
Matahari tepat diatas kepala, Salma masih berada dirumah bi Kiah sambil menunggu jemuran kering. Salma mencari bi Kiah. sampailah ke dapur.
Salma baru pertama Kali memasuki dapur bi Kiah. biasanya Salma ke kamar atau bermain di teras depan.
Salma melihat bi Kiah sedang meniup-niup api
"apa itu bi? bibi ndak kepanasan? "
bi kiah menoleh ke arah Salma "eh.. neng Salma, sini duduk disini. jangan terlalu dekat dengan tungku"
masih penasaran "ini apa bi? " bi Kiah menjawab sebisanya "ini tungku buat masak. Pakai kayu masaknya"
Salma berdiri memegang pajangan berbentuk unik menurut Salma "ini apa bi? "
mata bibi mengikuti arah Salma "itu kendi, tempat minum. kalo dirumah neng Alma Namanya Teko" Salma naik ke bale dan memegang dan memukul kayu berbentuk cekung silinder "ini buat apa bi? "itu Alu buat numbuk, bikin sambal dan lain-lain".
Bi Kiah mengangkat nasi dari dangdang " itu lagu masak nasi ya bi"
Bi Kiah memindahkan nasi ke dalam sangku. lalu mengambil kipas untuk menanak nasi
"Alma yang kipasin bi" seperti yang bisa saja Salma ngipasin nasi. bukan ngipasin nasi malah bi Kiah yang di kipasin.
Bi Kiah tertawa merasa lucu.
Saatnya makan Asep dan Wawah datang kedapur bi Kiah.
Melihat Salma yang sedang disuapi nasi dengan minyak ikan asin. Bagi Salma terasa sangat nikmat "ayo kita makan sep.. Wawah.. itu piringnya disana.. " Bi Kiah menunjuk rak piring.
"Asep.. Wawah jagaan Salma.. emak ngangkat jemuran heula" (Asep.. wawah.. jagain Salma. emak mau angkat jemuran dulu) Bi Kiah keluar mengangkat jemuran. Salma main diteras depan rumah Bi kiah.
Rumah bi Kiah sangat unik bagi Salma, rumah panggung, dari bilik. Dapur masih lantai tanah, kompor tungku, halaman bersih dan asri, didepan rumah tertata berbagai jenis bunga mawar yang cantik. ada ayunan dari ban bekas juga.
Pukul dua siang saatnya Bi Kiah mengantarkan pakaian bersih hendak di setrika "Neng mari kita pulang"
Salma melihat bi kiah "bi teman Salma boleh ikut ga? "
__ADS_1
Bi Kiah menggeleng "nanti bibi bilang ibu Alma dulu, boleh tidak teman Alma kerumah" Salma merasa sedih. "dadah Alma. sampe ketemu besok ya.. " Wawah mengucapkan Salam perpisahan.
"Kenapa teman Alma tidak boleh main? " bi Kiah berusaha menjelaskan "bukan tidak boleh main neng, hanya orang desa tidak berani memasuki perkebunan Milik Aki Hasan"
jika hanya lewat rumah dan perkebunan keluarga Pak Hasan orang desa tidak apa apa, namun ketika harus menginjakan kaki kerumah tidak berani jika tidak ada ijin.
"Bi, Salma mau kerumah bibi saja"
bi kiah tersenyum
"iya, besok neng boleh ikut bibi Lagi "
Perjalanan jarak 300 meter tidak membuat Salma lelah, karena Salma tidak suka merengek atau mengeluh. bahkan bi Kiah dibuatnya tertawa sepanjang jalan. seperti mengejar capung tidak dapat-dapat, menemukan siput bahkan Kotoran Binatang yang di tusuk-tusuk pake Kayu. Bikin gemes.
"assalamu'alaikum ibu"
Amenah tersenyum melihat putrinya ceria hari ini
"seneng bener anak ibu hari ini"
"tapi kok bau acem.. ya"
Bagaimana tidak bau akibat keringetan, dijalan Salma tidak bisa diam.
"Aida.. kakak bawa apa nih..? "
Salma menunjukan bunga yang dia ambil dr pinggir sungai.
"bungaa.. tata Alma bunga.. "
Aida senang di bawakan bunga walaupun bunga nya sudah layu.
"kakak sudah makan belum?"
tanya Amenah
__ADS_1
"sudah ibu, makannya enak"
Amenah memegang tangan kanak Salma "ini kenapa biru? "
Bi Kiah tidak sadar kalo tangan Salma biru "tadi Salma jatuh terpeleset pas turun ke sungai bu"
Bi kiah menjelaskan "kaka dimanapun harus hati-hati dan baca bismillah. sepertinya kaka tidak baca bismillah deh". Salma beranjak pergi ke kamar Abang Berlian. Amenah berguman *" kebiasaan kalo dikasih tau, suka pergi"*
Salma mengintip dibalik pintu, dia melihat Abangnya sedang menggambar "Abang gambar apa? " Berlian memang senang dirumah, menggambar atau melukis. "Abang lagi gambar astonot" Salma melihat lebih jelas gambar abangnya "ini bola kak? " Berlian menepis tangan Salma "jangan dipegang ya nanti kotor, ini gambar helm astornot" Salma malah berpikir menyeramkan "seperti hantu... " Berlian cemberut "bukan, alam ini astronot.. bajunya memang putih" Salma mengambil pensil dan gambar abangnya. Berlian lari keluar kamar "ibu.. gambar abang diambil Alma" Berlian tidak suka marah dengan Salma, dia hanya bisa menangis jika dijahili Salma.
"Alma mau menggambar juga, ibu ambilkan buku gambar Alma"
Amenah kekamar mengambil buku gambar yang baru
"ini buku gambar Salma, ayo kembalikan buku abang"
Salma melihat abangnya yang menangis tersedu -sedu akhirnya mengembalikan nya "ini bang.. "
Biasanya selepas Ashar kelurga Besar Alm. Pak Hasan berkumpul. Anak-anak bermain. ada yang bermain sepeda, bermain. Sore ini mereka bermain di halaman samping rumah Salma.
Anak perempuan bermain rumah-rumahan miniatur dari bahan alam. Salma datang menghampiri mereka.
"Alma ikutan dong.. " pintanya
"nanti Alma malah mengacaukan ach.. sana.. main yang lain"
Riyanti (Putri Nenden dan Nana (cucu Adik Ene Amah) tidak suka Alma ikut main bersama.
Namun Salma malah ikutan jongkok "eehh... awas.. awas.. Alma sana main sepeda tuh.. "
Nana menunjuk anak laki-laki yang sedang bermain sepeda.
Salma agak kesal pikirnya *kenapa aku selalu tidak boleh ikut main sama anak perempuan*.
Akhirnya Salma pergi naik pohon Sawo, ya Pohon sawo. Dari atas pohon Salma bisa melihat sekitar dengan jelas. ada yang bermain sepeda, bermain rumah-rumahan, ibu-ibu ngerumpi, ada juga anak yang serius menggambar, ya.. itu abang nya Salma.
__ADS_1