
Kakek dan nenek Yunus datang berkunjung. ketika mendengar Amenah tengah hamil lagi.
ibu Yunus merasa khawatir melihat putrinya
"Ame, kamu kurus sekali. kamu pasti kecapean disini. bagaimana jika kamu ke Jakarta dulu bersama ayah dan ibu"
Amenah menuangkan air kedalam gelas ibunya "jika saya di Jakarta bagaimana dengan kak Ali bu. kasian dia disini sendiri"
ibu meminum air yang dituangkan Ame.
"sruupp.. iya.. tapi kamu lihat sendiri Wardah berbeda dengan Berlian, Wardah sering kabur ke perkebunan, main kotor kotoran. tidak bisa diam"
Amenah memperhatikan Wardah yang sedang asik bermain tanah. baju yang kotor.
"Wardah memang hiperaktif ibu, tapi insyaallah bisa Ame atasi"
"sekarang sudah ada yang membantu Ame disini ibu. namanya bi Ikah"
mata ibu Yunus mencari cari sesuatu
"sekarang bi Ikah nya mana? "
Amenah melirik ibunya yang berada disebalah " bi Ikah sedang mencuci di sungai. pukul satu siang baru datang kembali kesini bu"
ibu Yunus dan Amenah menoleh ke arah suara
"nenek... sini.. main.. cama Alma"
ibu Yunus tersenyum
"Wardah lebih suka dipanggil Alma bu"
__ADS_1
ibu Yunus berdiri mengampiri Wardah/Alma
"Alma main apa..?Alma tidak takut cacing?hiihhh... nenek takut"
wajah nenek ketakutan membuat Alma Tertawa
"Nenek.. nih... cacingnya... nihh... "
Alma mengacung acungkan tangan yang memegang cacing ke arah ibu Yunus. "acchhh... nenek geli.. hihhhh.. "
ibu Yunus kembali ke teras tempat duduk semula.
"hih.. Ame ayoo mandikan Alma.. ichh.. kotor sekali"
Amenah berdiri mengahmpiri Alma
"Alma ayoo kita main air dikamar mandi"
seperti biasa di kamar mandi ada mainan khusus Alma, ya.. mobil mobilan yang akan dimandikan Alma.
Alma memang suka mainan anak laki-laki berbeda dengan anak perempuan pada umumnya.
Alma di bak mandinya memandikan mobil mobilan.
ibu memandikan Alma
"Alma ayoo sudah selesai, nenek sudah nunggu di depan. mau ajal Alma Jalan- jalan"
sambil melompat Alma kegirangan "Aciiikk... aciikk"
Alma merasa beruntung perkembangan Alma sangat cepat diusianya yang baru 18 bulan ini sudah pintar berbicara, sudah mengerti perintah dan sangat aktif.
__ADS_1
ibu Yunus mengajak Alma dan Berlian jalan-jalan ke Mall. yang dekat dengan Rumah Amenah. sekitar 20 menit perjalanan mereka sampai di Mall.
ini pertama Kalinya bagi Alma pergi ke Mall.
Alma yang digendong Kakek Yunus tidak bisa diam ingin turun. akhirnya kakek Yunus menurunkan Alma.
benar saja Alma langsung berlari cepat kesana kemari. Kakek Yunus serta mba Tuti ART ibu Yunus pun kerepotan mengejar Alma
"Alma hati-hati sayang.. " Amenah mengingatkan Alma
"Alma sini sama Kakek kita ke toko mainan"
nenek Yunus yang menggandeng Berlian hanya menggeleng-gelengkan kepala.
akhirnya Mba Tuti menangkap Alma yang sedang ngumpet di baju baju yang berjajar.
"naahh... kena.. " mba Tuti langsung menggendong Alma.
mata Alma melarak lirik mena mana, tangannya menunjuk kemana mana, berbicara apa yang dilihatnya.
"itu apa..? " melirik lagi "ini apa kek? ".
terus saja berceloteh penuh pertanyaan.
sampai kakeknya tidak bisa menjawab atas pertanyaan pertanyaan Alma yang terlalu kritis.
Amenah dan ibu Yunus hanya bisa tersenyum melihat kakek Yunus yang mulai darah tinggi.
Mba Tuti pun kelelahan menggendong Alma yang tubuhnya bergerak terus.
Itulah Alma dengan kelebihannya yang unik menurut Amenah
__ADS_1