
Adzan subuh berkumandang..
bersahut sahutan..
"Allahuakbar.. Allahuakbar.. "
keluarga Ali masih berat untuk membuka mata mereka..
jam berdenting 5 kali "teng... teng.. teng.. teng.. teng.. "
Amenah terbangun "ayah.. ayah.. bangun sholat subuh.. sudah jam 5"
Ali berusaha membuka matanya.
Amenah barusaha turun dari tempat tidur dan pergi ke kamar mandi, untuk membersihkan diri. merendam pakaian.
selesai mandi Amenah melihat Ali sedang memasak air.
Amenah lalu pergi membangunkan Fikar, disana Berlian yang berusia 2 tahun bangun langsung memeluk ibu nya "mbu.. mbu..dendong.."
Amenah ingin mengangkat Berlian. namun di ambil oleh om Fikar "oh... tidak keponakan om yang sholeh, biar om yang gendong.. kita liat adik Berlian.. "
Amenah tersenyum.
fikar sambil menggendong Berlian masuk ke kamar Amenah. "liatlah.. adik Berlian sudah lahir, cantik tidak"
Berlian yang kegirangan melompat turun. Amenah yang kaget hendak menangkap Berlian. "mbu.. mbu.. beby nya lucu.. boleh ian cium mbu.. "
Amenah duduk di sisi ranjang. Berlian naik ke atas ranjang dan menciumi beby putri yamg sedang tertidur.
Fikar tersenyum "hati hati Berlian, ciumnya jangan terlalu keras, dan suaranya jangan berisik. nanti beby nya terbangun dan menangis.. " Fikar mengingatkan Berlian.
sambil berlalu ke kamar mandi, hendak berwudhu dan melaksanakan sholat subuh.
__ADS_1
"iya Kakak Berlian Hati hati ya.. "
Berlian mengangguk "iya mbu.. "
Berlian mengingat sesuatu "mbu.. ian mau cu..cu.. boleh..!?" sambil berbisik di telinga ibu.
"minta ayah buatkan ya. ayah ada di dapur kak.. "
Berlian Segera turun dari tempat tidur, berlari menghampiri ayahnya. "ayah.. ayah.. ian mau cu.. cu.. " sambil menarik ujung baju ayahnya
Ali menoleh ke arah Berlian "sebentar ayah buatkan" tidak lama ayah selesai membuat susu. "kaka ini susu nya" Berlian mengambjl susu "ayah .. ian, mau bobo cama beby ya.. " Ali mengacungkan jempolnya.
Berlian berlari ke kamah beby putri, Berlian melihat beby putri sedang menyusu di dekapan Amenah.
Berlian Tidur disebelah Amenah sambil menghisap susu botolnya "mbu.. beby ennum cu.. cu.. ya..juga.." sambil mengelus kepala Berlian " iya sayang.. sama seperti kakak.. " Berlian terus memandang beby dan Amenah.
entah apa yang ada di pikiran Berlian.
tepat 06:30 "Kak.. sarapan Sudah siap kah? saya sudah kesiangan nih..kak.." Fikar berteriak.
karena sebentar lagi Fikar akan pergi bekerja di peternakan.
sambil mengambilkan nasi plus lauk untuk Amenah Pak menjawab "sudah Fikar... kakak mau kasih sarapan buat kak Amenah"
Ali Memasuki kamar Amenah.
"ibu, ayo sarapan dulu" Amenah mengambil nasi "Terima kasih ayah"
Ali lanjut menjemur pakaian. "Aliiii.... kamu ya.. Amenah melahirkan tidak memberi tahu orang tua.. " Pak Ali kaget mendengar teriakan Bapak nya. "maaf Pak, semalam jam 12 saya baru pulang, jam 3 baru bisa tidur. jadi belum sempat menghubungi bapak.. "
Ali mencium tangan Bapak dan ibu nya.
Bapak, ibu, Ali memasuki rumah.
__ADS_1
ibu Ali (Amah)langsung masuk ke kamar Amenah "Ame.. mana bayi nya?"
Amenah memberikan putrinya "ini ibu, alhamdulillah sejodo".
ibu Ali (Amah) menjawab " Alhamdulillah. MasyaAllah cantiknya".
beby dibawa ibu Ali keluar. "Bapak liat bayinya cantik"
ayah Ali (Hasan)berdiri dan menggendong beby "MasyaAllah tabarokallah. ayah beri nama Wardah"
Dari pintu terdengar suara ayah Amenah (Yunus) "Assalamu'alaikum, mana cucu aki..?" semua menjawab "waalaikum salam"
Pak Hasan memandang besan nya
"Yunus.. Yeni.. jam berapa dari jakarta.. "
Ayah Amenah tersenyum
"Firasat orang tua, ba'da subuh langsung berangkat.. alhamdulillah jam 7 sudah sampai kesini.. "
semua menjawab "alhamdulillah".
"ayo.. ayah, ibu.. bapak.. Amih.. silahkan duduk" Amenah mempersilahkan semua duduk.
Pak Yunus menoleh ke Pak Hasan "Hasan, tadi kau menyebutkan nama baby Amenah dan Ali siapa? ".
bapak Ali tersenyum " bagaimana jika kita beri nama Wardah..?"
ayah Amenah (Yunus) mengambil beby "saya juga punya nama.. *Salma*. jadi kita beri nama *Wardah Salma* bagaimana?"
para nenek menjawab " nama yang baguss.. " semua tertawa kekompakan keluarga ini.
Amenah dan Ali bersyukur melihat semuanya bahagia. Ali berguman "Wardah Salma"
__ADS_1