
anak haram saja Kapan mereka mengatakan itu?
"sejak dari dulu, waktu kita masih satu rumah pun mereka sudah mengatakan itu padaku.
namun kamu tidak pernah peduli dan tidak pernah mengobrol sedikitpun ." lanjut Ayu membuat rehan diam sejenak .
"kamu nggak ngada-ngada ceritakan Ayu?" tanya Rehan lagi membuat Ayu langsung tertawa.
" Punten ini mah mas ya, Aku bukan orang Gabut yang suka ngada-ngadi cerita. aku hanya bicara apa adanya dan kamu bisa tanyakan sendiri sama orang tua dan adik kamu". meninggalkan Rehan
'Benarkah?' ucap Rehan dalam hati sambil memperhatikan Ibrahim yang sibuk menyusun kado-kadonya.
setelah Rehan pergi ke rumah ayo langsung menghilang nafas panjang. akhirnya ia bisa mengatakan unek-unek yang ia yang di hatinya selama ini.
lain halnya dengan Ryan sepanjang perjalanan hendak menuju rumah makan tempat mereka akan dapat bersamaan pikiran terus melayang-layang.
'Masa sih Ibu tega bilang kalau Ibrahim Bukan anak aku? 'ucapan nya dalam hatinya ia masih belum percaya dengan pernyataan lain barusan.
"Kenapa Rehan? melamun mulu saya perhatiin." tanya Aldi tiba-tiba, membuat Rehan lalu menoleh melihat Aldi yang sedang menyetir.
" Nggak papa kok, lagi banyak kepikiran aja." jawab Rehan membuat tadi mangut-mangut .
" Belum ada rencana nikah nih? "tanya Aldi pura-pura.
"niatnya sih udah, cuman menjalankannya sepertinya belum masih banyak yang harus dipikirkan mata-mata." jawab Rehan membuat Aldi terkekeh
" dijalanin dong, karena kalau diniatin terus nggak ada usaha. Ya sama aja nggak akan hasil, intinya mah yakin dulu dan percaya kalau niat nikah itu buat ibadah, bukan niat satu dan yang lain hal. "ujar Aldi membuat Rehan mengangguk.
"Menurut kamu gimana Aldi kemarin kan orang tua Desi menyuruh saya untuk menikahi putrinya secepat mungkin titik sedangkan yang saya tahu, untuk menikahi itu kalau bisa laki-laki lah yang menanyakan bukan perempuan. makanya saya dari kemarin tuh bingung harus bagaimana, ditambah lagi dia sih harus mendesak-desak saya. "curhat terlihat panjang lebar membuat Aldi mengangguk paham.
" mendesak-desak? kenapa Emang? ada masalah apa bagaimana?" tanya lagi membuat Rehan langsung menggeleng.
"Entahlah, saya bingung ." lanjut saya membuat Aldi ikut diam...
__ADS_1
Malam hari, setelah selesai rapat dengan Aldi. Rehan memutuskan pulang ke rumah ibunya.
"Assalamualaikum Ibu"
ucapkan sambil mengetuk pintu, membuat Sinta langsung buru-buru membuka pintu untuk putranya tersebut.
"akhirnya pulang juga kamu Rehan, ucap Sinta membuat Rihanna langsung mengerutkan keningnya.
" memannya kenapa Mah? aku biasa Emang pulang malam ?" tanya Rehan sambil membuka kancing kemeja atasnya.
" Dini tadi datang ke sini Katanya kamu sangat sulit dihubungi kamu. Ada masalah apa sama Desi, kalian lagi bertengkar?" tanya Sinta membuat Rehan langsung menyadarkan kepalanya di sisi sofa lalu memejamkan matanya.
" Entahlah mah aku bingung sama Desi yang mendesak-desak terus padahal aku sudah bilang sekarang aku lagi ada project.
dan butuh fokus agar kerjaan ini dapat selesai. terang Rehan membuat Sinta mangut-mangut
"Iya sih Mama paham, tapi yang namanya perempuan Kalau Desi memang sudah cinta sama kamu, Apapun ceritanya dia akan datang dia bahkan rela melakukan apapun demi itu kalau cinta .
kalau nggak cinta seperti istri kamu Ayu, bukannya bersyukur dia malah makin tinggi hatinya seolah keluar dari rumah kamu. itu namanya tidak cinta dia hanya memanfaatkan kamu saja supaya ia bisa makan setiap hari ."ucap Shinta dengan nada menggebu membuat Rehan langsung bingung.
jika ia memang mau menikah, setidaknya ia harus sabar sampai project ini selesai." dan membuat Sinta langsung memicingkan matanya.
" kamu nggak boleh gitu Rehan, kamu juga harus mengerti pasti dia sih yang sudah tidak sabar menikah denganmu.
dan saran mama juga secepatnya saja halalan karena kalau tidak kamu pasti berpikir terus ke Ayu. Ibrahim dan itu sudah tidak ada masa depan dan sudah tidak ada gunanya lagi Reihan. awal Sinta membuat Rehan langsung menghembuskan nafas panjang
Keesokan harinya seperti biasa Ayu melaksanakan tugasnya sebagai penulis sambil mengurus anaknya.
sedangkan Nita yang berprofesi sebagai guru dan penulis, yang jauh lebih sibuk dan sering meninggalkan Ayu sendirian di rumah.
"umi... "Panggil Ibrahim membuat Ayu menulis sekilas selalu tersenyum sambil mengacak-acak rambut anak kecil itu
" Kenapa anak Umi, main dulu ya sayang biar Umi nulis. "ucap Ayu tapi Ibrahim malah menunjuk ke arah depan.
__ADS_1
"Kenapa Nak? Kenapa nunjuk ke sana? "tanya Ayu lalu Ibrahim mendekati Ayu
"Om... "
"Om siapa Nak?" tanya Ayu lagi, lalu ia bangkit dari duduknya melihat Siapa yang datang.
" Lho Kak Aldi ngapain ke sini, bukannya kakak kerja?" tanya Ayu bingung setelah melihat Aldi yang datang.
" Iya harusnya sih kerja, cuman kemarin karena sudah rapat banyak dengan Reyhan. jadi tidak perlulah saya ikut di rapat sekarang, Itu biarin rapat internal karyawan aja dulu."jawab Rehan membuat Ayu mengangguk.
" Jadi Kakak datang ke sini untuk? "tanya Ayu hati-hati membuat Aldi terkekeh
"Katanya kamu mau beli tanah? "tanya Aldi balik membuat Ayu langsung mengangguk.
" Ya udah ayo saya temenin Kebetulan saya punya teman juragan tanah Semoga nanti dimurahin sama dia .aja kali membuat Ayu langsung kaget.
"sekarang Kak? kalau sekarang mah aku belum punya uang sebanyak itu, nunggu tanggal gajian aku dulu." jawab ayo membuat Aldi mengangguk.
"Ya udah pakai uang saya aja dulu Soalnya gini, ini kan langkah yang nah teman saya itu memang lagi nawarin gua mah nggak mungkin dia lagi butuh uang Kalau saran aku mah mending beli aja Jadi harganya bisa nego lagi gitu. terang Aldian di balas anggukan oleh Ayu.
"tapi kan jatuhnya aku ngutan sama kakak,
buat siapa yang merasa tidak enak.
"Ela nggak usah dipikirin yuk, Yang penting sekarang kebeli dulu kalau misalnya kamu punya uang bisa tuh kamu Cicil ke saya.
Dan kalau kamu tidak sanggup untuk belinya . Ya udah nanti tanahnya buat saya jadi di sini, kamu nggak dibelikan sama sekali gitu." lanjut Aldi membuat Ayu dia mengangguk
" kita harus ke tempatnya kak? "tanya Ayu memastikan dan dibalas anggukan oleh Aldi.
" iya, sekalian kita lihat kondisi tanahnya dan semuanya" jawaban Aldi.
"Ya udah, kalau gitu aku ganti baju dulu sebentar ya Kak " ucap Ayu di balas anggu kang oleh Aldi
__ADS_1
"Kakak mau masuk dulu nggak? mau minum dulu nggak? tawar Ayu yang dibalas bilang oleh Aldi.
"nggak usah, aku baru makan tadi, baru ke sini, " jawab Aldi lalu ia mengambil ponselnya.