Tak Sanggup Hidup Denganmu

Tak Sanggup Hidup Denganmu
rindu sifat lembut Ayu


__ADS_3

"Cukup mas, aku tidak ingin mengungkit masa lalu kita sedikit pun. Aku sudah bahagia dengan hidupku yang sekarang.


Dan aku yakin orang tuaku akan tersenyum jika melihatku bahagia, begitu pun sebalaiknya.


Ketika melihatku tersiksa dan menangis ,pasti orang tuaku juga merasa bersalah sudah menjodohkanku dengan orang yang salah. "jawab Ayu mmebuat Tehan kaget.


"Maksud kamu apa Ayu?Aku jodoh yang salah? "tanya Rehan tidak terima dengan ucapan Ayu barusan.


"Sekarang introspeksi diri aja nas, terlebih katanya kamu sudah punya kehidupan baru. pesanku cuman satu, jangan pernah menyia-nyiakan istri kamu sama seperti aku dulu.


Masalah aku berubah dan tidaknya itu masalah waktu, materi dan isi hati, aku sangat bersyukur dengan kehidupannku yang sekarang.


Jadi, aku harap kamu menghargai ke putusanku. Toh aku juga tidak pernah menghalangimu untuk melakukan apa pun, "Terang Ayu, ia melangkah hendak meninggalkan Rehan.


"Yu... "tiba-tiba Rehan menarik tangannya,membuat Ayu kaget lalu buru-bru menghempaskan tangan Rehan.


"Jangan pernah menyentuhku mas."Kesal Ayu .


"kenapa? apa cuman Aldi yang boleh menyentuhnya? "tanya Rehan mmebuat Ayu geleng-geleng.


"Cukup mas, aku tidak ingin berdebat denagnmu, "lanjut Ayu kemudian ia kembali melangkah.


"Ayu aku mencintaimu"


Deg!


Ayi berhenti kemudian berbalik, derik kemudian bibirnya menyunggingkan senyum, lalu ia melipat kedua tangannya.


"Benar ya mas apa kata orang-orang, penyesalan selalu datang di akhir.


Mau kamu sujud syukur pun itu sudah tidak ada gunanya lagi.


padahal sepanjang pernikahan kita, itu adalah waktu yang lama 4 tahun, kamu tidak pernah sekali punengucapkan kata-kata itu padaku. "Lanjut Ayu lalu ia pergi meninggalkam Rehan begitu saja.


Rehan yang melihat itu langsung tersadar, ia tidak tahu kenapa bibirnya bisa refleks mengatakan hal itu semua. Tanpa mmebuang waktu ia langsung berbalik...


Deg!


Seketika Rehan mematung ketika Desi memperhatikannya denagn tatapan yang tidak bisa di artikan.


Tanpa membuang waktu Rehan langsung mendekati istrinya itu.

__ADS_1


"Pantas kamu lama ya mas? ternyata kamu sedang menggoda mantan istri kamu itu di sini? "Ujar Desi membuat Rehan mengusap wajahnya sekilas.


"Sudalah tidak perlu di bahas lagi, "jawab Rehan mengalihkan pembicaraan.


"Harus si bahas dong mas! Untuk apa aku menikah denganmu,jika kamu menyatakan perasaan pada orang lain, apa aku cuman pelampiasanmu?


Kamu pikir aku boneka mas? seenaknya bilang tidak perlu di bahas lagi."cecar Desi membuat Rehan gegalapang.


"itu hanya ekting Desi, Aku hanya ingin mengujinya saja tidak lebih, benarkah ia ingin menikah dengan Aldi atau cuma alibinya saja."Jawab Rehan bohong membuat Desi langsung memicingkan matanya.


"O iya kah? kamu ingin mengujinya atau cemburu?"Tanya Desi denagan tatapn selidik.


"Iya sudalah, ayo kota pulang. "lanjut Rehan lalu ia menarik tangan Desi keluar dari kantor Aldi, sebelum ia dan Desi bertengkar hebat.


Tanpa mereka sadari Ayu mendengar obrolan mereka dari dalam toilet.


"Dasar laki-laki yang tidak bertanggung jawab,sesuka hati membalik balikkan fakta. "ucap Ayu pelan lalu ia keluar dari dalam.


Selama perjalanan, hanya ada keheningan di antara keduanya.Rehan sesekali melirik Desi, sedangkan Desi melah membuang pandamgannya ke arah jendela mobil.


"Kamu masih marah? "tanya Rehan membuat Desi langsung menerutkan keningnya.


"Kamu msih nanya aku marah atau nggak? mas aku peringarin kamu ya, aku nggak akan segang-segang ninggalin kamu kalau seperti ini terus. "Ancam Desi membuat Tehan menghembusakan nafas pan8.


"Kalian dari mana aja? dan kamu sebagai istri kenapa kamu malah ikut-ikutan, bukannya di rumah saja. "cecar Sinta membuat Desi mengerutkan keningnya lalu melipat kedua tangannya.


"kenapa aku ikut-ikutan? tanya pada nanakmu, "jawab Desi dengan ketus, lalu ia membuka pintu masuk terlebih dahulu tanpa mempersilahkan mereka masuk.


"Astaga... segitunya akhlak istri kamu, "keaal Sinta membuat Rehn langsung menenagkan ibunya tersebut.


"Nggak ma, itu Desi lagi capek aja, ya udah ayo kita masuk ke dalam. "ajak Rehan lalu ia mempersilahkan orang tuanya masuk.


"Ya Tuhan ini rumah sepertinya tidak pernah di sapu, banyak sekali debu. "omel Sinta merasa jijik.


sedangakn Rehan menyusul Desi ke kamar, nggak tahu pasti Desi sedang mengurung diri di kamar.


ceklek!


"Sayang kamu di sini sih? itu kan orang tuaku ada di depan? "tanya Rehan mulai lembut, membuatDesi menoleh dan meletekkan ponselnya sejenak.


"Terus maumi aku harus gimana? "tnya Desi lagi, membuat Rehan melepasbjasnya.

__ADS_1


"setidaknya kamu ajak nobrol atau bikin minum sama mereka. "jawab Rehan membuat Desi memutar mata memalas.


"Itu kan orang tua kamu mas, pasti sudah sering kesini. ngapain harus seperti itu, suruh aja kedapur bikin sendiri. "jawab Desi dangan ketus membuat Rehan kaget.


deg!


"Desi kamu"


"Apa?"bantah Desi membuat Rehan langsung menghembuskan nafas kasar, lalu ia memilih keluar dari kamar dan membuat minum sendiri pada orang tunya.


'Ayu saya benar-benar kangen dengan sifat lembut kamu,'ucapnya dalam hati sambil bikin minum.


Sinta kebelet pipis langsung buru-bru ke kamar mandi. namun detik kemudian langkanya terhenti saat melihat Rehan swdang mmebuat minum.


"Kamu ngapain Rehan? istri kamu mana? kenapa kamu yang di dapur? "cecar Sinta membuat Rehan langsung menoleh kaget.


"Ini mah lagi buat minum, Desi kayaknya kecapean sekali jadi tidak mau membuatkan minum. "jawab Rehan dengan sedikit lesu, mmebuat Sinta naik pitam.


'Bisa-bisanya di membuat anakku seperri babu, 'umpat Sinta dalam hati.


Tanpa mmebuang waktu, Sinta langsung berjalan tergopoh-gopoh ke kamar Rehan.


brak!


Sinta membuka pintu dengan kasar membuat Deai kaget, lalu ia menoleh ke arah pintu. Sinta langsung menatap tajam mennarunya itu, karena Desi sedang mengotak atik ponselnya.


"Oh ternyata begini kelakuan kamu ya sama anak saya! berani-beraninya kamu menjadikan anak saya babu!


Kamu itu tidak ubahnya seperti seorang pengemis yang di bawa ke rumah ini, jadi jangan sok jadi ratu kamu ya.


Mana mah akhlak nya sangat minim sekarang kelakuannya lagi begini. "Bantak Sinta membuat Desi langsung menaikkan alisnya sebelah.


"Mohon maaf ini mama mertua...


Mama bilang apa tadi ,pengemis? apa aku nggak salah dengar?


Aku bisa kerja loh, aku nggak bituh uang mas Rehan tapi kewajibannya memberiku makan.


Jadi mau tidak mau harus mencukupi semua kebutuhanku, tolong jaga mulutmu. "ucap Desi dengan tegas sambil menunjuk wajah Sinta mmebuat Sinta melotot.


"Dasar menantu kurang ajar! diaman letak sopan santun kamu.

__ADS_1


Ayu aja 4 tahun di sini, dia tidak pernah sedikitpun mmebentakku, apa lago menunjuk-nunjukku seperti iti, "lanjut Sinta membuat Desi melipat kedua tangannya, lalu menaikkan alisnya sebelah.


__ADS_2