
"nah kalau gitu sekarang kamu cari tahulah tanpa sepengetahuan Rehan catat Desi tanpa sepengetahuan Rehan.
Karena kalau kamu mencari tahu dengan cara bertanya dengan Rehan pasti nggak bakalan jadi dan tetap yang salah nanti selalu istrinya.
Padahal kamu tidak tahu sebenarnya kejadian apa atau masalah apa yang terjadi di rumah tangga mereka, sehingga rumah tangga mereka itu sampai retak. " lanjut Budi membuat Desi mengangguk.
"Iya yah nanti aku coba cari tahu." ujar Desi lalu naik ke atas, masuk kekamarnya.
"Mas Rehan memang gila...bagaimana bisa oya cuma memahati diriku dengan mahar 20 juta.
Sedangkan waktu kami pacaran saja dalam sehari bisa bisa menghabiskan beratus ribu bahkan berjuta, aneh sekali ini tidak masuk akal.!" umpat Desi dalam hati sambil mondar mandir, lalu ia menghempaskan tubuhnya ke ranjang.
"Kalau emang mas Rehan tetap kekeh ingin memahariku dengan 20 juta.
Oke tidak apa apa aku terima, tapu nanti setelah menikah, lihat saja aku akan menghabiskan uangmu. "ujar Desi lagi-lagi merasa kesal dengan ucapan Rehan tadi. Rasanya itu tidak sebanding dengan apa yang telah ia berikan pada Rehan selama ini.
Lain halnya dengan Rehan begitu ia sampai ke rumah orangtuanya Rehan langsung bercerita kepada Sinta dan Rika.
"ha.... abang memahari kak Desi 20 juta, mahal banget? sayang banget 20 juta udah bisa shoping dan happy-happy. " ucap Rika membuat Rehan langsung mengangguk.
"itulah...tapi ayahnya malah minta 50 juta, itu tawaran terakhirku kalai dia tetap tidak mau 20 juta, ya sudah cuamn tadi dia mau kok. " lanjut Rehan membuat Sinta langsung manarik nafas panjang.
"Ayu aja dulu maharnya 20 juta karena di bayarin oleh ayahmu. kalau misalnya kamu yang memahari 20 juta tidak akan rela itu.
tapi karena almarhum ayahmu sangat dekat dengan ayah Ayu itulah terjadi dan hasilnya istrinya tidak berguna." Timpal Sinta yang dibalas anggukan oleh Rika.
Rehan yang mendengar nama Ayu disebut, ia kembali teringat dengan pemberian Aldi pada Ayu tadi.
'Aldi tidak mengerti arti hemat kayaknya, masa kado aja sampai dikasih 200 juta, Astaga Dasar orang boros! lagi-lagi Rehan mendumel di dalam hatinya.
" tapi ya sudahlah, kalau memang sudah seperti itu daripada kamu lama juga menjadi duda mending kamu menikah aja sama Desi.
setidaknya kamu bisa pamer kepada Ayu, Kalau kamu bisa mendapatkan dan lebih cantik dan yang lebih segalanya daripada dirinya."terang Sinta dibalas anggukan oleh Rehan dan Rika.
" betul "jawab Rika setuju.
****
malam hari Ayu sudah selesai masak untuk Nita dan Ibrahim
"Nita kamu makan dulu tuh sama Ibrahim, udah selesai aku masak. "Panggil Ayu membuat Nita yang sedang nonton televisi bersama Ibrahim langsung menoleh.
" Ya ampun Ayu kamu masak ,Aku kira kamu lagi siap-siap, ya udah sana kamu siap-siap dulu kasihan nanti Kak Aldi datang kamu belum siap." suruh Nita yang dibalas Anggun oleh Ayu lalu ia masuk ke dalam kamar mandi.
__ADS_1
Tok! tok! Tok!
"paket"
" paket? perasaan aku nggak ada mesan paket apa Ayu mesan paket ya? "tanya Nita membuat Ibrahim mendongak lalu mengangguk.
"aket"
"Iya paket, tapi Umi kamu beli apaan nih aku ya" ucap Nita lalu ia bangkit dari duduknya.
Ceklek!
" atas nama Ayu Azzahra"
" Oh iya Mas benar di sini, "lalu mengambil paket tersebut setelah kurir tersebut pergi Nita kembali menutup pintu lalu berbalik, iya kaget melihat Ibrahim ada di kakinya.
"Walah Ibrahim kamu ke sini, ayo ke sana lagi kita." ajak Nita lalu menggendong Ibrahim.
Ceklek!
"Ayu "
"hum"
" kamu pesan Paket apaan?" tanya Nita membuat Ayu langsung mengerutkan keningnya lalu berbalik.
" ini apa, namanya Ayu Azzahra kok, "ucap Nita membuat Ayu langsung mengambil paket tersebut.
"Oh iya ya, Kok ada namaku ya, Salah orang kali." ucap Ayu membuat Nita ikut bingung.
Drt drt
Nita merasa ponselnya bergetar ia langsung mengambil dari kantong celananya, lalu melihat Siapa yang menelpon.
" Kak Aldi"gumannya pelan membuat Ayu menoleh.
"Jangan-jangan sudah nyampe depan lagi Ayu,"lalu mengangkat telepon tersebut.
[Halo Assalamualaikum Kak, ]
[Waalaikumsalam Nita, paket yang saya kirimkan sudah datang kah?] tanya Aldi membuat Nita langsung kaget lalu melihat paket yang di tangan air.
[Oh jadi pengirim paket itu kakak, pantes Ayu bingung ]terdengar Aldi terkekeh mendengar jawaban itu.
__ADS_1
[ Iya Tolong kasih tahu Ayu dipakai baju yang itu ya]lanjut Aldi membuat Nita langsung menaikkan alisnya sebelah.
[isinya baju?]
[ Iya itu Bayu Syar'i seragam dari atas sampai bawah] jawab Aldi membuat Nita langsung senyum-senyum.
[oke deh aku akan suruh dia pakai]
[Iya saya OTW sekarang ya ke arah rumah kamu.]
[ iya iya kak hati-hati ya. ]
Tut
setelah sambongan terputus Nita langsung melihat Ayu yang sedang melihatnya juga .
"gimana Kak Aldi ngomong apa? "tanya Ayu membuat Nita langsung mengambil gunting di meja rias, lalu membuka paket tersebut.
"eh kok dibuka sih, siapa tahu itu bukan punya aku Nita aku juga nggak ada mesang paket." ucap Ayu bingung lalu Nita mengeluarkan isi paket tersebut.
"Ini paket dari Kak Aldi Ayu, dia mengirimkan kamu baju ." jawab Nita membuat Ayu melotot.
" Benarkah?"
" Iya ini ada dua warna kamu pilih aja, Buruan dia udah jalan ke sini Ayu "ucap Nita membuat Ayu langsung bingung karena dua-duanya sangat cantik.
"Aku pakai yang mana dua-duanya bagus? "tanya Ayu membuat Nita langsung berpikir sejenak.
" kamu pakai warna yang biru soft ini deh, pasti cantik banget kamunya."suruh Nita yang dibalas anggukan oleh Ayu.
" buruan kamu ganti baju, biar aku make up in nanti" lanjut Nita membuat Ayu langsung memakai gaun tersebut.
"ih Masya Allah mewah banget pasti harganya mahal deh Nita. "ucap Ayu merasa tidak enak membuat Nita langsung terkekeh.
"nggak apa-apa Ayu, toh kamu juga nggak minta Kak Aldi Iya mau ngasih. Udahlah sekarang kamu tidak perlu memikirkan harga dan nilai lagi karena Kak Aldi bukan tipe orang yang perhitungan." teranng Nita yang dibalas anggukan oleh Ayu
" sini buruan biar aku make up in." Ayu langsung mendekati Nita, Nita yang handal dengan masalah make up langsung merubah wajah Ayu yang sudah cantik menjadi lebih cantik lagi.
" Umi cantik .."ucap Ibrahim yang sedang melompat-lompat di atas ranjang. membuat Ayu langsung terkekeh
" anak Umi juga ganteng" jawab Ayu membuat Ibrahim langsung berhenti, lalu Turun Dari Ranjang mendekati ibunya tersebut.
"umi mau ke mana? "tanya Ibrahim dengan nada membalas, membuat Ayu langsung tidak tega melihat putranya tersebut, ia mengusap wajah Ibrahim dengan kedua tangannya.
__ADS_1
"aku nggak tega ngelihat Ibrahim kayak gini." ucap Ayu membuat Nita langsung paham .
"Ibrahim mau ke pasar malam nggak sama anti?" ajak Nita tiba-tiba membuat Ibrahim langsung melihat Nita.