Tak Sanggup Hidup Denganmu

Tak Sanggup Hidup Denganmu
Alex bertele-tele


__ADS_3

Ia hendak melangkah pergi ,tapi lagi-lagi terhenti saat Alex memegang tanyannya.


"Nita dengarin aku du_ _


"Cukup! aku tidak bituh penjelasan."Tegas Nita sambil menunjuk wajah Alex, lalu ia menghampaskan tangannya dengan kasar.


"Aku tuh kalau cinta itu benar-benar sangat cinta, namung kalau benci, kamu bernafas aja salah di mataku, fahamnkamu! "tegas Nita lalu ia meninggalkan Alex sendirian.


"Ahk... "Alex menjabak rambutnya pelan.


Ia tidak menyangka kejadian ini bakal terjadi, sekian banyak perempuan yang ia kencangi, baru kali ini sampai terjebak seperti ini.


Sampai di parkiran Nita langsung mengambil nafas dalam-dalam, lalu berusaha menetralkan jantungnya yang sedari tadi ia usahakan untuk pelang.


"huh... "Nita menatap ke atas dan menahan tangisnya, karena bagai mana pun Alex yang pertama kalinya menyakiti nya.


Saat ia tengah sibuk mengatur nafasnya tiba-tiba ada yang memegang pundaknya, membuat Nita kaget dan menoleh ke belakang.


Detik kemudian matanya langsung berembun, air mata yang sedari tadi ia tahan-tahan langsung terjun bebas di hadapan orang tersebut, ya dia adalah Aldi


"sakit kak... "ucap Nita terisak dan menpuk-nepuk dadanya yang di balas anggukan oleh Aldi.


"Keluarkanlah, biar sesak di dadamu berkurang. "ucap Aldi sambil mengusap-ngusap pundak Nita.


"Aku benar-benar tidak nyangka kak hiks... Kepercayaan yang selama ini aku bangun,sekarang hancur begitu saja,rasanya sangat sesak. "ucap Nita mebuat Aldi mengangguk paham.


"Ini belum seberapa Nita, ini masih tahap pacaran.Masih jauh lebih sakit Ayu yang sudah jelas-jelas suaminya selingkuh. "ujar Aldi mencoba mensehati Nita.


"satu sisi kamu memang sangat sakut mendapatkan kenyataan ini semua, tapi satu sisi kamu harus bersyukur.


kamu jadi tahu kedoknya daricawal sebelum kalian nikah," Lanjut Aldi membuat Nita berjongkok dan menutup mukanya.


"Hiks...apa yang harus aku katakan ke pda orang tuakau kak? "tanya Nita di sela-sela tangisnya membuat Aldi ikut berjongkok di hadapannya.


"tidak apa-apa, berkatalah yang sejujurnya karena orang tua pasti mau yang terbaik untuk anaknya.

__ADS_1


Sekarang sarangku kamu tidak perlu terlalu memikirkan itu semua. kamu fokus pada diri kamu sendiri, lupain semua tengtang dia.


Cari kebahagiaan kamu sebagai mana kamu mngajarkan apa arti bahagia kepada Ayu.


Bahagiaiin diri kamu sendiri, jika kamu merasa tidak sanggup berbagi beban kepada Ayu, atau ceritakan padaku saja." nasehat Aldi mmebuat Nita tidak tahi harus berkata apa.


"Terima kasih banyak kak, kamu sudah banyak membantuku selama ini. "ucap Nita lalu menghapis air matanya.


"sama-sama, kamu juga udah banyak membantu kakak untuk dekat dengan Ayu."jawab Aldi


"Nita... "panggil seseorang


Nita dan Aldi langsung menoleh ke arah sumber suara, detik kemudian ia segera menghapus air matanya lalu ia kembali berdiri.


"Mau apa lagi? "tanya Nita ketus membiat Alex tersenyum miring.


"sebelumnya aku mau minta maaf ya, tapi sekarang aku tahu kenapa kamu tiba-tiba minta putus begini, padahal bertahun-tahun kamu nggak pernah begini. "ucap Alex mmebuat Nita langsung mengerutkan kening nya.


"Nggak usah bertele-tele, apa maksud kamu? "kesal Nita dengan cepat Alex mengangguk.


"Cukup Alex, jika kamu tidak bisa mengjaga kesetiaan pada seorang perempuan lebih baik lepaskan, dari pada kamu tuduh-tuduh seperti ini.


Bukti jika saya dan Nita selingkuh ada nggak "jawab Aldi membuat Alex menggelangkan kepalanya.


"Saya menag nggak ada bukti pak, karena bapak adalah atasan saya dan saya tidak pernah menaruh kecurigaan pada bapak.


Tapi sekarang in,dengan melihat kalian barusan.Saya yakin kalau ada hubungan di antara kalian berdua. "jawab Alex dengan yakin, membuat Aldi diam sejenak lalu mengangguk.


"oh gitu, baik jika saya dan Nita todak mempunyai hubungan apa-apa,apa kamu siap saya pecat dari kantor? "Ancam Aldi membuat Alex kaget.


Deg!


"Baik, aku tidak takut dan kamu Nita, kamu akan menyesal sudah minta putus denganku.


Jangan kaget dengan kejadian-kejadian berikutnya, aku harap kamu tidak datang meminta maaf padaku."Lanjut Alex, lalu pergi begitu saja meninggalkan mereka berdua.

__ADS_1


Nita mematung sambil berpikir apa yabg akan Alex lakuakan selanjutnya, apakah ia akan memberitahu orang tua Nita? ataukah ia akan mrnjelek-jelekkan dirinya kepada orang lain?


"Sudah jangan dipir, hanya laki-laki pengecut yang akan melakukan hal-hal yang bodoh terlebih menyangkut pautkang orang tua. "ucap Ladi tiba-tiba, seolah-olah tahu apa yang di pikirkan Nita .


"Sepeerinya aku akan pulang sekarang kak, "ucap Nita yang di balas anggukan oleh Aldi.


"Mau saya antering sekalian? "tanya Aldi, Nita menaikkan alisnya sebelah.


"Gimana cara nganterinnya kak, kita kan sama-sama bawa mobil. "ucap Nita membuat Aldi langsung tertawa


"iya gimana ya, kita iring-iringan aja. "Lanjut Aldi membuat Nita langsung menggeleng.


"Aldi.. "panggil seseorang membuat mereka menoleh


"Eh Edi, kamu ngapain di sini? "Tanya Aldi begitu Edi mendekati mereka.


"itu tadi lagi ada pembeli yang mau beli tanah lagi. "Jawab Edi membuat Aldi mengangguk.


"Cepat kaya nih juragan, laris manis mulu tanahnya, "goda Aldi, membuat Edi langsung menggaruk tengkuknya sekilas.


"namanya juga usaha, buat ngumpulin mahar buat nikah nanti. "Jawab Edi, tak sengaja ia melihat ke arah Nita yang sedang melihat ke arah lain. tapi ia dapat melihat jelas mata wanita itu seperti sudah menangis.


"aduh udah mau nikah aja nih, calonnya udah ada? "Tanya Aldi yang di balas gelengan oleh Edi.


"Belumlah sukses dulu, oh ya baru saya ingat surat tanahnya Ayu udah selesai. Tunggu aku ambilin di mobil dulu. "ucap Edi, lalu berjalan ke arah mobilnya mmengambil surat tersebut.


Tidak berapa lama kemudian, ia kembali mendekati Nita dan Aldi, lalu ia menyodorkan surat tersebut kepada Aldi.


"Waduh... cepet ya maksih banyak loh. "Ucap Aldi yang di balas anggukan oleh Edi.


"Iya sama-sama, orang saya punya kenalan di sana makanya langsung di urus. "jawab Edi.


"Bukan main kalau ada orang dalam pasti beres, tapi kamu masih aktif juga ke kantor atau sudah fokus pada juragan tanah? "Tanya Aldi membuat Edi terkekeh.


"Kalu kita udah sekolah tinggi-tinggi, terus cuman jadi juragan tanah. Pasri pandangan msyarakat kayak pendidikannya nggak berguna gitu.

__ADS_1


Jadinya saya ngantor ya tetap ngantor, cuman saya kariawan biasa, Ya paham sendiri lah kayak gimana, ya kadang saya lebih banyak waktu sekalian jual beli tanah. "Jawab Edi membuat Aldi mangut-mangut.


__ADS_2