Tak Seindah Rembulan Malam

Tak Seindah Rembulan Malam
Tersenyum Di Balik Luka


__ADS_3

Batas wanita dan perempuan dewasa, sudah sangat jelas. Meski seorang yang kita jaga adalah orang sakit, tapi kita tetap selalu hati-hati dalam menjalani kehidupan ini.


Julia terkejut, dia merasa ketakutan. Matanya belum seutuhnya sadar, dan pada saat berteriak, tangan Geffie menutup mulut Julia.


"Ada apa Jul?" Tanya Geffie heran dan polos.


"Siapa yang memindahkan saya Tuan? Kenapa saya ada di kamar?" Julia bingung, dia takut ada hantu atau jin yang sudah memindahkan dirinya.


"Aku," jawabannya tanpa rasa bersalah.


Julia akhirnya lebih tenang, dia langsung bangun.


"Kenapa?"


"Tuan, Julia takut kalau tiba-tiba tidur disini, takutnya ada hantu atau setan yang memindahkan Julia. Jadi, lain kali, kalau Tuan mau memindahkan saya, lebih baik jangan. Bangunkan saja, biar Julia pindah sendiri."


"Jul, aku kasihan lihat kamu tidur pulas, lagian kamu baik sama aku, apalagi aku kuat bisa angkat tubuh kamu, untuk apa kamu melarangku." Jawabnya, yang tidak paham antara anak yang sudah dewasa atau anak kecil. Bagi Geffie dirinya masih anak-anak yang tidak mengerti apa-apa.


"Iya, Julia paham. Tetap saja tidak boleh,"


"Ya, Julia payah, di bantu marah." Ujar Geffie marah, lalu pergi dari kamar Julia.


julia mengejarnya, dan memegang tangan Geffie.


"Tuan, maafkan Julia ya, suatu saat nanti  tuan pasti sembuh, dan akan tahu bagaimana perbedaan antara Julia dan Tuan. Kalau sekarang tuan marah, lebih baik Julia berhenti bekerja."


Geffie langsung menoleh.


"Kalau kamu pergi, aku tidak mau makan, aku tidak mau jadi anak penurut." Ujar Geffie menundukkan kepalanya.


Julia tersenyum melihat tingkah Geffie. Dia tahu dan harus sadar diri, jika Geffie adalah anak yang dewasa tapi pikirannya ganti menjadi anak kecil.


"Kalau dia kecelakaan, kepalanya terbentur tembok, apakah dia bisa sadar ya?" Batin Julia, dengan bibir yang mengatup karena menahan tawa.


Karena sudah pagi, julia segera kekamar mandi. Setelah itu pergi menemui Naila, di dapur.


"Kamu kok datang-datang ketawa sendiri? Lagi kesurupan atau lagi apa? "

__ADS_1


"Apa-apaan kamu, aku tu lagi ngetawain Tuan Geffie,"


"Kenapa emang Tuan Geffie?"


"Dia polos, dan benar-benar kayak anak kecil. Aku di angkat dari sofa depan kamarnya, di pindah ke kamarku. Kalau dia waras pasti aku di marahi,"


"Bentar-bentar dulu, jangan-jangan kamu suka Tuan Geffie, kok kayak seneng banget deh, di gendong dia."


"Mau aku kasik cabe tu mulut, jangan asal bicara. Aku kesini kerja, bukan mau cari pasangan hidup. Lagian siapa juga mau nikah sama Tuan yang amnesia itu. Kamu juga gak mungkin mau." Ujar julia menarik telinga Naila.


"Auw, sakit jul. Oke aku minta maaf, janji gak bicara kayak gitu lagi."


"Tolooooong banget, jangan bicara masalah nikah, aku pernah gagal dan kehilangan, jadi aku takut hal buruk menimpaku lagi." Ujar Julia dengan wajah sedih.


Naila merasa bersalah, dan meminta maaf atas apa yang dia bicarakan. Julia sebenarnya tidak marah, hanya saja malas untuk membahas masalah seperti itu. Jika memang julia dikehendaki menikah lagi, yang julia pinta, laki-laki baik, tidak kaya, dan bisa menghargai Julia, dan yang paling penting saling percaya antara suami istri. Tidak seperti Kevin, lebih memilih percaya kepada orang lain. Dari pada percaya pada istri sendiri.


Pernikahan itu tidak boleh percaya orang ketiga, sebelum mendapatkan bukti nyata. Jika pertama sudah gagal karena ikut campur orang ketiga, maka pernikahan kedua harus lebih hati-hati.


Gagal, bukan harus mencoba lagi. Pernikahan itu sakral, bukan perdagangan barang. Bukan bisnis yang gagal harus mencoba lagi. Ini adalah tentang perasaan, memilih yang terbaik untuk menjadi pendamping yang bisa menjaga kita, menjadi kepala rumah tangga yang bisa mencukupi segala sesuatu yang di butuhkan seorang istri dan anak.


Semua yang di perlukan Julia sudah tersedia, karena Naila sudah menyiapkannya. Julia segera pergi membawa sarapan pagi Geffie dan Eyang ke teras samping pinggir kolam renang.


“Makasih Jul,” ucap Geffie, di susul Eyang, mengucapkan terimakasih juga.


“Ada yang kurang Eyang, saya ambilkan.”


“Sudah cukup, kamu boleh sarapan juga sama yang lain “ Ujar Eyang.


“Baik Eyang.” Jawab Julia sopan.


Geffie sudah sarapan terlebih dahulu, seperti orang kelaparan saja, dengan lahap, dan langsung habis.


Julia hanya tersenyum, lalu kembali ke dapur, menemui para pelayan yang lain.


“Ayo sarapan,”


“Sebentar lagi saja, aku mau telepon ibu dulu.”

__ADS_1


“Ya sudah, tapi setelah telepon jangan lupa langsung makan ya.” Ujar Naila perhatian.


“Pasti aku makan. Tapi sekarang aku harus ceritakan semua ke ibu.”


“Ya, kamu harus telepon ibumu, ceritakan kepadanya, kalau Kevin sudah mendapatkan surat cerai. Biar surat cerai kamu juga di urus oleh pamanmu.”


“Kamu benar, ibu harus tahu, aku harap ibu dan ayah bisa menerima dengan  lapang. Karena ibu sangat takut kehilangan Varo “


“aku yakin ibumu pasti ikhlas dengan apa yang terjadi,”


Julia langsung menelpon Ibu Fatma, tidak perlu lama, langsung tersambung.


“Ibu sehat,” Tanya Julia.


“Sehat, kamu sendiri bagaimana?” jawab Ibu Fatma senang. Meski menelepon setiap hari, tapi Ibu Fatma selalu kangen pada Julia.


“Sehat Bu.”


“Bu, sampaikan sama paman Hazim, uruskan surat ceraiku, karena Kevin sudah selesai mengurusi, dan sudah dapat surat cerainya.”


“Itu artinya, kalian sudah resmi bercerai? Dan Varo ikut papanya?”


“Iya, Bu. Sudah tidak apa-apa, dia juga ayahnya. Julia tidak mau ambil pusing Bu, lelah nantinya kalau harus mikir mereka. Yang terpenting Julia bisa mengirimkan uang jajan untuk Varo.”


“Ibu maunya Varo tetap sama ibu Nak. Apalagi mertua kamu tidak sepenuhnya sayang sama Varo.” Ujar Ibu Fatma sedih.


“Tapi, sekarang ada istri Kevin Bu, jadi ada yang merawat Varo.”


“kevin mau menikah?” terkejut, dan tidak percaya.


“Iya, Bu.”


“Yang sabar ya Nak, pasti kamu akan menemukan kebahagiaan yang lain. Yang lebih baik dan bisa menghargai kamu.”


“Amin,”


Tiba-tiba saja terdengar suara minta tolong, keras sekali. Julia langsung berlari kearah suara yang meminta tolong.

__ADS_1


Ternyata sesuatu telah terjadi pada Geffie.


 


__ADS_2