Takdir Tuhan ( Anak Nakal )

Takdir Tuhan ( Anak Nakal )
Nenden Marah besar


__ADS_3

Waktu tidak teras terus berjalan serasa cepat. Hari Rabu pun Tiba. Salma diantar Ayah Ali ke tempat latihan Taekwondo. "selamat sore Sabam" sapa Ali "Sore Bang Ali, halo Salma. sudah siap latihan nih" mengelus kepala Salma "siap Sabam" Sabam menarik tangan Salma dengan lembut "ayo sini, ikut Sabam" Sabam membawa Salma bergabung dengan yang lain "Perhatian semuanya, perkenalkan ini Salma. mulai hari ini akan bergabung dengan kita. beri salam Salma" Salma mengucap salam "assalamu'alaikum, saya Salma" Salma melambai tangan nya "waalaikumsalam, Halo Salma" ucap semua


"masuk barisan Salma" Sabam menunjukan posisi Salma "sini Salma, kenalkan saya Kak Vera" ucap gadis berusia sekitar 8 tahun sambil mengulurkan tangannya. Salma menyalami nya.


Salma dengan semangat dan gerakan sempurna mengikuti latihan hari ini.


gerakan pertama kuda-kuda kata Sabam kuda-kuda kita harus benar agar kuat dan tidak mudah di robohkan lawan. Yang kedua latihan Mengepalkan tangan, posisi ke empat jari kepal kedalam dengan kuat. agar tenaga dalamnya bisa keluar. jika kita sungguh-sungguh dalam berlatih.


Salma selalu mengingat apa yang diajarkan Sabam nya.


Sekarang belajar split dimana kedua kaki harus dibuka lurus kedepan belakang dilantai, dengan mudah Salma dapat mengikuti. karena Salma pernah beberapa kali latihan Balet. Sampai kayang pun bisa Salma lakukan. kelenturan ini untuk melatih tendangan lurus dan bisa setinggi kepala.


"Latihan hari ini selsai, sampai ketemu hari minggu pagi" ucap Sabam.


Ali mendekati Salma "putri ayah hebat" mereka ber higfigh dengan kedua tangan nya. Ali memang melihat Salma dapat mengikuti gerakan dan perintah Sabam Iyus "ini ayah sudah beli seragam untuk Salma pakai minggu besok" Ali memperlihatkan seragam Taekwondo Salma "yeaahh, Terimakasih ayah" Salma memeluk ayahnya " ayo kita pulang, ibu sudah menunggu"


....................................


brumm.. brumm.. suara motor terdengar memasuki halaman rumah Ali.

__ADS_1


Nenden, Amenah, Dewi dan Saudara yang lainnya melihat Ali dan Salma yang baru pulang.


Nenden yang selalu penasaran bertanya "Dari mana Ali sama Salma?" Amenah menjawab dengan lembut "Salma habis latihan Taekwondo wa.."


Nenden mencibir "kamu tidak khawatir Ame Alma akan lebih galak dan bandel. ini Taekwondo loh.. bahaya" Ame tidak menggubris perkataan Nenden, dia langsung menghampiri Alma "kaka sudah pulang, bagaimana latihannya. seru tidak? " Salma dengan antusias bercerita "Seru bu, Alma latihan kuda-kuda, terus menendang, menonjok, terus yang kakinya lurus begini bu, apa nama nya ayah....? " Salma lupa namanya nya hanya mempraktekan saja gerakan nya.


"Kaka keren, tos dulu. sekarang mandi sama ayah terus kita makan siang bersama" Amenah mendorong Salma agar masuk ke dalam bersama Ali.


Nenden sambil menyuapi Chichi terus berbicara "kamu serius Alma ikutan Taekwondo. Me..? " Amenah menyuapi Aida "iya teh, Alma anak yang aktif jadi harus mengikuti kegiatan yang aktif juga. untuk menyalurkan kemampuannya" Nenden mengambil lauk lagi "Tidak khawatir bertambah lebih galak, karena memiliki ilmu bela diri" Amenah menyuapi Aida lagi "InsyaAllah semoga tidak teh, semoga Alma lebih terarah" Dewi hanya memperhatikan ke dua saudaranya itu.


..............................


Sejak saat itu Salma jarang bermain dengan sahabatnya di kampung, sekali-sekali sahabatnya yang datang kerumah Salma.


"Salma geng Anto meledek kita tuh, dia bilang kita cewek bandel, sok cantik.. tuh liat bibir nya.. " Salma melihat ke arah Anto yang sedang di depan pintu, ya dia menjulurkan lidahnya "weekk... " Salma berlari ke arah Anto dan kawan-kawan "Anto.... sini luh... " Antopun berlari, karena kalah cepat Anto tertangkap "Salma memegang kerah baju Anto, Apa luh.. ngeledek teman-teman. mau gua hajar luh.. " Anto ketakutan "iya.. gak. Alma. cuma bercanda.. maaf" Salma mengancam "sekali lagi gua denger lu ngelek, gua hajar luh.. "


Siapa yang sangka Wajah lembut Salma, yang sekali marah langsung bikin orang ketakutan.


.................................

__ADS_1


Suatu sore yang Cerah, cucu Alm. Aki Hasan biasa berkumpul dan bermain bersama. Salma ingin ikut bermain lompat karet bersama. seperti biasa tidak diperbolehkan "Jangan ach.. nanti Salma mengacaukan. lagi" ucap sepupunya Riyanti "iya, Salma menyebalkan.. sana pergi. tuh main sama yang lain" Salma marah "Kenapa Alma selalu tidak boleh main sama teh Yanti! " Salma agak berteriak "chichi juga kenapa selalu nangis kalo ada Alma!! " ucap Salma sambil kesal.


Riyanti dan Chichi yang nangis pergi mengadu ke Ibunya. ya.. mengadu yang macem-macem tentunya di lebih lebihkan.


Nenden marah sama Amenah "Ame, anak kamu sudah keterlaluan. ini tidak bisa dibiarkan. Dasar tidak bisa mendidik anak..!! " Amenah hanya tertunduk diam sambil memeluk Salma.


Nenden terus mengompori para ibu di desa, agar anaknya jangan main dengan Salma. Salma merasa kesal. ibunya di marahi, Orang-orang melihat Salma jadi jengkel.


...............................


Sare hari Salma baru pulang dari rumah bi Kiah, berjalan sendirian. Dari kejauhan Salma melihat Nenden sedang mengendarai motor. ide jahil nya muncul. Dia mencari sesuatu akhirnya dapat, Salma menemukan Ular yang sudah mati. Dia Ambil pakai kayu. dan mengarahkan nya kepada Nenden yang motor semakin mendekat.


Nenden berteriak "apa itu..!!! Almaaa.... Alma.. !!! " akhirnya motor Nenden oleng tercebur ke Kebur ke sawah "bughhh..." Nenden mengaduh kesakita "aacchhhh... ach... aduuhh..." tolooong" mendengar Nenden berteriak. Bapak -bapak yang sedang merapikan sayuran dimobil berlari. "astaghfirullah.. teh Nenden" ucap Fikar "Astaghfirullah wawa.. "


"kenapa bisa begini" tanya Fikar. "iii.. itu.. Alma membawa ular.. " Fikar dan yang lainnya melihat Salma. Dekat Salma ada ular sudah mati. mereka semua dibawa ke rumah ene Amah. karena kejadian ini dekat dari rumah ene Amah. Salma hanya terdiam, Nenden diobati sambil menangis dan marah marah. "huu... huu... dasar anak bandel.. awas kamu ya.. " Amenah dan Ali segera datang ketika langsung diberi kabar.


"bagaimana kejadiannya wa?" Ali malah mendapat omelan dari Nenden "ajari anak sopan santun, tata krama yang benar. Dasar ga becus mendidik anak!! " Aden menenangkan istrinya "sudah lah bu, naman juga anak kecil" Nenden mendelik, suaminya bukan membelanya "maafkan kami atas kelakuan Salma Teh. InsyaAllah Salma akan kami didik dengan baik" ucap Ali.


Fikar penasaran dengan Salma "Alma bagaimana awalnya" dengan wajah datar dan lugunya Salma bercerita. "walaupun ularnya sudah mati, tapi kadang masih ada sisa *bisa* ular nya Alma.. jika terkena tangan bisa terluka" Salma terdiam, rasa bersalah itu Salma rasakan.

__ADS_1


"ayo kita pulang Alma" ibu meraih tangan Salma.


Tidak ada pembicaraan lagi, seperti tidak ada kejadian tadi.


__ADS_2