Tak Sanggup Hidup Denganmu

Tak Sanggup Hidup Denganmu
kedatangan ayah Desi


__ADS_3

"Ya sudah kalau kamu capek aku juga capek mas! mana masalah di kantor udah masalah di rumah, "kesal Desi.


Sebenarnya ia masih marah sama Rehan perkara Rehan ngobrol sama Ayu di toilet tadi, namun semua itu ku tutup karena gara-gara Sinta dan Rika.


melihat Rehan tidak merespon sedikit pun Desi langsung berbalik, lalu berjalan keluar dari kamar.


Brak!


Desi menutup pintu dengan sangat keras lalu pergi begitu saja, tanpa sepatah kata pun pada Rehan. Rehan yang melihat itu hanya diam kemudian dia menjambakkan rambutnya pelan.


"akh... apa ini ya Tuhan kenapa jadi seperti ini," ucap Rehan pada dirinya sendiri.


***


5 hari telah berlalu komunikasi Desi dan Rehan mulai menurun tidak seakrab awal.


Sekarang Desi tengah duduk di pintu belakang sambil melihat-lihat halaman belakang rumah.


tok! tok! tok!


Tiba-tiba terdengar suara ketukan pintu, mmebuat Desi langsung tersadar daei lamungannya.


"wah... jangan-jangan orang tuanya mas Rehan datang lagi. "gumamnya lalu buru-bru berjalan ke depan sambil mempersiapkan mentalnya.


"jangan bilang anda datang kesini mau merusak komunikasi mas Tehan dengan saya. "ucap Desi yang belum membuka pintu tersebut dan kemudian...


Begitu ia melebarkan pintu, Desi langsung terlonjak kaget melihat yang datanng bukan lah orang tua Rehan melainkan ayahnya sendiri.


"A.. yah"sapanya gelalapan.


"kamu ngomong apa barusan! "tanya Budi mencoba memperjelas pendengarannya tadi.


"enggak yah, aku tadi cuman becanda,karena mertuaku sering jesini dan mebuat kaget. "ucap Desi sambil cengengesan mebuat Budi diam sejenak memperhatikan putrinya tersebut.


"Benarkah? kamu tidak sedang menyembunyikan sesuatu kan sama ayah? "tanya Budi dengan tatapan selidik yang di balaa gelengan oleh Desi.


"iya yah benar nggak ada apa-apa, ayo masuk dulu tumben ayah ke sini nggak ngabarin. "ucap Desi membuat Budi mengangguk.


"ya ayah memang senagaja nggak ngabarin kamu, tapi duami kamu ada? "tanya Budi kemudian duduk di sofa.

__ADS_1


"Lagi di kantor yah, sepertinya sebentar lagi pulang untuk makan siang, "jawab Desi berbohong padahal Rehan tidak pernah pulang siang membuat Budi mangut-mangut.


"Ayah mau minum apa biar aku buatin? "tanya Desi membuat Budi langsung mengerutkan keningnya.


"Kamu yang buatin? apa kalian tidak punya asisten rumah tangga? "tanya Budi heran


deg!


Desi langsung laget saat mendengar pertanyaan ayahnya, untuk beberapa saat ia terdiam sejenak lalu kemudian ia menggeleng.


"nggak ada yah, mungkin karena kami masih berdua aja. siapa tau nanti kalau kami punya anak mas Rehan bakal bakal nyari asisten rumah tangga. "jawab Desi, Budi yang mendengar itu hanya bisa menghela nafas panjang.


"Dari awal lagi ayah bilang sama kamu, ayah bukannya nggak setuju kamu nikah dengan laki-laki seperti Rehan, yang pekerjaanya sudah terjamin gajinya sudah terjamin.


Tapi sebanyak apa pun gaji suami kamu, kalau emang dia tipe orang yang pelit sama saja kamu menderita.


Dari awal ayah sudah melihat ini tapi kamu tetap kekeh dengan pendirian kamu.


Kamu juga udah tahu sendiri sebelum menikah, bagai mana sifat suami kamu tapi kamu tetap ingin bersama dia.


ya ayah harus ngomong apa lagi, ya udah nggak bia berbuat apa-apa. "ucap Budi panjang lebar membuat Desi langsung menelan ludahnya dengan susah payah.


"Rehan menafkasi kamu berapa dalam sebulan?" pertanyaan Budi tersebut mampu membuat Desi langsung bingung harus menjawab apa.


Alsan desi tidak ingin mengerjakan pekerjaan rumah, memasak dan lain sebagainya. selain ia tidak terbiasa, hal ini karena Rehan hanya memberi dirinya nafjah 500.000 per bulan tidak lebih.


"Sebentar yah, aku ke dapur dulu, "ucap Deai mengalihkan pembicaran lalu ia buru-bru meninggalkan ayahnya.


sampai di dapur desi langsung bersandar di tembok, lalu memegangi dadanya yang terasa sakit mendengar pertanyaan -pertanyaan ayahnya tersebut.


Bukan dia merasa sakit hati dengan sikap Rehan dan segala macam, melainkan ia kasihan melihat ayahnya sepertinya tahu penderitaannya.


"ya tuhan kenapa rasanya sangat sakit sekali saat ayah bertanya sepertu itu, padahal niat ayah sepertinya baik.


hanya ingin menyanyakan berapa mas rehan memberiku uang setiap bulannya, "ucap desi dalam hati, pasalnya ayahnya sendiri memberikan dirinya uang jajan sebelum ia menikah hanoir 2 juta setiap bulan.


Tanpa mebuang waktu desi langsung mencari gelas, kemudian ia melihat ada gula dna teh.


"Bikin inj aja deh, orang nggak ada apa-apa di sini. punya suami orang pelit ternyata begini ya, sampai ramahnya ia nggak ada makanan apa lagi cemilan. "gumamnya pelan lau ia mengaduk-aduk teh tersebut.

__ADS_1


Di kantor Rehan sedang sibuk memeriksa catatan dan rekapan keuangan bulan ini yang di berikan oleh bendaharanya.


tok! tok! tok!


"masuk"


"pak, di depan ada pak Aldi. "ucap sekretaris na tersebut membuat Rehan mendongak.


"sruh dia masuk ke sini. "lanjut Rehan yang di balas anggukan oleh sekretarisnya tersebut.


"baik pak"


Tidak lama kemudian Aldi datang ke ruangan Rehan, membuat Rehan langsung menghentikan aktivitas nya.


"assalamualaikum Rehan. "


"waalaikumsalam, masuk-masuk. "suruh Rehan membuat Aldi langsung mengangguk lalu duduk di hadapnnya.


"tumben-tumben nih sampao datang ke kantor saya, ada apa? "tanya Rehan membuat Aldi senyum sekilas


"iya nih, sebenarnya saya tadi mau nyuruh kariawan saya yang datang ke sini. cuman karena kamu teman saya, jadi menurut saya kurang sopan aja ngasihnya di wakili. "ucap Aldi lalu membuka tas kerjanya membuat Rehan bingung.


"Memberikan apa dulu nih? "tanya Rehan membuat Aldi terkekeh.


"itu yang saya umumin pas acara penutupan kemarin. Saya kan niatnya mau nikah sama Ayu dan acaranya hari minggu besok.


Dua hari lagi eh saya malah lupa ngasih kamu undangan, padahal nama kamu ada di tulis."jawab Aldi sambil menyodorkan undangan tersebut di hadapan Rehan.


deg!


"Hari minggu besok? "ulang Rehan yang di balas anggukan oleh Aldi.


"iya hari minggu besok, mulai besok saya sibuk persiapan semuanya.sama Ayu juga udah fitiing baju juga udah dan segala macam udah selesai. " jawab Aldi mmebuat Rehan langsung diam sejenak mrmbaca surat undangan tersebut.


"Ternyata udah bulat ya keputusannya. "ucap Rehan sambil terkekeh membuat Aldi langsung menaikkan alisnya sebelah.


'lah... seminggu menurut saya udah waktu yang lama menunggu kesiapan Ayu.'ucap Aldi dalam hati.


"iya alhamdulillah, menghindari fitnah orang kalau saya dan Ayu lagi jalan, makanya saya memutuskan segera menghalalkannya. "jawab Aldi.

__ADS_1


"dan Ayu? diabsetuju dengan pernikah yang terbilang cepar ini? "tanya Rehan menbuat Aldi mengangguk.


__ADS_2