
sore yang seru..
"bagaimana Qori.. haah.. hah.. hah.. "
Salbiya sambil menyenggol nyenggol tubuh Qori
"Boleh juga tuh, aku akan coba bilang ke mama".
adzan magrib berkumandang.
selepas mengaji, anak anak sholat berjamaah
Qori dan Husen pulang ke rumah
"assalamu'alaikum mama.. babah..Om Ali "
"waalaikumsalam" serentak menjawab
Fatimah membuka mukena nya
"anak mama sudah pulang, sebentar ya mama siapkan makan malam dulu"
Fatimah beranjak kedapur menyiapkan makan malam.
Qori dan Husen pergi ke kamarnya menyimpan peralatan sholat dan berganti baju tidur
Ali sedang membaca Al-Quran, karena hanya ada 3 kamar jadi Ali bersama Husen.
Husen menatap om nya yang sedang membaca Al-Quran sambil berguman dalam hati "Subhanallah suara om bagus ketika membaca Ayat ayat Al-Quran"
"sodakallahuladzim... "
Ali menutup Alquran nya.
"Hai... Husen sudah pulang?? "
Husen mengangguk "iya Om.. ayo om kita kebawah. mama sudah menyiapkan makan malam"
mereka pun kebawah, duduk di meja makan bersama sama.
Suami Fatimah memulai pembicaraan
"ayo makan, kita baca bismillah. allahumma bariklana fiima rojaktana wakina Adzabannar. Aamiin"
__ADS_1
selesai makan mereka kumpul diruang keluarga. menonton TV bersama.
Ali berpamitan meninggalkan keluarga Fatimah.
"kakak ipar, kak Fatimah saya ijin ke kamar dulu. "
keduanya menjawab "iya.. "
Qori bercerita kepada Fatimah aap yang direncanakan tadi di masjid dengan Salbiya.
"bagaimana mah..? "
Fatimah merespon dengan baik
"bagus juga ide nya kak. nanti mama akan bicara dengan orang tuanya Amenah"
......,.......,.........
ke esokan paginya kebetulan acara pengajian mingguan ibu ibu komplek di pagi hari.
kali ini penyajinya ibu Yeni (ibunya Amenah) karena ayah Yusuf seorang terpandang bekerja di DPR perwakilan dari Sulawesi (Makasar). dan keduanya dianggap sesepuh di komplek maka ibu Yeni sering dipanggil untuk mengisi pengajian mingguan.
pukul 09:00 pagi ibu Yeni menutup acara pengajian.
"alhamdulillah, w assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh"
ibu ibu menjawab
"waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh"
semua ibu ibu beranjak dari tempat duduknya. menghampiri menyalami ibu Yeni.
Fatimah sengaja berada dipaling terakhir
"ibu Yeni.. "
melihat Fatimah ibu yeni tersenyum "Fatimah, kamu tidak berangkat ke salon? ".
Fatimah mencium tangan ibu Yeni " tidak bu hari ini saya ingin ikut pengajian"
ibu yeni beranjak dari tempat duduknya "alhamdulillah, Ayo kita pulang"
Fatimah mengikuti ibu Yeni
__ADS_1
"bu Yeni sebenarnya ada yang ingin saya tanyakan"
ibu Yeni menoleh ke belakang, melihat Fatimah
"ada apa Fatimah? "
Fatimah merasa ragu
"begini ibu.. apa Amenah sudah memiliki calon suami? "
ibu Yeni mengerutkan dahinya
"maksud Fatimah bagaimana? "
sambil berjalan berdampingan keluar masjid
"Maaf sebelumnya. saya sudah lancang"
bu Yeni mengelus Fatimah
"tidak apa apa, mari kita duduk dulu disini"
mereka duduk di teras masjid
"begini ibu, saya selama ini belum pernah melihat ada laki-laki kerumah ibu, untuk menemui Amenah, saya dapatkan info juga dari pembantu dirumah ibu Yeni"
ibu Yeni menatap kedepan
"iya, putriku memang belum pernah memiliki kekasih, apalagi yang datang melamar"
Fatimah menatap wajah ibu Yeni dari samping
"saya memiliki adik laki-laki bernama Ali, bagaimana jika Ali dan Amenah kita pertemukan bu.. "
ibu Yeni menoleh ke arah Fatimah
"bolehkan saya bertemu dengan Ali, sebelum Ali bertemu Amenah. untuk waktunya nanti saya bicarakan dulu dengan ayah Amenah"
senyum diwajah keduanya.
"baik bu. saya tunggu undangnya"
ibu Yeni mengajak Fatimah pulang.
__ADS_1