
"om.. "panggil Ibrahim pelan membuat Aldi tersenyum sedikit lalu ia pura-pura tidak mendengar.
"Om... "Lagi-lagi anak kecil itu memanggilnya namun kali ini Ibrahim memegang pundak Aldi membuat Aldi langsung menoleh.
"ada Ibrahim, lagi ngapain jagoan ." tanya Aldi lalu ia mengangkat Ibrahim ke pangkuannya.
"Obil obil Om." jawab anak kecil itu tersebut membuat Aldi langsung tertawa.
"Oh...Ibrahim lagi main mobil-mobil, ucap Aldi memperjelas yang dibahas Ibrahim.
tiba-tiba Anak kecil itu memeluknya membuat Aldi sedikit kaget. tapi detik kemudian ia tersenyum, lalu mengusap kepala Ibrahim ia tahu pasti anak itu sebenarnya butuh kasih sayang seorang ayah.
'jadi anak yang baik budi ya, jangan berisi sifat ayahmu. 'ucap Aldi dalam hati sambil memperhatikan Ibrahim yang mulai terlelap.
"udah Kak, ayo berangkat. "ucap Ayu tiba-tiba membuat Aldi menoleh ke belakang.
lagi-lagi ia terpanah melihat kecantikan Ayu, perempuan itu namun tidak pernah berlebihan , tapi auranya yang sangat positif membuat siapapun melihatnya jadi damai.
"Masya Allah... "Puji Aldi tanpa sadar.
" Masya Allah kenapa kak? "Tanya Ayu membuat Aldi sadar, lalu menggeleng.
"itu bunga yang di belakang kamu bagus banget ayu. Masya Allah bagus banget," jawab Aldi mengalihkan pembicaraan, membuat Ayu langsung menoleh ke belakang melihat bunga tersebut.
"Oalah ini mah bukan Bungaku Kak, ini mah punya Nita, Nita tuh suka banget sama bunga. "jawab Ayu detik kemudian ia melihat Aldi sedang menggendong Ibrahim.
" Ibrahim Kenapa Kak, kok digendong?" tanya Ayu begitu aldi berdiri.
"ini udah tidur, "jawab Aldi menunjukkan Ibrahim membuat Ayu langsung tersenyum.
"Ya ampun... Kayaknya kecapean main seharian," gumam Ayu lalu ia mendekati Aldi lalu mencium putranya.
" sini biar aku gendong aja Kak, nggak mungkin juga Ditinggal nggak ada Nita Soalnya di rumah." jawab Ayu
tanpa membuang waktu mereka langsung berangkat melihat tanah tersebut.
Setelah 15 menit perjalanan akhirnya mereka sampai ke lokasi, dari kejauhan Aldi melihat temannya sudah menunggu di sana.
" Edi..." Panggil Aldi membuat Edi yang sedang fokus dengan ponselnya langsung mendongak.
__ADS_1
" eh Aldi Akhirnya Datang Juga ." jawab Edi yang dibalas anggukan oleh Aldi.
"tanahnya yang mana? "tanya Aldi membuat Edi langsung menunjuk sebelahnya.
"ini..."
Ayu langsung diam Sejenak melihat tanah itu yang luas . padahal Ia hanya ingin membeli tanah cukup satu rumah saja.
" Kak , "Panggil Ayu pelan membuat Aldi langsung menoleh ke samping.
" kenapa Yu?"
" Duh kak maaf banget ini, kayaknya aku nggak jadi deh beli tanahnya ini luas banget, aku nggak punya uang untuk membayarnya. aku tuh cuman butuh tanah yang sederhana aja Kak, Tidak usah terlalu luas banget." ucap Ayu kalau membuat Ali mengangguk paham
" ini tanahnya berapa? "Tanya Aldi pada Edi membuat Edi langsung berpikir sejenak .
" Harusnya sih 200 juta Cuman karena kamu teman saya nggak papa 180 aja. "jawabnya dia membuat Ayu langsung syok, rasanya Iya langsung sulit bernapas mendengar angka sebanyak itu.
'200 juta sampai kapan aku bisa mengumpulkan uang sebanyak itu.'ucap Ayu dalam hati, lalu ia mengalihkan pandangannya.
dia melihat Aldi yang sedang mengotak-atik ponselnya begitupun Edi.
" ini ya... saya udah bilang sama sekretaris Saya untuk mentransfer uang ke rekening kamu nanti tunggu kabarnya aja." ucap Aldi membuat Ayu langsung kaget.
"Oh ya, ini Kamu kan udah biasa nih jual tanah dan juga pasti udah sering lah mengubah kali ghibah, atau pindah nama. kamu pasti udah biasa kan "ucap Aldi dibalas anggukan oleh Edi.
"Nah ... saya minta tolong surat ini Tolong diganti atas nama Ayu."
Deg!
"Kak... Ak... "
Ayu langsung cepat berfikir, jika Aldi mengganti nama akta itu menjadi namanya otomatis ia akan berhutang dengan Aldi.
"kenapa Yuk kok panik gitu?" tanya Aldi membuat Ayu langsung muka memalas, aku nggak punya uang sebanyak itu, tolong jangan buat aku berhutang. "ucap Ayu dengan nada malas membuat Aldi langsung tertawa.
" Ayu kamu tidak berhutang . santai ya, di sini kamu tidak berhutang, kamu tidak ada hutang apapun sama saya murni ingin membelikan Tanah ini buat kamu tegas Aldi.
Deg!
__ADS_1
"tapi Kak..."
" Please tolong terima pemberianku, aku tahu kamu sudah lama banget ingin punya tanah bukan? "tebak Aldi membuat Ayu langsung mengangguk.
"dan... "Aldi menggantung ucapannya membuat Ayu penasaran.
" dan ? ulang Ayu
"dan selamat ulang tahun Ayu Az-zahra semoga yang terbaik selalu menyertaimu" ucap Aldi membuat Ayu langsung mematung.
ia mencoba mengingat tanggal ulang tahunnya dan benar saja hari ini ulang tahun.
" Kak... Kakak kok tahu?" Tanya Ayu bingung membuat Aldi langsung tersenyum, lalu menunjuk ke arah belakang Ayu ,dengan ragu ayo langsung berbalik.
"Selamat ulang tahun Ayu ."ucap Nita dengan kado di tangannya membuat Ayu refleks menutup mulutnya, tidak kuat menahan air matanya .
" Nita" ucap Ayu membuat Nita langsung mendekati Ayu, lalu merangkul pundak temannya tersebut.
"Selamat ulang tahun Tuan Putri, jangan sedih-sedih lagi . jadikan tahun ini adalah awal kebahagiaan untuk kamu yu."ucap Nita membuat Ayu langsung menunduk menangis sesungguhkan.
pasalnya dirinya sendiri pun tak ingat jika hari ini adalah ulang tahunnya. Nita yang melihat itu langsung tersenyum.
Nita memberikan kado pada Aldi sejenak lalu ia menarik Ayu ke pelukannya.
"Makasih Nita" ucap Ayu sambil memeluk Nita erat yang dibalas anggukan oleh Nita.
" Iya Sayang, jangan sedih-sedih lagi toh tanah yang kamu inginkan sudah tercapai, itu mahal harganya"bisik Nita membuat Ayu kaget
"Maksud kamu?" tanya Ayu melepaskan pelukannya membuat Nita cengengesan.
" hehehe maaf ya Yu Sebenarnya aku dan Kak Aldi itu sering ngobrol tentang kamu lewat chat sih.
dan kemarin aku bilang kamu mau ulang tahun, kata Kak Aldi dia bingung mau ngasih apa .
cerita lah aku kalau kamu itu pengen banget punya tanah dan dan kamu diberikan tanah ."terang Nita membuat Ayu langsung menggeleng tidak percaya dengan ulah temennya itu.
" jadi nih ulah kamu? asal kamu tahu Nita, aku udah takut banget berhutang, jantungku sampai deg-degan, Bagaimana aku bisa membayar hutang sampai 200 juta ." ujar Ayu dengan kesal membuat Nita langsung terkekeh.
"namanya juga prank Ayu, kalau kamu nggak deg-degan kan nggak prank namanya, "
__ADS_1
membuat Ayu langsung mencekan bibirnya.
" lain kali jangan kayak gini ,Ibrahim aja ulang tahun Enggak aku prank loh. "ucao Ayu dengan bibir manyum membuat Nita dan Aldi terkekeh.