
Setelah kepergian Pak Hasan, Fikar beserta anak istrinya tinggal bersama ibu Amah. Nila belum bisa menetap di Indonesia. karena suaminya masih terikat kontrak kerja hingga 2 tahun kedepan.
Aden dan Nenden sudah memiliki rumah sendiri, berada dekat kebun kacang bersama ke 3 anak mereka, bernama Alika, Riyanti, dan Chichi yang se usia dengan Aida.
Ali dan Amenah sekarang setiap hari berkunjung ke rumah ibu Amah. jarak rumah mereka hanya 200 meter sebelah utara rumah ibu Amah.
Begitupun rumah Aden kurang lebih 200 meter sebelah selatan rumah ibu Amah. Jadi rumah ibu Amah berada di tengah-tengah perkebunan.
Seiring berjalannya waktu Ibu Amah mulai menerima kepergian Pak Hasan.
Amenah menggendong Aida bersama Sallma berjalan memasuki pekarangan ibu Amah "awas hati-hati, ada alma tuh.. pegangin anak-anak kita biar tidak diganggu Alma" cibir Nenden
__ADS_1
"iya bener, kemarin Evi anakku kepalanya benjol di pukul Salma" saudara sepupu Ali berbicara. "tuh kan bener, putriku chichi kalo ada Alma langsung nangis minta gendong. soalnya sering di pukul atau di dorong" lanjut Nenden "ssttt... diam gibah aja.. kak Ame datang tuh" Dewi mengingatkan mereka yang sedang gibah.
"assalamu'alaikum semua nya " sapa Amenah. "Alma ayo cium tangan sama wawa dan bibi " Salma menggeleng dan menghampiri bi Dewi "bi uwi.. Alma mau gendong dong... please. Mohon .." Dewi mengangkat Salma biar tinggi, lalu menggendong Salma masuk kerumah menemui neneknya. Salma minta turun dan berlari menghampiri ene Amah.
"acalamlikum nenek" Salma mencium tangan nenenya "Wa'alaikumussalam sayang" Ene Amah mencium pucuk kepala Salma. "Assalamu'alaikum nek" ucap Amenah "waalaikumsalam Ame, bagaimana kabarnya" Alma menjawab "ene lagi apa?itu apa melah.. melah?" sambil menunjuk ke nampan kue "ini bolu kukus sayang. Alma Mau ?" Salma sangat antusias " mau.. mau. " langsung ambil sendiri. padahal ene sudah mengambilkan kue untuk alma "ini sayang kue nya. yang itu masih panas nanti Salma terluka kena panas" ene Salma mencegah tangan Salma yang hendak mengambil kue. "makacih ene.. ". Salma ingin memegang adonan "eeeh.. jangan Alma!!" Wa Nenden melarang Salma, Salma melihat cup untuk bolu kukus yang akan disusun, dan ikut-ikutan mengambil "Alma jangan nanti sobek" Ucap bi Ijah ART ene Amah. Salma masih pemasaran semua yang ada di dapur dia pegang. hingga membuat beberapa orang dewasa kesel "astaghfirullah, Ame mana sih.. ini anaknya mengganggu terus" semua mencari Amenah namun tidak ada "kayanya sedang nyuapi Aida, soalnya tadi bawa nasi" akhirnya Nenden tau tidka ada ene Amah maupun Amenah. Nendan membentak Salma "heh.. anak nakal. pergi sana. mengganggu saja!!" sambil menarik tangan Salma ke luar dari dapur "sana.. sana.. main diluar!! ".
Salma pun berlari ke luar rumah.
SAlma pun pergi dengan kesal. Dari kejauhan dia melihat bi Kiah berjalan ke rumah Salma. dia berteriak "bibi.. bibi..!!" Alma berlari menghampiri bi Kiah "bi.. ikuutt... " Salma merasa hanya bi Kiah yang sayang dan perhatian kepadanya "iya, ayo kita pulang".
Usia Salma kini memasuki 4 tahun. Berlian Mau masuk Sekolah Dasar.
__ADS_1
Aida sudah bisa berdiri, dan berjalan beberapa langkah. Namun Amenah tidak bisa mempercayai orang lain untuk menjaga Aida.
kini Salma sudah dirumahnya, dilihat Ayahnya sedang, membedah Kolam Lele. Salma berlari " ayaaaahhh.. lagi apa? Alma mau bantu boleh? ". ayahnya menoleh ke arah Salma. " boleh sayang, tapi hati-hati jangan ke kolam yang besar, Salma di kolam itu saja yang kecil" ayah Salma menunjuk kolam Lele yang sudah surut, dan ikannya sedikit yang kecil -kecil "yeeaahh.. " Salma kegirangan, dan akan masuk kolam "eehhh.. neng Salma ganti baju dulu" bi Kiah menahan tangan Salma untuk berganti baju, Dengan baju yang sudah agak lusuh. "sayangkan non baju bagus, kena kotor lumpur. suka susah di sikat juga ga hilang neng".Ocehan bi Ikah sambil mengganti pakaian Salma.
Tidak berlama-lama Salma langsung masuk kolam. bermain sendiri, namun terlihat sangat bahagia. apalagi ketika dapat mengambil ikan.
Berlian yang baru pulang sekolah langsung melihat Salma bermain lumpur dikolam " Alma jorok.. " Salma berteriak "Abang ian.. sini.. banyak ikannya loch.. " Salma menunjukan ember yang telah berisi ikan-ikan kecil yang dia tangkap "ga Mau.. ach.. bau.. " Berlian mrnggeleng "takut di gigit ikan ya bang..? " Salma tau abang nya penakut. Berlian diam tidak menjawab namjn terus saja memperhatikan Salma sambil tersenyum.
Bi Ikah datang membawa sepiring nasi dan baju ganti untuk Berlian.
"Abang ian, ganti baju dulu. terus makan" bi Kiah mengganti Pakaian sekolah Berlian "aaaa... makan yang banyak " bi Kiah menyuali Berlian "neng Alma sini berdiri disini biar sekalian bibi suapi" Salma cuek saja tidak dengar apa pura-pura tidak dengar "Neng.. ayo.. makan dulu" Salma pun mendekat dan ikut makan siang bersama.
__ADS_1