Tak Sanggup Hidup Denganmu

Tak Sanggup Hidup Denganmu
Sinta Dan Rika menghadiri pernikah Ayu dan Aldi


__ADS_3

"Tentu saja lah ,dia sudah tidak punya waktu untuk merawat diri karena harus mengcari uang.


Beda waktu dulu sama abang kamu, dia tahunya di rumah doang menghabiskan uang dan berdandan. "jawab Sinta yag membuat Rika mangut-mangut


"Jadi nggak sabar pengen liat dia, pengen ngetawain dia sih lebih tepatnya. "lanjut Rika dengan remehnya yang di balas anggukan oleh Sinta.


"ya udah buruan... nanti abang kamu datang, janagn sampai mereka nunggu, nanti istrinya ngomel-ngomel lagi. "suruh Sinta yang di balas anggukan oleh Rika.


"oya ih... aku ampun banget punya kakak ipar uang sekarang ma.


Mana mah sombong, jutek, kalau kita datang nggak pernah dihargain. Disuruh bikin minum sendir, dia malah ongkang-ongkang kaki beda sama kak Ayu. "Timpal Rika membuat Sinta langsung menghembuskan nafas kasar.


"sudalah biarkan saja, itu karena belum tau aja kalo Rehan ngamuk. "jawab Sinta


Sama halnya dengan Sinta dan Rika, Desi dan Rehan juga sedang siap-siap. Tidak lupa Rehan memilih pakain terbaiknya agar ia tidak kalah dengan Aldi, begitu juga dengan Desi. ia memilih pakain yang paling mahal.


"Mas kamu yakin mau bawa ibu dan adik kamu? "tanya Desi saat mereka sedang siap-siap, membuat Rehan langsung menoleh lalu menatap tajam istrinya tersebut.


"Memang kenapa? salah kalau aku bawa ibu sama adikku? "tanya Rehan tersinggung membuat Desi mengedikkan bahunya.


"ya nggak apa-apa sih, cuma ya keramain aja. "jawab Desi membuat Rehan langsung mengerutkan keningnya.


"Tidak usah memperkru suasana Desi, aku sudah meminta izin pada Ayu dan Ayu mengizikan itu. "lanjut Rehan membuat Desi langsung melotot.


"apa kamu bilang mas? kamu menghubungi Ayu utntuk meninta izin?


Murahan sekali perempuan itu masih membalas cht laki-laki yang bukan muhrimnya. ."ujar Desi dengan remehnya, membuat Rehan langsung mengcengram tangan istrinya tersebut.


"akh... "ringis Desi membuat Rehan langsung menatap tegas istrinya.


"apa maksud kamu ngomong seperti itu? Ayu tidak seperti yang kamu bayangkan Desi.


Dia tidak pernah sombong kepada orang, sekalipun dia sudah kecewa denganku, tapi dia tidak pernah sekali pun membenci atau membalas dendam padaku.


Sampai di sini kamu paham? jadi tolong lain kali mulut kamu kalau ngomong, lihat dulu siapa yang ingin kamu caci maki. "ucap Rehan dengan tegas membela Ayu mmebuat Desi kaget.


"mas! " bentak Desi sambil menghempaskan tangan Rehan dengan kuat membuat Rehan langsung tersadar.


"apa yang barusan kamu lakukan, hah? kamu sampai menyakitiku demi membela mantan istri kamu itu. "bentak Desi membuat Rehan langsung terdiam.

__ADS_1


"mas, penyesalan selalu datang di akhir, dulu kamu mengatakan dia norak, tidak bisa berdandang, kamu muak melihatnya.


Sekarang apa yang kamu lakukan? kenapa kamu malah membela-bela dia, ingat mas nasi sudah jdi bubur.


Hari ini dia sudah resmi kadi istri orang dan aku harap kamu tidak melakukan hal aneh-aneh.


Jangan sampai setelah kehilangan dia, kamu juga akan kehilangan aku mas, camkan itu! "Bentak Desi sambil menunjuk wajah Rehan,lalu ia keluar dari kamar terlebih dahulu tidak luoa membangting pintu.


Brak!


"huh....Ya Tuhan apa yang ku lakukan, "gumam Rehan sambil mengusap wajahnya.


Rehan langsung duduk di sisi ranjang sambil termenung membayangkan jika Ayu hati ini betul-betul resmi menjadi istri orang.


"Ayu aku tidak tahu apa yang terjadi pada diriku, tapi jujur aku tidak ikhlas kamu menikah dengan orang lain.


Aku tidak mengerti apakah aku sekarang menyadsri perasaanku padamu atau ini cuman rasa kasihan aja aku tidak mengerti Ayu huh... " lagi-lagi Rehan berbicara pada dirinya sendiri sambil mengusap wajah.


Rehan mengambil ponselnya lalu ragu-ragu ia mengrtikkan pesan untuk Ayu.


[ Ayu]


1 menit, 5 menit kemudian Ayu belum kunjung membalas pesan Rehan, membuat Rehan langsung melemparkan ponselnya ke ranjang.


"Ayu kenapa nggak bales sih, Ya udalah mending berangkat sekarang. "ujarnya lalu iabkembali mengambil pomselnya kemudian memasukkan ke dalam saku jas nya.


Rehan keluar dari kamar, ia melihat Desi sedang mengotak atik ponselnya. saat Desi melihat Rehan, buru-buru Desi mrnutup ponselnya lalu ia bangkit dari duduknya.


Rehan yang melihat itu hanya menghembuskan nafas panjang.


"jangan lupa kunci pintu dan jendela, "suruh Rehan yang di balas deheman oleh Desi.


Tanpa membuang waktu, mereka langsung berangkat. sebelumnya Rehan kerumah orang tuanya terlebih dahulu menjemput Sinta dan Rika.


****


Di sisi lain Ayu benar-benar deg-degan menunggu proses ijab kabul selesai.


"kok lama ya Nita, apa kak Aldi susah ngucapin nama aku ya?" tanya Ayu panik membuat Nita tertawa.

__ADS_1


"Sabar lah... kak Aldi nggak seperti yang kamu bayangkan. Tadi itu pas aku ke bawah, katanya pak penghulu belum datang, sekarang mah kayaknya udah. "jawab Nita membuat Ayu mangut-mangut.


"oh gitu"


"Tenang Yu, duduk dulu insya Allah kak Aldi bisa kok. orang semalam katanya dia udah latihan mengucapkannya dalam satu nafas. "ujar Nita menbuat Ayu mangut-mangut.


"Tapi kalau dia nggak bisa gimana ya," lagi-lagi Ayu khawatir membuat Nita hanya bisa geleng-geleng kepala.


sah!!!


Deg!


"Nita itu...


"Aku bilang juga apa Yu, kak Aldi sangat excited loh menikahi kamu.


Nggak mungkin dia menyia-nyiakan kesempatan bagus ini, apa lagi kamu juga sudah istikharah.


Dan kamu nelihat yang datang adalah kak Aldi, insya Allha pasti Allah beri jalan. "ucap Nita membuat Ayi langsung mengangguk.


"Ya udah sekarang siap-siap ,lihat dulu ada yang perlu di perbaiki nggak make up kamu.


pasti sebentar lagi mereka kesini. "suruh Nita, membuat Ayu langsung kembali duduk di meja rias lalu menatap wajahnya di pantulan kaca.


"udah Nita, wajah aku udah cantik banget kamu poles. Makasih banyak ya sahabatku aku nggak tahu, tanpa kamu aku bagai mana. "ucap mmebuat Nita tersenyum, lalu bangkit dari duduknya, kemudian ia mengakungkan kedua tangannya di leher Ayu.


"sama-sama, saling mendoakan aja untuk kita. "


tok! tok! tok!


"Tuh udah dateng ayo. "ajak Nita membuat Ayu langsung memegangi dadanya yang dag dig dug tidak karuan.


"haha... Gimana sih? tadi kamu panik katanya kak Aldi belum datang-datang, ini udah datang malah deg-degan."ledek Nita membuat Ayi tersenyum.


"Aku juga tidak mengerti dengan diriku sendiri Nita, "lanjutnya membuat Nita langsung terkekeh lalu menggandeng tangan Ayu.


"yuk"


"umi... "panggil ibrahim membiat Ayi dan Nita menoleh.

__ADS_1


"sini sayang peganh tangan umi, "ajak Ayu membuat ibrahim beranjak dari duduknya.


__ADS_2