Tak Sanggup Hidup Denganmu

Tak Sanggup Hidup Denganmu
Rehan sensitif dan emosi


__ADS_3

"iya dia punya anak namanya Ibrahim, tapi mereka sudah nggak di sini lagi kesihan Ayu.


mertuanya jahat, iparnya jahat, suaminya juga jahat semoga ia bahagia setelah meninggalkan Rehan. "ucap salah satu ibu-ibu yang ada di situ membuat Desi langsung mematung mendengar itu.


"oh iya? mertua ,ipar sama suaminya jahat? kalau boleh tau jahatnya kayak gimana ya bu? "tanya Desi lagi, namun salah satu ibu-ibu menyenggol tangan temannya.


"jangan cerira semuanya atuh, nanti bahaya ke belakang kalau ada yang dengar."ucap ibu tersebut membuat Desi langsung mengeluarkan uang dari tasnya.


"nggak apa-apa ibu,semua belanjaan nya saya yang bayar, ceritakan aja."lanjut Desi membuat ibu-ibu saling melempar pandangan, lalu mereka mengceritakan kepada Desi.


Hampir 1 jam ia mendengarkan cerita ibu-ibu akhirnya ia pamit. Setelah ia masuk ke dalam mobilnya, Desi langsung menyandarkan kepalanya di sisi kuri mobil.


"benarkah? aku juga nggak yakin kalau Ayu yang bersama Aldi itu, seperti yang mas Rehan bilang karena kelihatan dia sangat polos.


Ok memang ayah yang terbaik, walaupun aku menikah dengannya setidaknya aku sudah tahu gambaran dari mertua dan ipar. Kita lihat saja siapa yang lebih jahat." guman Desi sambil tersenyum miring.


Tanpa membuang waktu ia menjalangkan mobilnya ke rumah Rehan. Di sisi lain Rehan yang baru saja bangun langsung kaget mendengar suara ketukan pintu.


tok! tok! tok?!


"siapa lagi yang datang pagi-pagi? apa jangan-jangan Ayu?"ucapnya dengan semangat.tanpa membuang waktu ,ia langsung mencuci mukanya lalu merapikan rambutnya.


ceklek


"Ay.....


ucapang Rehan terpotong, saat ia melihat bukan Ayu datang melainkan Desi.


"Ay siapa mas? "tanya Desi pura-pura tidak tahu, seketika Rehan langsung gegalapang.


"Sayang kok kamu bisa di sini? kamu tahi alamt rumah aku di mana? "tanya Rehan mengalihkan pembicaraan, membuat Desi langsung menaikkan alisnya sebelah.


"aku tahu dari adik kamu, aku tuh kerumah kamu tadi tapi katanya kamu ada di rumah sendiri. ya udah aku sampering ke sini, emang nggak boleh? kan kamu suka kalau aku datang. "jawab Desi mebuat Rehan langsung tersenyum.


"uya dong, aku pasti senang kamu datang." lanjut Rehan lalu mempersilahkan Desi masuk ke rumahnya.

__ADS_1


"Berarti kalau kita udah nikah tinggal disini ya? "tebak Desi membuat Rehan langsung mengangguk.


"iya kalau mau di sini nggak apa-apa. Tapi kalau kamu punya rumah yang lebih bagus mending kita tinggal di rumah kamu saja dari pada di sini. "jawab Rehan membuat Desi mangut-mangut


"hum gitu ya, mantan istri kamu siapa sih mas? "


jleb!


"hah? "


"iya aku nanya mantan istri kamu siapa?" ulang Desi membuat Rehan bingung.


"ngapain sih bahas-bahas dia, kan udah selesai nggak usah di bahas.


Mending kita bahas tengtang kita aja, ada satu hal yang ingin aku katakan sama kamu."ujar Rehan membuat Desi mengangguk.


"apa itu mas katakanlah? "


"sepertinya aku nggak bjsa kasi kamu mahar 20 juta sayang. "terang Rehan membuat Desi langsung kaget.


"lah kenapa? kamu bisanya kasih berapa? padahal gaji kamu sebulan lebih 20 juta deh. kamu nggak bisa gitu, ngasih gaji kamu sebulan aja buat maharku. "cecar Desi membuat Rehan langsung menyandarkan dirinya ke sofa .


"udah harus sama pesta?"ulang Desi memperjelas ucapan Rehan yang di balas anggukan oleh nya.


"atau nggak gini, nggak usah adakan pesta jadi 20 jutanya aku mahar ke kamu semuanya. jadi kita nikah di KUA saja."saran Rehan membuat Desi menggelengkan kepalanya.


"Gila kamu ya mas' kamu pikir aku apaan di nikahi begitu saja, gini-gini aku juga punya uang ya mas. "tiba-tiba emosi Desi naik membuat Rehan kaget.


"oh ya udah kalau kamu punya uang, biaya pestanya dari kamu aja."saran Rehan lagi membuat Desi mengangguk paham, ia baru melihat karakter asli Rehan.


'benar-benar ini laki-laki, kalau bukan kamu yang merusakku aku tidak akan mau menikah denganmu."ucap Desi dalam hati.


"Gaji kamu setiap bulan kamu kemanain mas?"tanya Desi merasa tidak suka dengan ucapan Rehan barusan.


Rehan yang mendengar itu langsung menatap tajam Desi, dari dulu dia memang sensitif ketika di tanyakan tentang uang.

__ADS_1


Rehan tidak ingin orang lain tahu tentang uangnya kecuali ia dan keluarganya yang tahu.


"untuk apa kamu nanya tentang uangku? itu kan mau aku kemanain juga ya hak aku dong, maksud kamu apa? "tanya Rehan mulai tidak suka membuat Desi tersadar dengan ucapannya.


'sial aku malah salah ngomong.'ucap Desi dalam hati lalu mulai merangkai kata-kata.


"nggak bukan gitu mas,maksud aku tuh... kan kamu tadi bilang lagi krisis. nah kok bisa apa kamu lagi buka usaha baru? "tanya Desi membuat Tehan diam sejenak.


"bukan urusanmu. "jawabnya ketus karena selama menikah dengan Ayu pun, Ayu tidak pernah menanyakan hal tersebut padanya karena itu adalah perjanjian mereka dari awal.


"oh ya, aku mau setelah kita menikah, kamu tak pernah menanyakan tentang harta, uang dan segala macam yang aku punya, karena aku sudah memberimu belanja dan menafkahimu.


Jadi di luar dari itu kamu tidak perlu bertanya aneh-aneh. "lanjut Rehan membuat Desi langsung panas dingin.


Rehan yang selama ini ia kenal lemah lembutnya, sekarang berubah jadi sensitif dan emosian.


"setuju nggak? "lanjut Rehan mau tidak mau Deso langsung mengangguk.


"ok, aku juga mau kamu tidak ikut campur dengan tentang uangku nantinya ya.kita punya uang masing-masing, gimana? "lanjut Desi membuat Rehan langsung memangcingkan matanya.


"itu urusan nanti, nggak usah di bahas sekarang. "jawab Rehan membuat Desi kaget.


'maksudnya urusan nanti apa?


benar-benar laki-laki ini play victim banget, 'ucap Desi dalam hati.


"yavudah deh mas kalau gitu aku pamit dulu, karena belum buka butik sekalian nanti mau ada shoot dulu. "lanjut Desi yang di balas anggukan oleh Rehan.


setelah Desi pulang, Rehan langsung mengusap wajahnya dengan kasar.


"apa yang barusan kamu katakan Rehan, akh... takutnya Desi tidak mau menikah gara-gara ucapanku tadi. "gumam Rehan dan menghela nafas panjang.


*****


Disisi lain sekitar jam 10.00,Nita pamit pada Ayu hendak keluar karena lagi ada urusan mendadak.

__ADS_1


"hati-hati ya Nita, jangan malam-malam pulangnya." ucap Yu yang di balas anggukan oleh Nita.


"iya Ayu. "


__ADS_2