Takdir Tuhan ( Anak Nakal )

Takdir Tuhan ( Anak Nakal )
Istikharah


__ADS_3

"Assalamu'alaikum ayah, ibu. "


Amenah mencium tangan kedua orang tuanya


"sudah hampir dzuhur, ayo ganti bajumu kita sholat berjamaah"


Amenah pergi ke kamarnya dilantai 2


Pak Yunus dan Ibu Yeni memiliki 3 anak angkat, tapi ibu Yeni lebih menyayangi Amenah. karena Amenah yang membuat hidup ibu Yeni semangat kembali.


"mba panggil anak anak untuk makan siang"


mba Tita bergegas ke lantai 2


tok.. tok.. tok..


"mba Amenah, ditunggu diruang makan"


lanjut kamar sebelah


tok.. tok.. tok..


"Mas Yanyan di tunggu dituang makan"


lanjut kamar di sebrang kamar Yanyan


tok.. tok.. tok..


"Mba Eri ditunggu diruang makan"


Amenah yang duluan kebawah, mempersiapkan menata piring dan sendok.


Eri turun dari tangga


"kak Amenah baru pulang? tadi dijalan macet ga kak? "


Amenah menarik kursi Eri untuk duduk


"alhamdulillah enggak macet Eri, kamu ada rencana keluar Ri..? "


Eri membalikkan piringnya untuk diisi nasi


"rencana mau ke kampus kak, ada tugas tambahan"


ibu Yeni menuangkan nasi untuk suami dan anak anaknya


"sama mas saja Ri berangkatnya, mas sekalian mau ke bandara. besok ada penerbangan Pagi, mau cek dulu"


"iya mas. boleh. terimakasih"


Yanyan di adopsi sekitar usia 10 tahun. orang tua nya tidak bisa membiayai. Yanyan sebetulnya usianya lebih tua dari Amenah. dia seorang pilot di perusahan ternama di Indonesia.

__ADS_1


Eri di adopsi usia 12 tahun, mah ke SMP


mereka bertiga sebenernya satu nenek buyut dengan Amenah. jadi masih ada hubungan keluarga.


acara makan siang pun selesai


Eri dan Yanyan pamit pergi ke tujuan masing-masing


Amenah sering membantu para ART ditumah.


selesai makan pun begitu amenah mencuci piring


mba Iyem hendak membawakan cemilan ke ruang kerja pak Yunus


"biar ibu saya Yem, kamu panggil amenah. suruh temuia bapak dan ibu di ruang kerja"


Iyem menunduk "baik bu"


iyem pun menemui amenah yang sedang mencuci piring


"mba Ame, dipanggil ibu dan bapak diruang kerja"


Amenah mencuci tangannya


"iya mba saya segera kesana, ini sedikit lagi mba lanjut ya.. hehehe"


amenah tersenyum


...........................


tok.. tok.. tok..


"Masuk Amenah" ibu Yeni mempersilahkan Amenah masuk


"duduk Amenah"


Amenah menarik kursi disebelah ibu Yeni.


"duduklah.. " pak Yunus menunjuk Amenah


"baik ayah.. ada apa? "


Pak Yunus Tersenyum melihat ibu Yeni mengelus bahu Amenah


"Ame, kamu sudah dewasa sekarang. sahabat sahabat kamu sudah menikah dan memiliki anak. tinggal kamu sendiri. apakah kamu sudah memiliki calon? "


Amenah menatap ayahnya


"maksud ayah calon suami? "


sambil mendarkan tubuhnya

__ADS_1


"iya. selama ini ayah belum pernah mendengar kamu dekat dengan seorang pria"


Amenah menarik nafas


"sebetulnya beberapa bulan lalu Ame memiliki calon ayah, namun ternyata pria tersebut sedang dekat dengan seorang wanita. akhirnya Ame meninggalkannya"


"jadi sekarang Ame sedang patah hati nih.. " tanya ibu mencairkan suasana


Amenah hanya tersenyum


"Ame kamu sudah pernah bertemu dengan Adiknya Kak Fatimah? "


ayah memajukan kursinya, hendak mengambil minum


Amenah meng angguk


"pernah ayah beberapa kali, itupun ketika bersama ayah dan ibu"


ayah meminum kopinya


sruupp.. achh..


"bagaimana menurutmu? "


Amenah mengerutak keningnya


"maksud ayah apa? "


"maksud ayah, kesan pertama kamu melihat Ali bagaimana? "


"sepertinya baik ayah, tapi pendek"


ibu Yeni menjelaskan


"bukan pendek Amenah, tapi kurang tinggi" Amenah tertawa..


tubuh Amenah memang lebih tinggi dari Ali, kulit hitam manis.


"Ali memang keturunan Chinese Ame, jadi ya tingginya seperti itu"


"malah bagus jika berjodoh dengan kamu.. memiliki keturunan Campuran"


Amenah tersipu malu.


"tadi Kak Fatimah dan Ali kesini, mereka mengungkapkan niat baiknya untuk taaruf dengan kamu Ame" ungkap ibu Yeni.


"ayah sama ibu terserah sama kamu Ame.. mau lanjut taaruf atau cukup sampai disini" ucap ayah


"Ame mau istikharah dulu ayah, InsyaAllah 2 atau 3 hari Ame. mengabarkan nya"


"baik jika keputusan mu seperti itu"

__ADS_1


ucap ayah sambil mengambil kue


__ADS_2