
"kamu terlalu sibuk memikirkan kebahagiaan orang lain, sehingga kamu lupa dengan kebahagiaan kamu sendiri.
Contohnya kamu begitu bersemangat merayakan ulang tahun Ibrahim, sedangkan ulang tahun kamu sendiri Kamu tidak ingat ." ujar Nita membuat Ayu langsung menunduk .
" maaf"
"jangan minta maaf, ke depannya kamu harus bisa sesekali egois demi diri kamu." nasehat Nita membuat Ayu tersenyum lalu mengangguk.
"kak Makasih banyak ya, Tapi jujur aku takut menerima Tanah ini mahal banget." ucap Ayu membuat Aldi menaikkan alisnya sebelah.
" harus terima dong, toh suratnya nanti atas nama kamu." jawab Aldi
Di sisi lain Rehan dan Desi yang sedang jalan-jalan di sekitar rumah Desi, sambil membahas tentang pernikahan mereka.
Rehan merasa risih jika membahas semuanya di dalam rumah Desi makanya Ia memutuskan untuk mengajak Desi jalan-jalan.
" Loh Itu bukannya Aldi ya? "ucap Rehan samar-samar melihat Aldi dari kejauhan.
Desi mendengar itu langsung mengodarkan pandangannya.
"Iya itu beneran Mas Aldi, kita samperin yuk itu sama Ayu juga nggak sih. "ucap Desi membuat Rehan kaget
Deg!
"Ayu? ucap Rehan dalam hati
" mau nyamperin nggak Mas?" tanya Desi lagi membuat Rehan langsung mengangguk.
"iya, ayo kita samperin." jawab Rehan lalu berjalan mendekati tempat tersebut
"Aldi.... "Panggil Reyhan membuat Aldi dan lain-lainnya menoleh.
" eh Rehan... Kebetulan banget kamu di sini, kamu ada urusan juga di sini?" tanya Aldi membuat Rehan langsung mengangguk sambil melirik Ayu sekilas.
"Iya Rumahku di sana Mas jadi Mas Rehan lagi berkunjung ke rumahku." jawab Desi membuat Aldi mangut-mangut.
" kalian sendiri lagi apa di sini rame-rame? "tanya Rehan tapi pandangannya terus saja dominan ke Ayu.
"Oh.. Kalau kami lagi merayakan ulang tahun Ayu yang ke-25 tahun dan alhamdulillah Kak Aldi membelikan tanah untuk Ayu sebagai kado ulang tahun." jawab Nita memanas-manasi, membuat Rehan dan Desi langsung melongok.
__ADS_1
"tanahnya Inikah?" tanya Desi karena ia juga sudah lama menginginkan tanah tersebut, Tapi karena harganya mahal jadi sampai sekarang dia sih belum jadi Membeli tanah itu.
"hem..benar sekali, kurang lebih harganya 200 juta sih ." lanjut Nita dengan santai yang membuat Desi langsung menelan ludahnya dengan susah payah.
'gila sih... Ini Aldi tajir banget sih ngasih kado aja sampai 200 juta, kalau pacarnya masih perawan sama ya mah mending, ini udah janda anak satu lagi. 'ucap Desi dalam hati sambil memperhatikan Ayu
' Demi apa Aldi rela mengeluarkan uang 200 juta demi kado ulang tahun buat Ayu?' ucap Rehan dalam hati baginya ini sangat mustahil.
Rehan hanya dia mematung ia tidak bisa berkata apa-apa .
karena seumur-umur ia pun tidak pernah merayakan ulang tahun Ayu. Jangankan merayakan ulang tahun Mantan istrinya tersebut, tanggal lahir Ayu pun Rehan tidak tahu .
" rumah kamu di mana Mbak?" tanya Nita pada Desi membuat desa langsung menaikkan kedua alisnya lalu menunjuk ke depan .
"itu di sana. "Jawab Desi membuat Nita manuk-mangguk.
"Wah kalau misalnya Ayu bangun rumah di sini, Kalian pasti jadi tetangga ya walaupun tetangga jauh ." lanjut Nita membuat Desi mau tidak mau mengangguk .
Aldi yang paham dengan ucapan Nita hanya bisa diam membiarkan perempuan itu bertindak.
" selamat ulang tahun mbak ayu, selamt juga kadonya dapat tanah seluas ini. "ucap Desi membuat Ayu langsung mengangguk sekaligus malu.
" Ibrahim mana? "tanya nih takaran dari tadi dia tidak melihat anak kecil itu.
" ada di dalam mobil lagi tidur pulas, nggak tega banguninnya. " jawab Ayu membuat Nita mangut-mangut
"Kak Aldi, aku ikut nebeng pulang ya, cukup tadi aku panas-panasan di angkot demi Ayu ."ucap Nita membuat Aldi langsung tertawa lalu mengangguk.
" Iya santai ikut aja."
" kamu naik angkot Nita, mobil kamu mana?" tanya Ayu membuat Nita langsung menarik nafas panjang.
"masuk bengkel yu, di tengah jalan tadi bermasalah bannya. Kak Aldi udah bilang bareng aja ke sininya, di tengah jalan nanti dijemput .
cuman aku nggak enak kalau barang pasti kamu curiga dong, jadinya Ya udahlah aku rela-rela naik angkot demi kamu. "lanjut Nita sambil mengusap dahinya membuat Ayu tertawa
" Makasih banyak loh perjuangannya naik angkotnya. "ucap Ayu membuat Nita langsung ikut tertawa
Rehan yang saya dari tadi memperhatikan Ayu, ia merasa ada yang berbeda dari Ayu karena perempuan itu sekarang lebih banyak tertawa
__ADS_1
"Aduh... Mas panas banget ini, ayo balik lagi ke rumah."ajak Desi membuat Rehan langsung menoleh
" yuk..." jawabnya karena ia juga tidak suka melihat Ayu dan Aldi lama-lama.
"kamu nggak mau ngucapin selamat ulang tahun dulu sama Mbak Ayu?" tanya Desi membuat Rehan kaget.
" Hah? "
"oh iya saya lupa, Selamat ulang tahun ya Ayu semoga umurnya berkah dan dilimpahkan rezekinya." ucap Rehan membuat Ayu langsung kaget, begitu juga dengan Aldi .
' dilimpahkan rezeki, apa nggak salah ngomong dia? Bukannya dia bahagia kalau melihat aku menderita! ucap Ayu dalam hati.
"Ya sudah kalau begitu kami pamit dulu ya," lanjut Desi yang dibalas anggukan oleh semuanya.
setelah melihat Rehan dan Desi pergi, Aldi langsung melihat temannya kembali yang tampak memperhatikan Ayu.
"untuk masalah surat Tolong secepatnya diurus" ucap Aldi yang dibalas anggukan oleh Edi sambil mengajukan jempol.
" oke insya Allah minggu ini selesai, nanti suratnya saya kasih ke kamu lagi kan? apa langsung ke Ayu?" tanya Edu membuat Aldi langsung menaikkan alisnya.
'nggak biasanya Edi seperti ini, Apa dia suka sama Ayu? nggak Nggak aku nggak boleh negatif thinking. Mungkin dia hanya berniat baik pada Ayu memberikan langsung padanya ' ucap Aldi dalam hati.
" ya sama saya aja kok mas sekalian kamu ke kantor nanti kita sekalian ngobrol. udah lama juga kan kamu nggak pernah Mampir ke kantor" jawab Aldi membuat edi mangut-mangut. Tapi pandangannya sesekali pada Ayu.
' sumpah cewek ini kalem banget, wajahnya teduh banget lagi ' ucap Edi dalam hati sambil lirik Ayu.
Aldi yang melihat itu, Sebenarnya ada rasa cemburu di hatinya namun harus bersikap profesional.
"Oh iya, hati-hati ya" lanjut Edi
" ayo ayu," ajak kalian dibalas angguhkan oleh Ayu
"Iya Kak."
Setelah itu mereka langsung masuk ke dalam mobil, Nita duduk di belakang dia melihat Ibrahim masih tidur pulas.
" Aduh Ponakanku ini... "Ucap Nita lalu memindahkan Ibrahim ke gendongannya .tidak lupa ia menghujani wajah anak kecil itu dengan ciuman membuat Ibrahim melihat sekilas.
" eh nggak papa Nita sini biar aku yang gendong Ibrahim." ucap Ayu membuat Nita langsung menoleh lalu menggeleng.
__ADS_1