
kehamilan ke 3 Alma sering nge drop, sehingga Berlian dibawa kakek nenek Yunus ke Jakarta.
Berlian sangat senang tinggal diJakarta, diberi fasilitas spesial.
Mobilan listrik, sepeda dan masih banyak lagi mainan mewah yang di belikan kakek neneknya.
Setelah makan malam.
ibu yeni membawakan kopi dan cemilan ke ruang kerja Pak Yunus.
duduk didepan Pak Yunus, sambil memperhatikan suaminya yang membuka buka berkas.
"Ayah, perkiraan lahir Amenah 2 minggu lagi, bagaimana minggu depan ibu dan Berlian ke Bogor? "
Pak Yunus menyimpan berkasnya, dan meminum kopi.
"baiklah ibu, tapi ayah tidak bisa mengantarkan. nanti ayah suruh Anto mengantar ibu"
"iya ayah, kasian juga berlian sudah 3 bulan disini. pasti rindu kedua orang tuanya" sambil memberikan kue ke Pak Yunus
"baik lah bu. tapi bulan depan ibu harus ikut ayah ke Singapore. Ayah ada tugas 3 hari disana. dan harus didampingi istri"
ibu yeni berdiri "baik ayah. ibu akan menidurkan Berlian dulu" sambil berlalu pergi.
..............................
Sementara di Pedesaan Amenah terlihat kelelahan karena kehamilannya sudah memasuki usia 8 bulan lebih.
Ali hendak ke dapur dan memperhatikan Amenah dan sang putri yang sedang istirahat di kasur santainya, terlihat sambil mengelus elus kepala Alma.
Alma terus berceloteh
"ibu, om Fikal dede bayinya cudah lahil. dede Alma beyum.. "
__ADS_1
Aminah memandang Alma yang tiduran dipangkuannya "belum sayang, kita doakan semoga dede Alma cepat lahir juga"
"ayaaahh... Alma mau teh manis"
Alma berteriak memanggil ayahnya yang sedang didapur
"iya.. ini ayah buatkan sekalian untuk ibu dan dede bayi"
suara ayah terdengar dari dapur.
Ali membawa minuman untuk istri dan putrinya
"ibu, sepertinya sangat kelelahan hari ini. maaf ayah tidak bisa membantu ibu".
Amenah menatap suaminya
" tidak apa apa ayah, ayah juga pasti capek di perkebunan seharian terus kepasar induk"
"Minumlah, bagaimana Alma hari ini? "
Amenah memandangi Alma sambil mengelus kepala putrinya yang meminum teh langsung habis satu gelas. "Biasa ayah, ada saja tetangga yang mengadu karena ulah Alma"
Ali mengelus kaki putrinya. "tapi bukan masalah berat kan bu"
Amenah menggeleng "tidak ayah, hanya mengganggu anak perempuan yang sedang main rumah rumahan di samping rumah. anak anaknya saja yang mengadu di ada-adakan"
Ali tertawa
Alma melihat ayahnya
"Ayah cenapa?? "
ayah mengelus kepala Alma
__ADS_1
"tidak apa apa sayang.. "
Alma mengkerut kan dahinya
"itu teltawa.. "
"ayah lucu saja lihat perut gendut nya ibu" Ali mengelus perut Amenah
"dendut ada dede bayinya ayaahh.. " Alma membela ibunya.
Amenah hanya tersenyum.
Alma menyadarkan kepalanya dipangkuan Amenah.
"ayo tidur sayang, kita baca doa dulu"
Alma mendengarkan suara lembut ibunya yang mengucapkan doa sebelum tidur, ayat kursi, surat Al-Fatihah, Surat Al Ikhlas, surat Al falak, surat Annas dan ayat suci lainnya. hingga Alma tertidur.
"Doa terbaik untukmu sayang" ucap Amenah lembut
"biar ayah pindahkan Alma ke kamar"
Ali membawa Alma ke Kamar, Amenah mengambil air wudhu dan sholat. selesai sholat Amenah melihat Ali yang hendak melaksanakan sholat juga
"istirahat lah.. " ucap Ali
selesai merapikan mukenanya Amenah tidur di samping Alma.
selesai sholat menghampiri Istri dan putrinya yang sudah terlelap dalam alam mimpi. Ali mencium kening Amenah dan Alma sambil membacakan doa "Robbihabliminsyolihin. Aamiin"
Ali tidur di samping Alma.
sekarang Alma tidur di apit kedua orang tuanya.
__ADS_1