
Tiga hari telah berlalu
Selesai makan malam, keluarga Yunus kumpul diruang keluarga, sambil bersenda gurau.
"mas Yanyan Tumben ga terbang.. "
mas Yanyan melirik Eri. sambil lanjut membuka majalah bisnis.
"besok subuh mas terbang. jadwal hari ini teman mas yang gantikan. karena besok beliau tidak bisa terbang. ada acara keluarga"
kriuk.. kriuk.. Eri makan cemilan
"owwhh.. "
"Kak Ame, baju Eri sudah di jahit belum, soalnya lusa mau dipakai"
Eri menatap Amenah
"sudah tinggal masang kancing dan lubang nya Ri.. "
"ok siipp, jadi besok selesai ya kak"
"InsyaAllah selesai".
Ame sambil merajut dengan ibu membuat syal
ayah datang lalu duduk di kursi goyang
membawa koran hari ini.
" bagaimana keputusan mu Ame...? "
Ame membantu ayahnya duduk
"InsyaAllah Ame mau taaruf dulu ayah"
ayah membuka korannya "syukurlah"
ibu tersenyum "alhamdulilah"
Yanyan dan Eri mengkerutkan dahi
saling berpandangan dan berkata tanpa suara "ada apa sih mas..? "
Yanyan menggeleng dan mengangkat bahu nya "ga tau".
" bagaimana juga sabtu pekan ini kalian bertemu " ucap ibu Yeni
"iya ibu. InsyaAllah boleh"
ibu Yeni melihat yanyan dan Eri yang bertingkah aneh.
"kalian kenapa sih.. bisik bisik tidak jelas..penasaran ya. ada apa dengan kak Ame"
"bukan Yanyan ibu.... tuh. Eri.. yang ingin tau apa yang terjadi.. "
Eri cemberut "yeaahhh kak Yanyan juga kan yang tadi tanya.. tanya.. "
"baiklah ibu akan beri tahu, ibu dan tante Fatimah akan menjodohkan Kak Ame dangan Keponakannya kak Fatimah" mereka berdua terbelalak
"kak Ame memang mau dijodohkan gitu? " tanya Eri
"Kaka hanya baru mau taaruf dulu saja, belum tahu sampai menikah Eri.. "
Eri mendekati Amenah "semoga kak Ame mendapatkan suami yang terbaik, The best!! " Eri mengacungkan jempol kananya "Aamin, doakan yang terbaik untuk kakak ya".. Eri mengacukan kedua jempolnya " OKe, siap kak!! ".
__ADS_1
................................
waktu serasa cepat, tidak terasa
Sabtu akhir pekan Pun tiba.
rencana Taaruf akhirnya terlaksana juga.
kak Fatimah, suaminya serta Ali datang kerumah pak Yunus.
"assalamu'alaikum, selamat malam"
ibu Yeni menjawab dengan ramah
" waalaikumsalam, mari silahkan masuk "
pak Yunus datang menghampiri
"Mari, silahkan duduk"
Fatimah, suaminya dan Ali dengan hormat membungkukkan badan nya
"Terima kasih bapak ibu Yunus sudah bersedia menyambut kami" ucap Fatimah.
Mba Tita dan Mba Iyem datang menyajikan makanan dan minuman
"Terima kasih mba" ucap Fatimah
mba Tita dan Iyem mengangguk tersenyum
"Tita panggil Amenah"
mba Tita membungkuk
"ayo, mari. silahkan di minum"
ibu Yeni dengan suara lembutnya
"Terima kasih banyak ibu"
jawab Fatimah dan Ali
Amenah datang didampingi Eri, amenah tertunduk malu
"sini Ame dekat ibu"
Ame duduk di kursi sebelah ibu.
Ali duduk di tengah, kanan kak Fatimah, kiri suaminya kak Fatimah.
kursi diujung pak Yunus.
Ibu Yeni, Amenah dan Eri duduk di sebrang Ali.
dan sekarang Ali duduk berhadapan dengan Amenah.
"Amenah yang didepan kamu adalah Pria bernama Ali. ingin Taaruf dengan kamu".
tanpa basa basi pak Yunus berkata
" ayah dan ibu, sudah setuju kamu menikah dengan Ali. apalagi yang kamu cari Ame.. "
deg.. hati Amenah kaget. padahal dia hanya ingin Taaruf terlebih dahulu.
"bulan depan usiamu genap 25 tahun, ayah berencana. bulan depan kamu menikah dengan Ali"
__ADS_1
semua orang terkejut termasuk Ali dan keluarganya.
"bagaimana Ali? " lanjut pak Yunus
Ali yang menunduk, mengangkatkan sedikit wajahnya
"jika ini yang tebaik. InsyaAllah siap Pak"
jawab tegas Ali
"Amenah silahkan kalian berbincang" pak Yunus berdiri meninggalkan ruang tamu
"mari Fatimah, Edi"
ibu Yeni mengajak keruang keluarga. mereka berbincang mengenai acara pernikahan
Amenah masih menunduk tidak bisa berkata-kata, apalagi membantah.
"Amenah saya mohon maaf, saya juga kaget Pak Yunus langsung memutuskan"
Ali memulai pembicaraan
"Tidak Apa apa Bang Ali. semoga ini yang terbaik"
Ali menatap Amenah
"bismillah kita jalani, walau belum ada rasa cinta, insyallah rasa sayang karena Allah akan membawa kebahagiaan bagi kita".
Amenah mengangkat sedikit wajahnya
" Aamiin"
Ali mencoba mencairkan suasana yang menurutnya canggung ini
"Amenah coba lihat saya, inilah Ali dengan segala ke kurangnya. Tubuh saya kecil. tapi tetap manis dan ganteng kan... "
Amenah tersenyum
"insyaallah saya akan nerima Amenah apa adanya, bagaimana kesan pertama melihat saya Amenah"
Amenah tertunduk malu tidak bisa mengungkapkan "Bang Ali, Ame minta maaf jika Ame belum bisa membuka hati buat Abang, tapi Ame berusaha memberikan yang terbaik semampu Ame"
"Ame berharap abang mau mengerti dan Bersabar jika nanti kita berjodoh dan menikah"
"saya hanya bisa berdoa kepada Allah yang maha membolak-balikan hati, semoga hati kita bersatu, menyatu atas Kasih Sayang Allah"
sebetulnya Amenah masih ragu kepada Ali, karena memang hatinya masih kepada seseorang disana yang menghianati nya.
.............................
Para orang tua, keluarga Fatimah kembali ke ruang tamu.
"Bagaimana Ali, Ame, InsyaAllah keputusan ini yang terbaik. makin cepat semakin baik. Bersatulah karena Allah, menikah dengan tujuan beribadah"
ucap Pak Yunus
"baik Pak, InsyaAllah orang tua Ali, minggu depan Akan melamar Amenah secara resmi".
" Alhamdulillah, semoga kita semua diberikan kesehatan dan kelancaran hingga hari H nanti"
آمِــــــــــيْنَ يَا رَبَّ الْعَالَمِــــــــــيْن
"kami mengucapkan terimakasih banyak, atas kelapangan hati bapak ibu Yunus menerima kami, kami undur diri. Assalamu'alaikum" Fatimah berpamitan.
وعليكم السّلام ورحمةاللّه وبركاته
__ADS_1