tahun." lanjut Aldi, Iya semakin semangat memanas-manasi Rehan.
__ADS_1
" Kamu kenal Ayu kan," lanjut Aldi membuat Rehan tersadar langsung mengganggu.
" Iya kemarin kan kamu kenalin." jawab Rehan membuat Aldi mengangguk.