
tok! tok! tok!
Baru saja Rehan ingun memejamkan matanya, tiba-tiba ada yang mengetuk pintu membuatnya mendengus kesel.
drt... drt... drt
[halo] ucap rehan tanpa melihat siapa yang menghubunginya
[mas... aku di depan rumah kamu sekarang]
deg!
Rehan langsung krmbali duduk, lalu ia menuju jendela memastikan benar atau tidam Desi yang di depan rumahnya.
'Desi ngapain sih sampai ke sini? ' ucapnya dari dalam hati lalu ia kembali menutup goreden.
[kamu ngapain di rumah aku? aku lagi di luat] jawab Rehan, membuat Desi yang berasal di luar merasa heran.
[kalau kamu di luar, kenapa mobil kamu ada di sini mas? ]tanya Desi membuar Rehan langsung menepuk jidatnya.
[em... iya tadi aku udah pulang ke rumah, terus tiba-tiba teman kantor menjemput jadinya nggak bawa mobil] jawab Rehan bohong
[yah... padahal aku di depan rumah kamu udah bawa makanan, niatnya.. mau makan bareng ] ujae Desi dengan nada kecewa, membuat Rehan langsung tersiam sejenak.
Bukan apa-apa, sejak Desi mengatakn dirinya akak menikahi Desi dalam waktu dekat, rasanya Rehan bekum terima denagn kata-kata tersebut.
[iya.. kamu udah bawa makanan ya, sayang banget aku lagi nggak di rumah. ya udah kalau gitu kamu bagi-bagi aja dulu ke teman atu siapa gitu] lanjut Rehan membuat Desi langsung menghela nafas panjang.
[ Ya udah deh kalau gitu, Oh ya Mas Minggu besok ayah ingin bertemu sama kamu.]
Deg!
[ayah?]
[ Iya Mas, kata ayah dia ingin bertemu denganmu karena banyak hal yang harus bicarakan langsung tanpa perantara] teran Deni, membuat Rehan kembali merebahkan tubuhnya di ranjang.
' palingan ayahmu mau mendesak untuk menikahimu' ucap Rehan dalam hati
Beberapa hari kemudian, hari ini tibalah hari acara ulang tahun Ibrahim berlangsung, Ayu tampak sangat semangat merayakan ulang tahun putranya tersebut, karena ini kali pertamanya ia sampai seperti ini.
" Umi... Mau itu, "ucapin Ibrahim sambil menunjuk kue ulang tahun membuat Ayu langsung terkekeh.
"Sabar ya nak, acaranya belum mulai.nanti kalau udah dipotong kuenya buat Ibrahim semuanya ya." ucap Ayu lembut membuat anak kecil itu mengangguk.
__ADS_1
"sekarang Ibrahim makan ini dulu ya nak " lanjut Ayu lalu memberikan snack pada Ibrahim.
sambil menunggu para tamu datang, Ayu merapikan tempat dan hiasan-hiasan yang sudah ia pasang.
" Assalamualaikum."
"Waalaikumsalam, masuk aja Kak. "jawab Ayu membuat Ibrahim langsung berlari menghampiri Aldi namun beberapa detik kemudian, anak kecil itu berlari ke arah Ayy lalu memeluk kaki Ayuk membuat Ayu kaget.
" Kenapa Nak?" tanya Ayu langsung karena Ibrahim memeluk kakinya dengan erat sambil menyembunyikan wajahnya.
perlahan Ayo menoleh melihat ke arah Aldi.
tiba-tiba saja keningnya mengerut saat melihat ada Rehan di samping Aldi . ia melihat Rehan membawa kado untuk Ibrahim.
" silahkan dulu sebentar lagi acaranya mulai kok." jawab Ayu tidak ingin berdebat di hari ulang tahun anaknya.
setelah anak-anak rame ayo langsung memulai acara tersebut hingga pada akhirnya Masuklah ke acara pemberian kado.
Aldi Dan Rehan menuju ke depan memberikan kado tersebut pada Ibrahim.
" Selamat ulang tahun Ibrahim ini kado dari Om ya." ucap Aldi membuat Ibrahim langsung mengambil kado tersebut.
"ma aci om"jawab Ibrahim menerima kado tersebut.
"Selamat ulang tahun anak Ayah, semoga jadi anak yang pintar "sambil menyodorkan kado tersebut.
" ambil na kadonya, lalu bilang Terima kasih sama ayah ." bisik Ayu membuat Ibrahim perlahan meraih kado tersebut.
"Makasih ayah. "Jawa Ibrahim dengan polos,
detik kemudian anak kecil itu kaget saat Rehan meraih tubuhmu itu ke pelukannya.
Ayu yang melihat hal itu pura-pura Acuh sambil mengalihkan pandangannya ke anak-anak yang lain.
"Nah sekarang baris yang rapi ya, biar Ibrahim bagiin makanannya." ucap Ayu sambil menyusun anak-anak tersebut secara antri.
" Umi... "Rengek Ibrahim tidak nyaman di gendongan Rehan.
" udah Mas, Ibrahim harus bagiin makanan ini pada teman-temannya" ucap Ayu membuat Rehan mau tidak mau melepaskan Ibrahim.
"sini sayang, Panggil Ayu membuat anak kecil itu langsung berlari ke dekat ibunya tersebut.
ada rasa kecewa Di Hati Rehan saat Ayu seolah-olah melarangnya secara halus untuk memiliki Ibrahim.
__ADS_1
Dua jam kemudian akhirnya acara ulang tahun tersebut selesai, anak-anak satu persatu mulai pulang dibawa orang tuanya masing-masing.
"Ayu sepertinya kami juga harus pergi karena ada kerjaan lagi ." ucapan yang dibalas anggukan oleh Ayu .
" Iya Kak, terima kasih banyak ya udah menyempatkan datang ke sini." jawab Ayu, lalu Aldi meninggalkan Rehan karena ia tahu pasti Rehan ingin berbicara dengan Ayu.
"Maaf kalau aku datang dadakan seperti ini ." ujar Rehan membuat Ayu langsung mengangguk.
"nggak apa-apa Mas, Terima kasih udah menyempatkan waktunya datang ke sini. "Jawab Ayu datar .
detik kemudian Ayu bingung saat menyedorkan amplop ke depannya.
" apa ini?" tanya Ayu bingung
" belanja kalian untuk bulan ini " jawab Rehan membuat Ayu langsung mengangguk, lalu tersenyum sekilas.
"nggak usah Mas, simpan aja karena aku tahu tanggungan kamu pasti banyak banget, lebih baik kamu kasih uang itu ke orang tua kamu aja. aku bisa kok membiayai Ibrahim sendiri. "tolak Ayu membuat Rehan kaget.
" setidaknya ini buat Ibrahim. "
"Ya aku tahu Mas, tapi untuk sekarang ini Ibrahim belum butuh karena dari kemarin banyak yang memberikan uang pada Ibrahim. "lagi-lagi Ayu menolak, membuat Rehan langsung menghela nafas panjang.
" kamu sampai mengemis ke teman-teman kamu untuk biaya hidup Ibrahim?" tanya Reyhan.
Rehan Dengan nada meledek lalu menaikkan alisnya sebelah.
" aku lebih berani untuk mengemis ke teman-temanku dibanding harus minta uang sama kamu.
jleb!
Rehan kaget mendengar jawaban Ayu tersebut.
" maksud kamu apa yu? "Rehan mulai kesal membuat Ayu berpikir
"tapi pada kenyataannya begitu Mas, ketika ketika aku menerima atau meminta uang darimu pasti seluruh keluargamu tahu.
aku pasti Dituduh yang aneh-aneh sama mereka dan lebih parahnya lagi aku jadi bahan bulyy an kalian, nggak ya mas untuk sekarng ini cukup.
Sedangkan ketika aku minta bantuan sama teman-teman ku, mereka denagn ikhlas mau menelong.
Bahkan tanpa kuminta pun mereka memberikannya sendiri dengan senang hati. "jawab ayu membuat rehan langsung terdiam.
"walaupun begitu aku tetap ayah kandungnya Ibrahim Ayu, aku berhak atas Ibrahim. " sanggah Rehan membuat Ayu langsung mengangguj paham.
__ADS_1
"Gini deh mas kalau kamu ingin membantu aku dan Ibrahim, aku cuman minta kamu, stop mengatakan Ibrahim itu anak haram.
Aku nggak minta apa-apa cukup kamu berikan orang tua kamu untuk tidak menyebarkan gosip lebih lanjut ke orang-orang. "terang ayu membuat Rehan kaget pasalnya ia tidak tahu tentang hal itu.