
[apa? kamu mau nikah? ]tanya rehan dengan nada tidak suka membuat ayu langsung mengerutkan kening nya tersenyum miring, tiba-tiba ide jahil muncul di otaknya.
[Iyalah Mas, Siapa sih nggak mau nikah.] jawab Ayu dengan santai membuat Rehan langsung menampilkan mobilnya.
[ Ayu kamu jangan bercanda!] tegas Rehan mulai tersulut emosi membuat Ayu mengerutkan keningnya sambil menahan tawa.
[ Kenapa kamu marah-marah Mas? toh Kita kan udah bebas nantinya, Lagian aku juga nggak marah-marah kalau kamu nikah.
intinya saling menghargai aja sekarang ini walaupun kita sudah pisah, Ibrahim tetap anak kandung kamu, kalau kamu mau mengakuinya.
jika tidak Ya Sudahlah, Ibrahim anakku sendiri.\] lanjut Ayu membuat Rehan langsung memijat pelukisnya.
niatnya yang ingin curhat langsung hilang begitu saja saat Ayu mengatakan hal tersebut.
[Ayu aku lagi bingung sama diriku sendiri aku tidak ingin bercerai denganmu berapa kali harus aku katakan.] Ya Rehan membuat Ayu langsung menghembuskan nafas kasar.
[ udah ya Mas aku ngantuk, Nanti aku mau kerja soalnya.
terkait kamu menanyakan pendapat aku setuju atau tidaknya kamu menikah jawabnya Aku sangat setuju Oke.] sambung Ayu membuat Rehan langsung.
[Ayu]
Tut!
"Ya ampun malah dimatiin dasar, "ujarnya lalu ia diam sejenak untuk berpikir.
Kenapa sekarang aku bawanya pengen nelpon Ayu mulu ya. padahal dulu aku tidak pernah berniat untuk menyimpan nomornya sekalipun.
lalu ia kembali menjalankan mobilnya
setelah memutuskan sambungan Ayu Langsung kembali meletakkan ponselnya di atas meja rias ia sangat bosan meladeni Raihan setiap hari.
"siapa yuk?" tanya Nita tiba-tiba membuat Ayu menoleh.
"biasa lah si kurang kerjaan". jawabnya Ayu membuat Nita terkekeh.
" ayahnya Romi itu yuk," ledek Nita membuat Ayu langsung memutar mata malas.
"No comment lah," jawab Ayu lalu ia mulai merebahkan dirinya di samping putranya.
__ADS_1
"aduh... tapi Baguslah kamu tidak terpengaruh sedikit pun samanya." lalu mulai memejamkan matanya.
"Nita Bulan depan kan Insya Allah aku gajinya lebih banyak dari bulan ini, menurut kamu salah nggak kalau aku beli tanah?" tanya Ayu membuat Nita yang baru saja memejamkan matanya Langsung kembali membukanya.
" tanah? kamu mau pindah dari sini? "tanya Nita membuat Ayu langsung menoleh . iya tapi kan masih lama, kalau misalnya gaji turun baru bisa buat beli tanah buat bangunnya mah kita masih wallahualam." jawab Ayu membuat Nita mangut-mangut.
"nggak salah sih, menurutku malah bagus. karena kan tanah itu nilai jualnya semakin tahun semakin tinggi.
jadi misalnya kalau belum sempat ke bangun pun tiba-tiba kamu butuh masih bisa dijual lagi." ujar Nita membuat Ayu mengangguk.
****
Hari Demi Hari Berlalu hingga tidak terasa hari ini adalah Sidang terakhir perceraian Raihan dan Ayu.
" semangat ya, aku yakin kamu bisa menang jangan takut aku selalu di belakang. "ucap Aldi menyemangati Ayu sebelum masuk ruangan.
"Iya Kak doain ya." ujar Ayu yang dibalas acuan jempol oleh Aldi.
"Ehem ..." tiba-tiba ada suara demen yang membuat Ayu dan Aldi menoleh.
ya dia adalah Sinta bukannya nyapa, Ia hanya melewati hanya sekedar meledek keduanya.
"maafin ya Kak emang begitu, walaupun udah tua ya begitulah." ucap Ayu membuat Aldi bingung.
:Memangnya itu siapa?" tanya aja karena ia belum pernah bertemu cinta langsung.
"ibunya Mas Rehan," jawab Ayu membuat Aldi mengangguk.
" satu keluarga sama ya, aneh-aneh." gumam Aldi membuat Ayu langsung mengangguk sambil menahan tawa.
" Iya Kak, mereka itu keluarga kompak dalam segala hal, apalagi menjatuhkan mental orang Beh...Bukan main tetangga aja pada tahu itu mereka keluarganya tidak punya hati kalau ngomong seenak jidatnya aja .lanjut Ayu.
" Ya udahlah kalau begitu kamu harus buktikan kamu bisa melawan mulut-mulut pedas mereka itu dengan kebenaran ." ujar Aldi membuat Ayu langsung mengangguk.
****
2 jam kemudian sidang selesai dan hasilnya Ibrahim jatuh ke tangan Ayu. walaupun Rehan tidak lepas tangan akan jatuh tanggung jawab anaknya tersebut, tetap saja ayo tidak begitu berharap karena Rehan dari dulu sudah pelit.
"udah lihat?" tanya Aldi saat mereka di dalam mobil membuat Ayu menoleh lalu mengganggu.
__ADS_1
" udah kak, Makasih banyak ya selalu menemani aku sampai selesai ." ucap Ayu yang dibalas anggukan oleh Aldi.
" em...yu kira-kira Kamu ada niatan mau nikah lagi nggak?" tanya Aldi sambil bercanda membuat Ayu menoleh.
"Aku nggak tahu Kak, susah nyari laki-laki yang benar-benar tulus menerimaku apa adanya, Untuk sekarang mungkin biarlah seperti ini dulu.
untuk ke depannya kita nggak tahu, kalau misalnya ada jodoh lagi dan sekitarnya benar-benar mau menerima aku apa adanya, Siapa tahu Masih Ada Kesempatan. "terang Ayu membuat Aldi mangut-mangut merasa ada peluan.
" dan kakak?" tanya Ayu balik membuat Aldi kaget.
"hah?
" Iya kakak nggak mau nikah kah? secara Kakak udah mapan, umur dah mateng tunggu apalagi kak?
kalau ditanya ada yang mau atau enggak pasti banyak."ujar Ayo membuat Aldi langsung tertawa.
"Pengennya sih Iya mau nikah, cuma nyari balik lagi nyari orang yang tulus itu susah." jawab Aldi membuat Ayu mengerutkan keninya.
"Masa sih? Kakak nggak punya pacar yang kakak benar-benar percaya atau dari kuliah S1 S2 gak percaya aku orang berpendidikan kayak kakak pasti ada sosok wanita yang selalu support di belakangnya." lanjut Ayu membuat Aldi tersenyum lalu mengangguk.
" betul, di balik ini semua ada satu wanita yang selalu membuatku semangat .
tapi Wanita itu sudah pernah tahu kalau aku mencintainya selama bertahun-tahun." terang Aldi membuat Ayu menoleh.
" Benarkah? Kok bisa Ceweknya nggak tahu, Jadi kakak diam-diam doang?" tebak ayo membuat Aldi mengangguk.
" heem , terakhir yang aku ingat kalau nggak salah dia sudah menikah." lanjut Aldi membuat langsung merasa bersalah telah mengungkit ke arah sana.
"Aduh, maaf ya aku ya Kak, aku nggak berniat bikin kakak sedih. "ngucap Ayu merasa bersalah.
" hahaha... Santai kali nggak papa, Namanya juga hidup tidak selalu seperti yang kita inginkan. "jawab Aldi.
" betul, semangat buat kita Kak. tetapi Kakak udah pernah ketemu lagi belum sama dia ? tanya Ayu lagi-lagi membuat Ali pura-pura berpikir.
" Iya seperti sudah, cuma aku nggak ingat banget sih". jawab Aldi mah sambil sesekali melirik kayu yang semakin hari semakin cantik Mbak gadis ABG.
begitu sampai di rumah Nita, Ayu melihat putranya sedang bermain di teras sendirian.
"lihat kak. betapa polosnya anak kecil itu, dia tidak tahu apa-apa dan sekarang dia menjadi korban perceraian kami ."ucap Ayu dengan tatapan senyumnya Aldi ikut melihat Ibrahim.
__ADS_1
"Allah pasti punya rencana yang sangat indah untuk kalian berdua jadi Semangatlah Yakin pada Allah Ayu. "nasehat Aldi yang dibalas anggukan oleh Ayu lalu mereka turun dari mobil.