
Ntah kenapa hati Aldi sangat senang saat mendengar itu, karena ia pun mengingingkan semuanya terjadi dalam satu waktu. Agar ia dan Ayu cepat-cepat sati rumah.
"Kalau aku ya Yu pengennya dalam satu waktu aja, bukan masalh hemat atau nggaknya sih. Cuman kayak lebih biar cepet halal dan reminya aja gitu. "lanjut Aldi membuat Ayu mengangguk.
"ya udak kalau gitu nggak papa atuh kak. "
"serius? "
"hu'um tapi kakak beneran mau nikahin aku? "tanya Ayu lagi membuat Nita langsung menepuk jidatnya, sedangkan Aldi malah tertawa.
"Ayu coba jawan pertanyaan saya, sebelum saya menjawab pertanyaan kamu, hal apa yang membuat kamu tidak cocol denganku? "tanya Aldi membuat Ayu langsung menunduk sekilas sambil memilin-milin bajunya.
"Gimana ya kak, aku takut kakak kecewa aja gitu. Secara kan kakak tahu sendiri satatus aku kayak gimana. "jawab ayu mmebuat Aldi mengangguk.
"Aku hadir di kehidupan kamu bukan untuk masa lalu kamu Ayu. Aku datang untuk masa depan kamu, aku tidak peduli dan tidak mau tahu sedikit pun tentang masa lalu kamu.
Yang aku pengen kita bersama hingga maut memisahkan, itu sudah cukup. "jawab Aldi membuat Ayu langsung terdiam.
"udah Yu, aku tau kamu perempuan yang hatinya sangat lembut.
Tapi Ayu kamu sudah di kecewakan oleh Rehan. Sekarang ada kakak Aldi yang datang untuk menjemput kamu,membawa kamu ke pintu bahagia.
Teriamalah, aku sebagai teman hanya bisa bilang terimalah.
Karena tidak semua laki-laki sifatnya seperti kak Aldi, hatinya, nada berbicaranya, rendah hati dan yang lainnya. "ucap Nita menguatkan Ayu membuat Ayu langsung mengangguk.
"Gimana kalau hari minggu besok acaranya kita laksanakan ?Soalnya kan aku juga hatu ngundang teman-teman kantor juga, ngundang Edi segala macam.
Dan itu mungkin mereka bisanya di hari weekend karena lagi pada libur. "usul Adi yang dibalas anggukan oleh Ayu.
"Ya udah kak, aku ngikut aja sama kakak. "jawab Ayu membuat Aldi langsung tersenyum.
Rasanya ia ingin menarik perempuan itu ke pelukannya, namun ikatan halal belum mengikat mereka sehingga itu tidah boleh ia lakukan.
"Sumpah kamu gemesin banget, "ucap Aldi tanpa sadar membuat Nita dan Edi melongo.
"kak Alsi ngomong apa? "tanya Nita tiba-tiba membuat Aldi tersadar dan mengusap wajahnya.
"eh... nggak, maaf ya saya refleks sorry... sorry. "ucap Aldi membuat Nita senyum-senyum.
__ADS_1
"Nanti pas hari pernukahan kalian sampai seminggu kedepan, Ibrahim tinggal sama aku aja ya. "balas Nita membuat Ayu bingung.
"kenapa? "tanya Ayu bingung membuat Nita tersenyum jahil, lalu melihat Aldi.
"Sepertinya ada yang bakal bucin sama kamu, setelah menikah. Dan dia tidak kayaknya tidak akan membiarkan kamu pergi tanpa dia.
Ya aku ngasih waktu aja buat kali honeymoon. "jawab Nita membuat Ayu langsung malu lalu memukul lengang Nita.
"ih kamu ngomong nya suka ngawur ih. "ucap Ayu membuat Nita tertawa puas.
Setelah selesai makan, Aldi mengantarkan Ayu dan ibrahim ke rumah Nita. Sesangkan Nita dan Edi membawa mobil sendiri-sendiri.
"Yu" panggil Aldi karena merasa Ayu canggung padanya.
"ika kak.
"em... soal tadi maaf ya, aku benar-benar tidak sengaja.Tidak ada niatan apa-apa, itu ya mungkin benar apa yang Nita katakan.
Aku bakal sangat bucin sama kamu, "ucap Aldi membuat Ayu langsung menunduk, ia dapat merasakan kalau pipinya sudah sangat merah sekarang.
"kak jangan ngomong gitu kita belum tentu jodih, "ucap Ayu membuat Aldi tersadar.
"Terima kasih kak sudah sangat menghargaiku. "
"terima kasih juga sudah menerima cintaku, "lanjut Alsi membuat mereka berdu terkekh.
****
Di sisi lain Desi mulai mondar mnadir sendirian di rumah, jam sudah menunjukkan pukul 29.00 malam namun belum ada tanda-tanda Rehan pulang ke ruamah.
"Kenapa dia belum datang-datang ya? apa dia ngambek? yang benar saja seperti perempuan. "gumam Desi sambil sesekali meluhat ke arah jendela.
"apa jangan-jangan dua orang licik itu mengahasut-hasutnya supaya dia di sana.
hum... bisa jadi karena merua dan ipar itu sangat pandai bersandiwara. "lanit Desi, tidak lama kemudian ia mendengar suara ketukan pintu.
tok! tok! tok!
Deai kaget saat mendengar suara ketukan pintu itu, dengan cepat ia berjalan kedepan lalu membukanya.
__ADS_1
ceklek!
Dan benar saja melihat suaminya yang datang, Desi sudah berniat unruk damai dnegan Rehan karena ua paham Rehan pasti akan sangat membelanya ibunya.
"mas ka_ _
ucapan Desi terpotong saat Rehan masuk begitu saja tanpa menyapanya, tanpa membuang waktu Desi langsung mengejar suaminya tersebut.
"mas kamu kenapa sih? kamu nyalahin kau masalh tadi? "cecar Desi membuat rehan langsung diam,lalu berjalan ke kamar tanpa menghiraukan Desi.
"mas! "bentak Desi ia benar-benar tidak suka didiamkan, tapi tetap saja Rehan tidak menghiraukannya sedikitoun.
Rehan langsung masuk ke kamar mandi tanpa melihat Desi, membuat Desi langsung menghembusakan nafas kasar
'kalau sampai aku dan mas rehan benar-benar retak komunikasi gara-gara dua orang itu. awas saja dua orang akan aku buat kalianenderita! 'umpat desi dalam hati sambil melihat pintu kamar mandi.
Tidak lama kemudian, Rehan keluar dari kamar mandi dengan handuk yang melilit di pinggangmya, Desi yang melihat itu langsung mengambil kesempatan.
"mas aku pengen ,"ucap Desi dengan tatapan menggoda membuat Rehan langsung memacingkan matanya.
"saya capek pengen istirahat, jangan ganggu saya, "ucap Rehan ketus membuat Desi langsung kaget.
"mas kamu apaan sih, jangan bilan ini masalah yang tadi ya.
Belum selesai juga kamu membela keluarga kamu! "tiba-tiba emosi Desi memuncak, karena ia adalah tipe orang yang tidak suka di bantah.
"Jangan sekali-kali membawa keluargaku Desi! "Tegaa Rehan membuat Desi langsung mengangguk angguk.
"oke kalau kamu tidak mau kelurga kamu di seret-seret, pisahakan masalah keluarga kamu dan masalah kita berdua.
Aku rasa kita tidak ada masalah sedikitpun dari tadi pagi kita aman-aman saja, begitu mereka datang semuanya hancur. "jawab Desi, membuat Rehan langsung menghembuskan nafas panjang.
"introspeksi dirimu Desi, saya capek berantem setipa hari terus."ucap Rehan tiba-tiba ia teringat dengan Ayu yang setiap hari ia bentak.
untuk sesaat Rehan mematung lalu kembali mencerna ucapan yang baru saja keluar dari mulutnya.
'aku berantem setiap hari?bukankah ini dulu yang kulakukan dulu pada Ayu setiap hari?
walaupun wanita itu hanya diam..., aku selalu berapi-api? Semua yang di lakukannya salah di mataku. 'segala macam pertanyaan muncul di pikiran Rehan.
__ADS_1