Tak Sanggup Hidup Denganmu

Tak Sanggup Hidup Denganmu
Rasa kesal Rehan


__ADS_3

"Ya elah pak, spil gak papa kali"


"Saya dan Ayu beda 4 tahun karena saya dulu sempat beberapa kalai pindah sekolah. Ayu kelahiran 1997 dan saya 1993, "jawab Aldi dengan leluas membuat Ayu kaget.


'kak Aldi tahu tahun lahirku, 'ucapnya dalam hati sambil memperhatikan Aldi.


'Aldi kenala Ayu sejak kapan sih, kok sepertinya sampai akar-akar Ayu juga dia tahu.


Aldi ingin menikahi Ayu minggu ini yang benar saja.'lagi-lagi Rehan hanya mendumel dalam hati.


"pak nanti kalau pas acaranya kami di undangan kan,'


"Insya Allah semuanya akan saya undang ya, "jawab Aldi membuat kariawannya tersenyum bangga melihat CEO mereka.


"Acaranya akan di adakan di mana pak? Di rumah mempelai perempuan atau di rumah mempelai laki-laki ."


"Berhubung saya dan Ayu sama-sama anak yatim piatu, mungkin seperti acaranya klau nggak di rumah saya, insya Allah di gedung doakan saja yang terbaik. "membuat kariawan mengangguk sedangkan Ayu malah kaget.


'kak Aldi yatim piatau juga, sejak kapan? 'ucapnya dalam hati.


"Good luck lah pak sampai hari h, ditunggu surat undangannya."


"iya,doakan saja dan mohon kerjasamanya demi kelamgsungan kerja sama perusahaan ini.


Ayu ada yang mau di tambahkan lagi? "tanya Aldi membuat Ayu kaget lalau menggeleng.


Ia adalah tipe perempuan yang introvet yang tidak terlalu bisa berhadapan dengan banyak orang, makanya dari tadi Ayu lebih memilih untuk tunduk.


"Yakin nggak ada, nggak mau kenalan gitu dulu? "lagi-lagi Aldi membuat Ayu deg-degan, bahkan tanpa sadar ia memegang lenagn Aldi yang berbalut jas.


"Udah kak, "ucap Ayu pelan membuat Aldi terkekeh lalu mengangguk.


"Ya udah saya sembutan sebentar lagi ya, kamu temanin saya di sini ya. "ucap Aldi menjauhan mikrofon dari mulutnya, yang di balas anggukan oleh Ayu.


Nita yang melihat itu hanya senyum-senyum ,karena Ayu dan Aldi tampak sangat serasi.


"Anty.. umi,"ucap Ibrahim sambil menunjuk kedepan, membuat Nita tersenyum lalu mencium pipi anak kecil itu.


"Iya sayang umi lagi di depan, kita di sini dulu aja ya, "ujar Nita sambil memeluk eret Ibrahim.


"Umi pain Anty? "lagi-lagi Ibrahim bertanya membuat Nita gemas.


"Umi lagi ngapain? um.. lagi nemenin om Aldi sambutan sayang, "jawab Nita membuat anak itu mengangguk.

__ADS_1


"Anty minum, "ucap Ibrahim membuat Nita langsung mengambil aqua gelas yag ada di depannya.


"nih "


Tiba-tiba ada laki-laki yang duduk di samping mereka.


"huh.. "terdengar suara orang menghembuskan nafas lega, seperti orang ngos-ngosan membuat Nita menoleh kebelakan.


"Kak Edi"panggil nita membuat Edi menoleh.


"Eh Nita kamu di sini juga, saya udah panik banget kirain acaranya udah selesai."ucap Edi sambil mengusap keringatnya, membuat Nita tersenyum lalu menggeleng.


""Belum kak, bentar lagi selesai sih kayaknya, "jawab Nita membuat Edi mangut-mangut.


"Kamu kerja di kantor ini?" tanya Edi menbuat Nita kembeli menoleh.


"enggak kak, aku cuman di ajak oleh Ayu aja ke sini, sama di suruh kak Aldi untuk menghadiri acaranya. "jawab Nita membuat Edi mengangguk.


"itu Ayu bukan di depan? "tanya Edi yang sedari tadi memperhatikan Ayu.


"hum kak Aldi lagi mengumumkan pernikan mereka, yang akan di laksanakan dalam waktu yang dekat. "jawab Nita membuat Edi kaget.


Deg!


"hum, Ayu menerima lamaran kak Aldi," lanjut Nita membuat Edi mengangguk-anggukan kepalanya.


"oalah gitu, "ucap Edi


Tidak lama kemudian, Aldi selesai dengan sambutannya, lalu ia terlebih dahulu agar bisa membantu Ayu.


Ayu perlahan turun, namun tidak sengaja ia meningjak gamisnya. Alhasil Ayu terpeleset membuat Aldi membuat sigap untuk meraih tubuh mungil itu.


"Ah... So sweet banget meleyot deh!"


"hah? boleh pingsan gak? "


"kayak lagi ekting drakor merekanya eh elah...


"Gila sih ini harus di abadikan"


"Mana cantik dan ganteng, pengen banget deh kayak gitu. "


"Pen teriak... sisain cowok yang ke gitu satu. "

__ADS_1


"ma.. maaf kak, aku belum terbiasa memakai high heels, tapi Nita yang menyuruhku tadi untuk memakai ini. "Ucap Ayu malu, ia berpegangan pada Aldi lalu kembali berdiri.


"nggak papa, ya udah sini pegangin saya."ucap Aldi, lalu ia membantu Ayu berjalan hingga kembali ke temoat duduk mereka.


Jangan tanya apa kabar denagn Rehan, bahkan ia sudah keringatan menahan amarahnya sedari tadi ingin marah tapi tidak bisa di gapai lagi. paling tidak menggertak Ayu biar amarahnya bisa tersalurkan, namun hal itu juga tidak bisa ia lakukan.


"kamu sakit mas,kok kamu keringat dingin gini? "tanya Desi kaget saat Rehan melap keringatnya denagn tisu.


Desi meletakkan tangannya di kening Rehan membuat Rehan langsung menjauhkan wajahnya.


"nggak hanya gerah aja, "jawab Rehan sekilas, lalu kembali melonggarkan dasinya yang tadi sempat sudah di longgarkan.


"ekhem... ekhem, "iya juga mendem tenggorokannya yang terasa sangat tercekat swperti padang mahsyar.


'Mas Rehan kenapa sih? cemburu berat ngelihat Ayu? bener-bener kayak cacing kepanasan dari tadi,nggak bisa diam.'ucap Desi dalam hati sambil memperhatikan Rehan.


"kalau kamu sakit kita pulang sekarang aja, "lanjut Desi membuat Rehan langsung menggeleng.


"Enggak, aku nggak papa, aku ke toilet sebentar. "ujar Rehan lalu bangkit dari duduknya.


Saat ia berjalan tidak sengaja Rahan melihat kearahnya, tapi dengan cepat Ayu mengalihkan pandangannya .


Sampai di toilet, Rehan langsung membasuh wajahnya berkali-kali lalu melihat dirinya di kaca.


"Apa yang terjadi padaku?kenapa aku sangat tidak suka melihat itu.


Apa aku mencintai Ayu? Tapi rasanya nggak, jika enggak kenapa harus aku cemburu."Rehan berbicara dengan dirinya sendiri sambil berusaha menghilangkan wajah Ayu dari pikirannya.


"Astaga....apa ini, kenapa Ayu di mataku sekarang sangat cantik .padahal dulu aku melihatnya dia biasa-biasa saja bahkan aku enggang melihatnya.Apa aku di pelet oleh nya?"lagi-lagi Rehan bberbicara sendiri.


"ekhem... "tiba-tiba ada yang masuk, membuat Rehan langsung mengambil tisu untuk melap wajahnya.


Tehan keluar dari toilet tidak sengaja, berpapasan denagn Ayu yang juga sedang buru-bru ke toilet.


"Ayu.... "panghil Rehan membuat Ayu berhenti lalu menoleh, dengan cepat Rehan langsung mendekatinya.


"Berubah ya kamu sekarang? Ayu yang dulu pernah aku kenal, benar-benar sanagat berbeda dengan sekarang.


Dulu kamu perempuan yang sangat polos dan penurut, tapi sekarang sudah berbanding terbalik.


Ada apa denganmu Ayu? Tidaklah akmu ingat wasiat orang tuamu. orang tuamu hanya mempercayai aku sebagai suamimu Ayu, kamu harus ingat itu sampai kapan pun. "


Terang Rehan panjang lebar, membuat Ayu langsung menaikkan alisnya sebelah, lalu ia menarik nafas dalam-dalam.

__ADS_1


__ADS_2