
seteah kepergian aldi, rehan hanya bisa menahan amarah karena dia ingin membuat aldi ilfil ke ayu malah nggak jadi.
'Kamu nggak akan bisa lolos dari aku Ayu, sekali kamh punyaku ya tetap punyaku! ' umpat rehN dalam hati sambil menatap tajam aldi yang sudah jauh.
sesampai si rumah orang tua rehan
"bang memang istri kamu itu orang gila kali ya, "ucap rika yang baru saja keluar dari kamar lalu duduk di sofa.
" Kenapa lagi dia? " tanya Sinta membuat Rika langsung menarik nafas dalam hati.
"Sombong minta ampun, dia tidak ubahnya seperti kacang lupa pada kulitnya. Kerena dia mentang-mentang kerja sekarang, cara ngomong nya juga uda beda dan selalu melawan. "jawab Rika yang di balas angukan oleh Sinta.
"iya sama ke ibu juga dia begitu, tapi udalah ya udah berakhir juga.
Intinya sekarang ibu mau kamu cepat-cepat halalin Desi biar si Ayu mampus, dia langsung ngaca kalau kita itu tidak mengharap kan dia lagi,."suruh Sinta membuat Rehan langsung mendongak kemudian diam.
Ting!
[kamu di mana mas, seharian kita gak pernah ketemu loh. kamu nggak kangen apa aku tunggu do tempat biasa ]
\[ok baby\]
Rehan langsung bangkit dari duduknya lalu ia mengambil jaket dan menyambar kunci mobil
Sinta dan Rika yang melihat itu hanya bisa diam sbil mengedikkan bahinya
"Bu bagai mana kalau kita kasih pelajaran pada Ayu _upaya dia tahu diri. " ide Rika membuat Sinta langsung berfikir sejenak
"caranyavgimana? kamu mau ngapain dulu, "tanya Sinta membuat Rika langsung berfikir sejenak.
"kamu mau kemana rehan buru-bru banget? " tanya Sinta saat melihat putranya ausah rapi.
"mau ketemuan sama desi dulu ma. " jawab Rehan yang di balas anggukan oleh Sinta.
" cepat-cepat kamu nikahi dia jangan lama-lama lagi. " ujar ibunya tersebut.
"iya bu. " jawab Rehan jawab Rehan lalu berangkat begitu saja
sekitar 20 menit Rehan melakukan perjalanan akhirnya ia sampai di tempat yang Desi katakan.
__ADS_1
" Hay... Panggil Desi dengan nada menggoda membuat Rehan bingung.
" kamu kenala Desi? : tanya Rehan sambil menempelkan tangannya di di kening Desi.
" aku nggak apa-apa aku hanya butuh kamu malam ini"ucap Desi dengan seksinya membuat Rehan langsung mengerutkan keningnya.
" Ya sudahlah kalau begitu maumu Ayo ke hotel, Kamu udah selesai kan Makanya? "ujar Rehan membuat Desi langsung tersenyum kemudian mengangguk.
"Ayo aku juga sudah sangat kangen padamu. "lanjut Desi membuat Rehan mengangguk.
Tanpa membuang waktu mereka Langsung meluncur ke ke hotel.
Begitu sampai di parkiran Rehan menoleh ke samping ia melihat Desi sudah tidur, sepertinya perempuan itu di bawah pengaruh minuman yang memabukkan.
"Desi. "Panggil Reyhan sambil menggoyangkan tangan ini.
"hem." Kamu mabuk ya? tebak Rehan membuat Desi langsung kaget.
" nggak Kok dikit doang, ayo kita buruan masuk." ajak Desi lalu mereka berdua turun dari mobil.
Baru saja sampai mereka turun dari mobil Desi langsung kaget melihat orang yang berdiri di depan mereka.
Deg!
" orang tuaku." jawabnya pelan tanpa mengalihkan pandangan yang membuat Rehan kaget bukan main.
D e g!
tanpa membuang waktu Ayah Desi langsung mendekati putrinya sambil menatap tajam putrinya itu.
" mau ngapain malam-malam begini ke hotel? "tanya ayahnya membuat Desi langsung gelagapan.
" Kamu kira selama ini Ayah nggak tahu bagaimana kelakuan kamu di luaran sana, Ayah sengaja diam menunggu kesadaran kamu, tapi tidak ada kesadaran juga.
Berapa kali ayah bilang Menikahlah Jika kamu tidak bisa menahan nafsumu, tapi kamu tetap kekeh ingin mengejar karir.
Toh lihat hasilnya sekarang, Inikah karir yang kamu maksud? berbuat zina setiap hari? ujar Budi panjang lebar membuat Desi terdiam.
"Dan kamu? Jika kamu adalah laki-laki yang bertanggung jawab, Kamu tidak akan mau berhubungan dengan perempuan yang bukan muhrimmu Apapun alasannya.
Dan sekarang saya minta Tunjukkan tanggung jawabmu dengan cara menikahi putri saya, bukan malah membawanya seperti ini.
__ADS_1
Karena bagaimanapun juga, Saya sudah tidak percaya anak saya masih suci." Ucap Budi penuh penekanan membuat Rehan langsung bingung.
" iya ,Mas Rehan memang sudah berniat untuk menikahiku yah, jadi nggak usah khawatir dalam waktu cepat kami akan menikah. "Ucap Desi dengan yakinnya.
d e g!
Rehan kaget dengan ucapan tersebut langsung menoleh melihat Desi.
Baik jika itu yang kalian inginkan, Ayah tunggu tapi untuk sekarang ayo pulang, Ini Bukan tempatmu.
Kamu adalah anak yang sudah kami didik, kami sekolahkan tinggi-tinggi tapi hasilnya malah begini.
setidaknya jika belum bisa membanggakan kami, Janganlah buat aib untuk ayah dan ibu." ujar Budi membuat Desi langsung terdiam.
" aku belum mau pulang ya ."bantah Desi membuat Budi langsung menajamkan tatapannya.
"Sudahlah Desi pulanglah, lagi yang kalau bukan kamu tadi yang mengajak saya keluar. saya nggak mungkin datang di jam segini. "Ucap Rehan membela diri sendiri membuat Desi langsung melotot, ditambah lagi dengan menyebut dirinya "saya".
tanpa membuang waktu Budi langsung menarik desi ke dalam mobil, lalu meninggalkan Rehan begitu saja.
" Oh ya Tuhan bagaimana ini, aku belum siap menikahi Desi, sedangkan sidang perceraian belum selesai." Guman Rehan lalu ia kembali masuk ke dalam mobilnya.
Selama perjalanan perasaan Rehan tidak tenang, dia malah kepikiran Ayu. Ya ampun Kenapa aku malah mikirin Ayu sih.
Sedangkan yang bermasalah sekarang adalah Desi, Aku tidak mengerti lagi. gumannya ia mengambil ponsel lalu menekan tombol telepon di nomor Ayu.
*****
Di sisi lain Ayu sedang siap-siap hendak tidur, malah bingung saat melihat ponselnya berkedip-kedip.
Siapa yang menelpon malam-malam begini. gumangnya lalu ia meraih ponsel tersebut.
" Mas Rehan? ngapain lagi dia, "ujar Ayu dengan malas lalu ia mengangkat telepon tersebut.
[ Halo Ayu]
[Apalagi mas, ngapain kamu menelpon malam-malam begini?] tanya Ayu to the point membuat rehang langsung berpikir sejenak.
entah kenapa ia merasa butuh teman curhat sekarang ini.
[Bagaimana menurut kamu jika saya ingin menikah?] tanyanya membuat Ayu langsung mengerutkan keningnya.
__ADS_1
[Kalau aku mah nggak Nggak masalah Mas intinya sekarang kita selesaikan dulu sidang itu, kan aku udah bilang dari awal. mau kamu menikah, mau kamu ngapa-ngapain itu bukan urusan aku, yang penting surat cerai kita resmi, kamu bisa menikah lagi dan begitupun denganku] jawab Ayu membuat rehan kaget dan tak membayangkan jika Ayu berfikir seperti itu ,mengambil keputusan secepat itu Rehan sangat keberatan dengan keputusan Ayu saat ini.