
Pak Hasan keturunan darah Pakistan, ayah Pak Hasan seorang Menir dari Pakistan. jika kemana mana selalu memakai kuda bernama Raden Mahir. tanah nya sangat luas, kalo sekarang satu kecamatan milik kakek Mahir.
Pak Hasan di kenalkan oleh Kakek Mahir dengan keluarga Dari China.
Pak Hasan dijodohkan oleh Amah yang bernama Asli Raden Sri Maskamah.
mereka menikah dan memiliki 4 putra 2 Putri.
Anak Pertama bernama Fatimah Azzahra seorang pengusaha salon kecantikan di kota metropolitan. suaminya seorang kontraktor.
anak Ke dua bernama Raden Faruk (Aden) seorang pengusaha tambang Pasir di daerah pesisir Laut Jawa. istrinya bernama Nenden, keturunan darah Sunda.
anak Ke tiga Raden Joesuf (Yusuf) seorang Panglima TNI tinggal di Metropolitan. istrinya putri seorang pahlawan Nasional. sangat tegas dan berwibawa.
anak ke empat Raden Ali mustofa mengelola perkebunan milik Ayahnya.
memiliki Istri bernama Amenah keturunan Banten dan Makasar.
anak ke lima Raden Zulfikar (Fikar) bekerja di peternakan milik adik Pak Hasan. belum menikah. jombo akut.. hehehe..
anak keenam paling cantik diantara semua bernama Raden Nila kusuma Nila) tinggal bersama suaminya di Negri Jiran. dikuliahkan oleh suaminya di Universitas Malaysia.
semua anak anak pak Hasan lulusan Sarjana, hanya Ali yang tidak sarjana. karena sejak kecil Ali senang berkebun bersama pak Hasan.
Cita-cita Ali ingin meneruskan perkebunan sang bapak
jadi kala itu pak Hasan berpikir, jika berkebun untuk apa harus meneruskan sekolah hingga sarjana.
Kenapa pak Hasan lebih menyayangi Ali, karena sejak kecil Ali anak yang baik, penurut, penyayang, jujur serta penuh tanggung jawab.
Ali memiliki kekasih di desa sebelah, dan berencana akan menikah dalam waktu dekat. Pembantu dirumah Ali bercerita bahwa wanita yang akan Ali nikahi sering bersama pria lain. awal nya Ali tidak percaya namun Ali akan membuktikan sendiri.
tanpa memberi kabar Ali pergi kerumah wanita pujaannya tersebut, ketika Ali datang kerumah benar saja. wanita itu sedang duduk bersama seorang pria. yang ciri ciri nya sesuai yang diberi tahu pembantu Ali.
__ADS_1
Ali benar-benar kecewa. Cinta tulusnya telah di hianati.
akhirnya Ali pergi merantau ke Jakarta, meninggalkan perkebunan ayah nya.
Di jakarta Ali tinggal bersama Kak Fatimah dan bekerja di pabrik Motor.
keponakan Ali bernama Qori berusia 12 tahun dan Husen berusia 10 th sering meledek Ali yang sudah berusia 27 tahun belum menikah.
setiap sore Qori dan Husen mengikuti pengajian di Masjid sebrang rumahnya gurunya adalah Amenah.
qori dan anak anak lain senang di ajar oleh Amenah.
"ustadzah Amenah baik dan lembut ya Sen.. aku senang jika berbicara dengan nya" husen mengangguk
"iya kak. apalagi anak laki-laki, senang karena cantiknya"
qori memukuk lengan Husen
plak..
Husen kesakitan
" Aawww.. sakit kak.. "
sambil gaya mencubit "mau kakak cubit nih.. biar tambah sakit"..
Husen berlari masuk ke masjid
" ampuuunnn... kakk.. "
qori menggelengkan kepala "isshh... iisshh... iish.. "
sampai di masjid teman Qori meliah Ali yang baru pulang kerja didepan rumah Qori
__ADS_1
"Qor.. itu siapa didepan rumah kamu"
Qori melihat keluar jendela masjid
"oh itu om aku dari Bogor Sal.. "
Salbiya sambil tersenyum "om kamu imut juga Qor.. "
Qori melirik Salbiya "awas kau ya.. om aku itu udah Tua, hanya bdannya saja kecil.. "
Salbiya mendekati Qori mendekap tangan Qori "memang om kamu usia berapa Qor..? "
sambil menepis tangan Salbiya "kata mama usia om ku 27 tahun"
Salbiya memang berbeda 2 tahun dengan qori. dia sudah SMP.
Qori merasa curiga
"kamu sering liat om ku ya.?? atau sering intip.. intip.. hahh..?
salbiya tersengum
" hehehe.. baru 3x melihat om kamu Qori.. curiga aja sih.. "
Amenah yang menajdi Ustadzah datang
"Qor.. Qori.. liat ustadzah Amenah tuh.. "
Qori melihat ke arah yang ditunjuk Salbiya
"Ustadzah Amenah juga kan perawan tua, kata ibu usianya sudah 24 tahun. teman teman nya sudah pada menikah dan memiliki anak"
Qori memandang Salbiya
__ADS_1
"terussss.. "
Salbiya mengangkat angkat kan Kedua Alisnya "bagaimana kalo om kamu kita jodohkan dengan Ustadzah Amenah"