Takdir Tuhan ( Anak Nakal )

Takdir Tuhan ( Anak Nakal )
Rencana Ta'aruf


__ADS_3

Dengan hati bergetar Ali menginjakkan kaki dirumah mewah tersebut


Decak kagum, melihat isi ruang tamu.


kursi empuk dan elegan, lampu bergantung bola bola kristal, karpet bulu tebal.


Ali benar-benar tidak percaya diri.


"kak.. aku deg.. deg.. an nih.. "


kakaknya tersenyum


"kita coba saja Ali. Pak Yunus orang baik, sholeh. begitupun ibu Yeni. kita terbuka apa adanya. InsyaAllah bismillah. "


Ali tidak dapat berkomentar lagi karena Pak Yunus dan Ibu Yeni datang menghampiri


"Assalamu'alaikum Pak Yunus, ibu Yeni"


Fatimah mencium tangan keduanya


"waalaikumsalam Fatimah"


kini giliran Ali mencium tangan "assalamu'alaikum Pak, ibu"


"waalaikumsalam Ali, silahkan duduk"


ibu Yeni mempersilahkan duduk


mba Iyem dan mba Tita menghidangkan minuman dan makanan


"Terima kasih mba" bu Fatimah menoleh ke mba iyem dan mba Tita.


ibu Yeni memecah suasana agar tidak canggung


"silahkan diminum. tidak usah sungkan"


Ali tersenyum "Terima kasih bu.. "

__ADS_1


Fatimah memulai pembicaraan


"sebelumnya saya mohon maaf yang besar besarnya. bukan maksud hati lancang datang kesini. sekali lagi mohon maaf. kami hanya ingin memperpanjang silaturahmi"


Pak Yunus yang tidak suka basa basi langsung bertanya


"jadi kamu yang bernama Ali..?


Ali dan Fatimah yang kaget langsung mengeluk. Ali meng anggukan kepala


" iya pak saya Ali "


Ali yang tidak berani menatap Pak Yunus


"apa yang kamu punya untuk putri saya? "


Ali memberanikan mengungkapkan apa yang ada didalam hatinya


"Saya mohon maaf, dengan kerendahan hati saya. saya tidak memiliki apa apa yang harus dibanggakan. setelah kak Fatimah bercerita ingin saya taatuf, saya sholat istihoroh beberapa kali. Allah menggerkan hati saya untuk dapat memberanikan diri datang kesini dengan Bismillah saya ingin taatuf dengan Amenah. lahaola wala quwwata ilaabillah"


sebetulnya ibu Yeni deg.. deg.. an juga


Pak Yunus menarik nafas panjang


"karena ketulusan hati kamu, serta perjuangan memberanikan diri. maka saya mengijinkan. Ali taaruf dengan Amenah"


ibu Yeni dan Fatimah senyum bahagia


"alhamdulillah"


"ayoo.. silahkan diminum, dan cicipi kuenya"


Ali dan Fatimah mengambil minuman


"kamu harus tau Ali, Amenah bukan putri kandung kami"


Ali dan Fatimah terdiam. Pura-pura biasa saja. walau sebenarnya terkejut.

__ADS_1


"Amenah kami ambil ketika usia 6 tahun, ayahnya seorang kepala desa meninggal sejak Amenah ber usia 3 tahun"


pak Yunus meminum jus nya


sruupp... ach..


"sepuluh tahun kami menikah, Allah berkehendak lain. ibu Yeni divonis kangker rahim dan harus diangkat"


Pak Yunus menggoyangkan gelas nya


"setelah pengangkatan rahim, bu Yeni merasa sedih. sampai adiknya dari banten datang. serta menyampaikan informasi. bahwa jika ingin mengangkat anak ada anak kerabatnya berusia 6 tahun"


sruuppp.. pak Yunus meminum jus nya kembali


"akhirnya kami menemui ibu nya Amenah, meminta baik baik. untuk mengadopsi Amenah. ketika itu Amenah datang, ditanya mau ikut kami apa tidak.. "


Pak Yunus menyimpan minumannya


"dengan antusias Amenah ingin ikut ke Jakarta bersama kami. hingga sekarang Amenah menjadi putri kami"


Ali menatap pan Yunus


"InsyaAllah saya akan menerima Amenah apa adanya Pak.. "


pertemuan hari inipun selesai.


Ali dan Fatimah berpamitan pulang


ketika di gerbang mereka berpapasan dengan Amenah.


Amenah tersenyum manis sambil mengucapkan salam.


"waalaikumsalam"


Fatimah dan Ali sambil berlalu keluar gerbang.


Amenah menutup gerbang, menatap kepergian keduanya. berguman dalam hati

__ADS_1


"ada apa kak Fatimah dan adiknya datang kesini"


__ADS_2