Tak Sanggup Hidup Denganmu

Tak Sanggup Hidup Denganmu
bidadari cantik


__ADS_3

Rehan yang merasakan itu langsung naik ke ranjang, lalu menindih istrinya tersebut. Ia menatap Desi denagn tatapan tidak suka, karean Desi mengatakan dirinya sok polos.


"aku tidak akan memberimu ampun Desi, berani-beraninya kamu mengatakan seperti itu. "ucap Rehan dengan tatapan tajamnya membuat Desi langsung menutup wajahnya.


****


Pagi hari cahaya matahari masuk dari sela-sela jendela, membuat Desi langsung terusik lalu perlahan membuka matanya.


Ia melihat ke samping mendapati Rehan masih tertidur pulas, detik kemudian ia langsung menatap tidak suka pada Rehan.


Ia mengingat tadi malam di sela-sela mereka madu kasih, tiba-tiba Rehan menyebut nama Ayu.


'katanya tidak cinta, kok bisa menyebut nama perempuan itu. 'umpat Desi dalam hati.


Perlahan ia bangkit detik kemudian ia merasa sakit yang liar biasa di sekujur tubuhnya, karena Rehan benar-benar seperti orang kesetanan menggauli dirinya.


Tidak seperti biasanya yang di mulai pemanasan dan kelembutan.


"Aku rasa tadi malam ia melampiaskan dendam padaku gara-gara ucapanku yang mengatakan dirinya sok polos.


Dasar laki-laki sensitif, di bilang gitu aja langsung ngamuk! "umpatnya pelan, lalu ia berjalan ke kamar mandi sambil menahan perih di area sensitif nya.


pukul 12.00 siang Rehan sudah selesai mandi, ia langsung keluar dari kamar karena merasa perutnya sudah kerongcongan.


Begitu sampai di meja makan, Rehan bingun karena melihat tidak ada makanan sedikit pun dan ia melihat Desi sedang memainkan ponselnya.


"Desi kamu nggak masak? "Tanya Rehan membuat Desi langsung menoleh.


"nggak lah mas, kamu pesan online aja. "jawab Desi membuat Rehan kaget.


"Maksud kamu apa Desi? kan di dapur ada beras sama sayur juga, "ujar Rehan membuat Desi langsung menatap tajam suaminya itu.


"Kamu pikir aku pembantumu mas, aku kesini jadi istri kamu bukan jadi pembantu kamu. oh iya satu lagi maksud kamu manggil nama Ayu tadi malam apa? "cecar Desi


Deg!


Rehan langsung teringat dengan ucapannya tadi malam, beberapa kali iya sempat menyebut nama Ayu.


"Jangan mengakihkan pembicaraan, aku menanyakan makanan. "bantah Rehan membuat Desi langsung tersenyum miring.

__ADS_1


"Sana minta sama Ayu, itu yang cocok jadi pembantu kamu. "jawab Desi membuat Rehan langsung tersulit emosi.


"Desi kamu! "


"apa? kamu mau marah mas? silahkan aku nggak peduli, siapa suruh kamu bikin bete sama kamu semalaman.


Dan maksud kamu tadi malam bermain kasar seperti itu, apa? Kamu sengaja menyakitiku? "cecar Desi membuat Rehan menghembusakn nafas kasar.


Tanpa membuang waktu iya mengambil kunci mobilnya, lalu pergi ke rumah orang tuanya.


"sial! baru satu hari sudah menikah sudah membuatku emosi, dia tidak sadar kalau sudah banyak memhabiskan uangku. "umpat Rehan di dalam mobilnya.


Tidak lama kemudian ia sampai di rumah orang tuanya. Tanpa membuan waktu Rehan langsung masuk karena merasa perutnya sangat kerongcongan.


"loh Rehan, kok kamu kesini bukannya kamu kan sudah punya istri? "tanya Sinta saat melihat Rehan sedang makan di meja makan.


"dia tidak mau masak bu, rumah juga berantakan. "jawab Rehan membuat Sinta langsung melotot.


"Apa kamu bilang? dia tidak mau masak? apa dia perempuan tidak tahu diri juga? "cecar Sinta membuat Rehan terdiam.


"Dia malah menyuruh aku membeli makan online. "Rehan membuat Sinta mengepalkan tangannya.


"Perempuan tidakctahu di untung! sudah jelas-jelas orang mau menikahinya, malah ngelunjak, Ayu aja dulu nggak kayak gitu. "kesal Sinta.


****


Dua hari kemudian, sekarang tibalah hari peresmian dan perayaan kesuksekan atas project kerja sama yang di lakukan oleh Aldi dan Rehan. Acaranya di laksanakan di kantor Aldi.


Pagi-pagi sekali Rehan sudah ke kantor Aldi untuk mempersiapkan segala sesuatu hal yang di perlukan pagi ini, begitu juga dengan Aldi.


Namun Aldi begitu deg-degan, karena hari ini adalah penentuan Ayu menerimanya atau tidak.


Jika Ayu datang ke acara ini itu artinya Ayu menerimanya dan jika Ayu datang itu artinya ia di tolak.


"Aldi kamu kenapa seperti gelisah gitu? "Tanya Rehan bingung karena melihat Aldi terus milihat kepintu utama. Aldi langsung menoleh dan menggeleng.


"Tidak apa-apa, saya hanya menunggu seseorang. "jawab Aldi membuat Rehan berpikir sejenak.


'apa dia mengundang Ayu juga? ucap Rehan dalam hati.

__ADS_1


"oh ya kamu tidak membawa istir kamu kesini, by the wy selamat ya atas pernikahan kamu."ucap Aldi yang di balas anggukan oleh Rehan.


"Terima kasih banyak, sepertinya ia datang nanti. "jawab Rehan membuat Aldi mangut-mangut.


Hari menunjukkan pukul 8.55 itu artinya 5 menit lagi acara akan di mulai, namun Ayu belum kunjung datang membuat Aldi mulai lesu.


'apa jangan-jangan Ayu tidak menerima aku ya? 'ucap Aldi dalam hati, ia melihat MC sudah siap-siap hendak membuka acara.


"baik selamat pagi bapak ibu semoga kita dalam keadaan sehat walafiat...


Aldi langsung menghembuskan nafas panjang saat mendengar MC memulai acara, harapannya langsung putus ternyata Ayu tidak menrima lamarannya.


ceklek!


Tiba-tiba pintu di buka membuat semuanya menoleh, kecuali Aldi yang hanya menunduk sambil melihat ponselnya berharap Ayu membalas pesannya.


Namun tiba-tiba banyak suara riuh mengatakan masya Allah membuat Aldi bingung,lalu perlahan ia mengangkat pandangannya.


Deg!


Aldi langsung mematung begitu melihat Ayu sanagt cantik di balik gamis hijau muda, yang ia belikan beberapa minggu yang lalu untuk Ayu.


Sekarang Ayu sedang berdiri yang di dampingi oleh Nita membuat Aldi langsung berdiri laku berjalan menghampiri mereka.


Sedangkan Rehan, ia sampai menganga melihat kecantikan mantan istrinya tersebu,ia bahakan tidak bisa mengalihkan pandangannya walau hanya sekejap.


"mas.."panggil Desi dengan kesal sambil menyenggol tangan Rehan, karena ia melihat suaminya bahkanbtidak berkedip.


"hah? "


"kamu apaan sih? itu cuman mantan istri kamu mas. "sewot Desi membuat Rehan langsung menarik nafas dalam-dalam.


"maaf" ucap Rehan sekilas lalu kembali melihat Ayu.


'Demi apa itu Ayu,' ucapnya dalam hati, badan Ayu yang berisi ideal membuatnya semakin cantik.


Di sisi lain, sekarang posisi Aldi dan Aldi sedang berhadap-hadapan, membuat Ayu langsung menunduk malu.


"kak maafin kami ya, tadi macet banget. "ucap Ayu membuat Aldi langsung tersenyum, ia melihat tangan kiri Ayu sudah memakai cincin yang ia berikan.

__ADS_1


"Yu kamu menerima lamaranku? "Tanya Aldi, membuat Ayu mangangguk pelan lalu krmbali menunduk.


Aldi yang melihat itu langsung menghela nafas lega, ia mengusap wajanya denagn mengucap hamdalah laku memegang dadanya yangvsedari tadi deg-degan tidak menentu menunggu jawab Ayu.


__ADS_2