Takdir Tuhan ( Anak Nakal )

Takdir Tuhan ( Anak Nakal )
Putri ke 2


__ADS_3

Pukul 00:10 menit lahir putri cantik, putri ke 2 Ali dan Amenah. Kebahagian terlihat dari kedua suami istri tersebut.


Lengkap sudah mereka memiliki sepasang buah hati.


selesai persalinan bidan Arum berpamitan "kak Ali, Arum pulang dulu ya. sudah jam 1 malam. suami Arum pasti nunggu di rumah" Ali menghampiri Arum "iya Terima kasih Arum, kamu sudah menolong melahirkan kak Amenah. Fikar Antarkan Bidan Arum pulang".


Fikar segera mengambil jaket dan kunci motor nya. " ayo bu Bidan yang terhormat.. Fikar antar pulang"


Ali dan bidan Arum geleng-geleng sambil tersenyum.


Ali menghampiri duduk di sisi ranjang, mengelus lengan Amenah mengucapkan doa "Alhamdulillah, tabarakallah. Terima kasih ya Allah, Terima kasih ibu, telah berjuang .. "


Amenah yang sedang menggendong bayi mungil tersenyum


"sini ayah adzankan dulu" mengambil beby putri dari sang ibu. kemudian Ali mengumandangkan Adzan.


setelah selesai mengumandangkan adzan, beby putri di berikan kepada Amenah.


"alhamdulillah ayah. kita sekarang memiliki sepasang anak. hhmm ayah, apakah ayah sudah memiliki nama untuk putri kita? "

__ADS_1


raut wajah Amenah penuh tanya.


sambil berdiri ayah hendak keluar kamar "kita tunggu kakek nenek nya besok, siapa tahu mereka sudah memiliki sebuah nama untuk putri kita".


Amenah mengangguk " iya ayah.. Berlian tidur di kamar om nya ayah.. coba lihat.."


tepat di pintu ayah yang masih mendengarkan perkataan Amenah, Ali terhenti dan berbalik badan menatap Amenah "iya ibu.. ini sekalian mau buka nasi dan ayam bakar yang ayah beli tadi di pasar.. ayah ambilkan untuk ibu ya.. "


Amenah mengaguk sambil tersenyum.


Ali menghampiri Fikar yang baru pulang mengantarkan bidan Arum.


"Fikar.. apakah Berlian tidak terbangun? " sambil menyeruput kopi hitamnya "tadi saya lihat ke kamar masih tidur kak.. "


Fikar berdiri "waahh.. asyiikk bener nih.. kak.. lagi lapeeerr banget.."


Ali menyiapkan piring di meja makan. dan menyusun ayam bakar yang dibelinya diatas piring. "pelan-pelan fikaaarr.. kebiasan.. ga suka cuci tangan.. baca bismillah" Ali melihat kelakuan Fikar agak kesel, yang ambil piring langsung sendok nasi ambil ayam bakar dengan terburu buru.


"habisnya laper kak, dari sore belum makan, mana hujan hujanan memanggil bidan Arum.. kakak ga merasakan sih.. perjuangan sang adik ini.. "

__ADS_1


sambil membuat teh manis Ali menggeleng gelengkan kepalanya sambil melirik ke Fikar


Ali membawaksn sepiring nasi dan ayam bakar untuk Amenah. ketika melewati kamar Fikar menyibak tirai kamar tersebut, karena memang kamar di rumah itu tidak memakai pintu, hanya terhalang oleh kain tirai.


melihat Berlian yang masih terlelap tidur "*alhamdulillah ya Allah, anak sulung ku itu sungguh baik dan lembut"* batin ayah Ali.


berjalan memasuki kamar istrinya "ibu.. ayo makan dulu. ayah buatkan teh manis ayo diminum" Amenah menidurkan beby putri nya disamping.


ayah menyimpan nampan nasi di meja.


"biar putri ayah yang gendong".


di gendongan ayahnya beby putri menggeliat dan menguap " MasyaAllah putri ayah sholeha.. robbi habli minasholihin.. "


Ali bersenandung sholawat, membacakan ayat kursi.


selesai Amenah makan, Ali menyerahkan beby putri ke pelukan Amenah.


"ayah bawa bekas makan ibu dulu ke dapur. ibu dan beby putri istirahatlah ini hampir pukul 03.00 malam"

__ADS_1


Ali pergi kedapur, dilihat Fikar sudah tidak ada. terdengar suara dengkuran dari kamarnya "Fikar.. Fikar.. sudah tidur aja.. tuh.. anak.. "


Ali bergegas ke kamar dan melihat Amenah serta bebynya tertidur pulas. Alipun ikut tidur bersama disebelah beby Amenah.


__ADS_2