
"Lantas... kalau Ayu menantu terbaikmu. kenapa kamu menceraikan anakmu dan Ayu? apakah kamu iri dengan kebaikan Ayu oh... tidak, kamu merasa kalah cantik dengan Ayu, benar wanita tua? "lanjut Desi dengan santainya meledek Sinta.
"Desi"bentak Rehan yang tiba-tiba saja datang dari belakanh Sinta membuat Desi kaget.
"Mas aku kasih tahu kamu, jangan pernah marah sebekum tahu dengan cerita aslinya. Mama masuk kamar main dobrak-dobrak pintu."ujar Desi mmebuat Sinta langsung menangis, lebih tepatnya pura-pura menangis
"Sakit hati mama Rehan hiks... Tega sekali perempuan ini mengata-ngatai mama padahal mama sudah tua.
"Jangan mengada ngada ma! "suara Desi mulai tinggi karena tidak suka di adu domba.
"Desi! cukup kamu sudah keterlaluan dengan mamaku seperti itu.kalau kamu tidak ingin membuatkannya minum, aku sudah membuatkannya.kamu tidak perlu membentak bentak mama. "bentak Rehan dengan tegas membuat Desi langsung menggeleng.
"Sudalah Tehan, mama pergi aja dari sini sepertinya mama sudah tidak di izinkan untuk datang ke rumah ini lagi.
Maaf kalai mama buat salah. "lanjut Sinta lalu ia keluar dari kamar, membuat Rehan langsung kaget lalu mengejar orang tuanya.
"mas... "panggil Desi yang tak dihiraukan oleh Rehan.
sedangkan Desi, ia masih belum percaya dengan kejadian situasi itu, ia benar-benar tidak percaya mertunya pintar berekting.
"Rasain perempuan kotor! "ucap Rika tiba-tiba membuat Desi langsung mengepalkan tangannya.
"Tutup mulut kamu anak kecil! aku tidak suci karena abangmu juga, kamu tahu pria brengsek itu abangmu yang telah merusakku.
tidak perlu memperkeru suasana, sekarang keluar dari kamarku. "usir Desi membuat Rika langsung melipat kedua tangannya.
"emang kenapa, ini kan kamar abang aku, rumah abangku, semuanya punya abangku kamu cuman numpang di sini paham? numpang. "lanjut Rika membuat Desi tersulut emosi lalu ia mendekati Rika...
plak!
"kurang ajar kamu, "bentak Desi membuar Rika langsung memegangi pipinya terasa pamas.
"ada apa lagi ini?"tanya Rehan yang tiba-tiba saja di belakang Rika.
"mas, kasi tahu keluargamu, jangan pernah menyamakanku dengan mantan istrimu.
__ADS_1
Ini aku tegaskan sama kamu, aku nggak mau di sama-sama kan kayak Ayu karena aku memang bukan Ayu.
Dan kamu, hanya sebagai ipar harusnya kamu tidak pernah ikut campur dengan masalah keluarga abang kamu," lanjut Desi sambil menunjuk Rika yang sambil menangis memegang pipinya.
tiba-tiba amarah Rehan benar-benar di puncak selama ia beruma tangga dengan Ayu
ia bahkan belum pernah melakukan kekerasan fisik pada Ayu, paling ia hanya membentak setiap harinya.
"Kamu nampar adikku?" tanga Rehan membuat Desi langsung menatap Rehan dengan mata menantang.
"kenapa? aku menamparnya karena ucapannya yang tidak bisa dijag__
plak!
"hah? "Desi kaget saat Rehan menampar pipinya, ia melihat Rehan menahan amarahnya yang naik turun.
"mas kam_ _
"dengar baik-baik Desi, aku bukan tipe laki-laki yang cepat melakukan kekerasan fisik terhadap perempuan.
Tapi kali ini aku menamparmu karena kamu kelewatan batas, berani-beraninya kamu sekaligus menyakiti ibu fan adikku. "Bentak Rehan membuat Desi langsung mendongak melihat suaminya itu.
"Mas aku tanya penyebab permasalahan kita ini apa? orang tua kamu dan adik kamu?
Jadi mulai sekarang, kamu suruh mereka jangan ikut campur dengan keluarga kita, kita dan mereka itu beda. "ujar Desi tidak mau kalah membuat Rehan langsung menggeleng.
"nggak,nggak pernah mereka adalah orang-orang yang benar-benar sayang sama aku, jadi siapa pun yang berani menyakiti mereka.
Akan berhadapan langsung denganku walaupun kamu istriku, camkan itu Desi! "lanjut Rehan lalu ia membawa Rika pergi, belum berapa langkah Rika kembali menoleh ke belakang lalu menjukurkan lidahnya ke arah Desi.
'hahha dasar keluarga tukang ekting, bisa-bisanya dia pura-pura kesakitan di depan Rehan. Benar kata ibu-ibu kompelks ini tenyata mertua ipar dan suaminya jahat. 'gumam Desi dalam hati sambil mengepalkan tangannya.
Di sisi lain setelah acara penutupan project itu selesai di laksanakan, Aldi membawa Ayu, Nita dan Edi juga ke restorannya.
"kalian pesanlah sesuka kalian asal habis, karena ini restoran kita. "ucap Aldi membuat Nita langsung tepuk tangan, sedangkan Edi terkekeh melihatnya.
__ADS_1
"ya... akhornya aku bisa makan gratis selama 3 hari, eh nggak deh seminggu seminggu.
Mantap ini nggak boleh di siasia in. "ucap Nita membuat Ayu menyenggol lengan temannya tersebut.
"kenapa Yi, nggak usah senggol -senggol, emang kak Aldi itu udah janji kalau lamarannya di terima sama kamu dia akan traktir aku makan gratis.
Dan kamu sudah menerimanya,terima kasih sahabatku kamu memberiku peluang untuk makan gratis. "ucap Nita dengan muka polos yang membuat Ayu langsung menggeleng
"kekanak-kanakan sekali kamu, "ucap Ayu membuat Nita langsung menoleh.
"Nggak apa-apa ya, sesekali kita itu harus bisa menyesuaikan diri dari kita agar tidak terlalu stres setiap hatinya.
Kita tuh harus bisa jadi anak-anak, menjadi orang dewasa, menjadi pemimpin, menjadi si bijak sana dengan hidup kita tuh bakal berwarna.
Nggak menonton aja gitu, Ayu juga nanti kalau kamu udah nikah dengan Aldi. kamu harus banyak belajar lagi dari kegagalan-kegagalan sebelumnya, "ucap Nita sambil berceramah dengan tangannya, membuat Ayu llangsung geleng-geleng lalu mengangguk.
"iya bu ustazah siap, nanti aku akan belajar lagi, aku belajarnya sama kamu nggak nanggung-nanggung. "jawab Ayu yang di balas jempol oleh Nita.
"Yu, "panggil Aldi membuat Ayu langsung menoleh.
"Menurut kamu, kita lamaran dulu baru nikah atau mau sekaligus lamaran sambil nikah dalam satu waktu? "tanya Aldi membuat Ayu langsung diam sejenak.
"um... menurut aku mending satu waktu sih kaka, jdi kan kayak nggak dua kali buang-buang duit.
kita kan menejemen keuangannya suka di hitung sih, jadi kalau sarang aku ya gitu.
nggak tahu kalau dari Ayu mah kayak gimana, mending satu waktu aja sekaling tempat yang sama, jadi semuanya kepake dalam sati waktu itu gitu.
jadi ya nggak hatus kerja dua kali, dan sisa uang yang satunya bisa buat kalian honeymoon ups sorry.. "jawab Nita panjang lebar membuat Ayu langs5malu.
"Nita"
"Iya benar Yu, bukan gimana-gimana sekarang tuh semuanya serba mahal, apa lagi masalh pernikahan.
Lihat aja manatan suami kamu, nikah aja kagak ada yang tahu sedikit pun saking pelitnya. "lanjut Nita membuat Ayu langsung tertawa begitu juga dengan Aldi.
__ADS_1
"em.. kalau aku seenaknya kaka aja mau gimana, aku ngikut aja. "jawab Ayu.