
Hujan gerimis yang tak henti turun di desa Manis sejak sore hari. jam berdenting 7 kali pertanda sudah pukul 7 malam. seorang ibu mulai gelisah sambil mengelus perutnya yang buncit.
"om.. om... bisa minta tolong panggilkan bidan Arum".
seorang pria berusia 23 tahun bergegas menghampiri
" kakak ipar mau melahirkan kah? "
sambil mengangguk "seperti nya iya om.. ini abangmu belum pulang juga dari pasar".
" jangan.. jangan.. si karuhun mogok lagi kak... "
Fikar sambil bergegas ganti pakaian.
"kurang tau juga om.. biasanya pulang dari pasar jam 5 sore, magrib sudah dirumah"
"saya pergi dulu ya kak.." sambil memasangkan jaketnya dan mengambil kunci motor Fikar pergi menjemput bidan Arum.
"Hati-hati om.. diluar masih hujan"
Fikar pergi memanggil bidan desa. yang jaraknya lumayan kurang lebih 2 kilo.
Kurang dari satu jam Fikar sudah datang beserta bidan Arum.
Bidan Arum masih saudara dengan Ali dia merupakan adik sepupu Ali (suami Amenah)
Bidan Arum bergegas ke kamar Amenah. memastikan kondisi Amenah saat ini.
"Assalamu'alaikum kak.. "
bidan Arum mencium tangan Amenah
"waalaikumsalam, Arum"
"kakak berbaring dulu, biar Arum periksa" membuka tas peralatan untuk melahirkan.
Fikar bergegas ke dapur untuk memasak air
bidan Arum memasangkan karet pada kedua tangannya "mulesnya sejak kapan kak? "
sambil meringis Amenah menjawab "sejak jam 5 sore, ini kontraksi nya makin sering"
"bismillah ya kak.. " Bidan Arum memeriksa Amenah "ini sudah pembukaan 8 sekitar 1 jam an lagi InsyaAllah lahiran kak" ucap Bidan Arum.
Sambil mengelus elus perut Amenah, bidan Arum terus memberikan semangat.
__ADS_1
"Kak Ali memang bisanya pulang jam berapa kak? " Tanya Arum.
"Biasanya Magrib sudah dirumah paling lambat Isya Rum"
Fikar membuatkan teh manis untuk Amenah
"diminum teh manisnya kak"
"Terima kasih Fikar".
" ibu bidan mau minum apa, biar sekalian Fikar buatkan"
"Teh hangat saja ka Fikar".
Fikar kembali ke dapur.
Amenah tidak henti berdzikir dan berdoa.
hingga waktu menunjukkan hampir pukul 12 malam.
bidan Arum mulai gelisah "Fik.. ini sudah pembukaan komplit tapi belum keluar juga beby nya..."
sambil berjalan keluar "tapi kondisi kakak ipar baik baik saja kan Rum.. "
Arum mengikuti fikar "alhamdulillah kakak ipar kuat"
................
sementara itu di pasar
" Ali.. kenapa belum pulang? " seorang pedang sayur merasa heran melihat Ali yang masih meng utak atik mobil pengangkut sayuran nya.
"iya nih.. mang.. mobilnya nya mogok lagi.."
"nanti mamang carikan montir ya li.. mamang pulang dulu an.. "
sambil menepuk pundak Pak Ali.
"iya mang, Terima kasih. Hati-hati dijalan mang"
Ali melihat kepergian mamang nya.
setelah 2 jam menunggu, akhirnya montir datang membetulkan mobil Ali tepat pukul 11 malam mobil baru selesai di betulkan.
sambil merapikan alat montir "sudah selesai pak Ali"
__ADS_1
sambil menghampiri sang montir " alhamdulillah, Terima kasih pak"
"akhirnya bisa pulang juga"
Ali bergegas masuk ke dalam mobil
BReemm... BReemmm..
"Bismillah.. "
mobil pun memasuki pekarangan rumah. Ali melihat teras rumahnya, sambil menyipitkan matanya " bukankah itu Arum.. apa istri saya mau melahirkan?? "
Ali bergegas memarkirkan mobilnya.
Fikar menghampiri kakaknya " kak.. karuhun mogok lagi ya..?
sambil menutup pintu mobil "iya Kar.. lama nunggu montir nya"
fikar mengambil kantong plastik yg dibawa kakaknya.
bidan arum yang akan beranjak dari tempat duduknya mendengar suara Amenah memanggil.
"Bidan... Aruuumm... " sambil menahan sakit akibat kontraksi.
bidan Arum berlari ke kamar "iya kak.. mulai kontaksi lagi ya.. "
"bidan saya sudah tidak tahan.. bismillah.. allahulaailahaillahua.. "
bidan sudah siap "ayo kak.. bismillah".
jam berdenting 12 kali. " sekali mengejan ya kak.. InsyaAllah.."
Ali yang baru sampai bergegas mengambil air wudhu sholat 2 rakaat.
"Bismillah satu,.. dua.. tiga.. ayo kak gang kuat".
" hhhmmmm.. eeeeggghhhh bismillah, Allahu akbar "
ketika Ali mengucapkan salam selesai sholat terdengar suara bayi
"oee... oee... oeee.. "
semua yang mendengar berucap "Alhamdulillah... " dan segera berlari ke pintu kamar.
sambil tersenyum bidan Arum menatap Ali dan Fikar yang mengintip dipintu kamar "ternyata menunggu ayah nya pulang.. "
__ADS_1
"Dasar anak ayah...!!!" Fikar pun tertawa