Takdir Tuhan ( Anak Nakal )

Takdir Tuhan ( Anak Nakal )
Perpisahan


__ADS_3

"Sudah siap rupa nya yang mah pindah besok" Nenden melihat barang-barang sudah dikemas rapi "iya kak, alhamdulillah sudah selesai"


Amenah berjalan menghampiri Nenden "besok jam berapa berangkat nya"


Sambil melihat kondisi didalam "insyallah besok jam 7 pagi teh. karena perjalanan 3 jam. biar dzuhur sudah disana"


Nenden membantu mengikat dus "ada baju atau mainan buat Chichi ga" Amenah berjalan ke kamar "ini teh barang yang tidak kami bawa, teteh boleh meilihnya. karena nanti soremau sya kasihkan Bi Ikah"


Nenden langsung membuka kardus berisi pakaian "Teteh ambil ini, ini dan ini ya" Baju bekas Aida, baju bekas Berlian, dan baju bekas Ali" Amenah mempersilahkan "silahkan Ambil teh, jika memang masih bisa dipakai".


semalam ada pertemuan di rumah ene Amah, mengenai kepindahan keluarga Ali. Wejangan dari Amah, Wejangan Ali untuk Fikar, Nila dan bang Aden menjalankan perkebunan dengan Baik.


Nila mulai sekarang tinggal di desa. menemani Ene Amah.


..........................


Wawan, Asep, Ahmed dan Dani selesai pengajian ba'da isya. "Wan.. kamana sih... kabumi teu aya wae.. " (Wan..kemana saja kamu, kerumah tidak ada) ucap Dani "nini teu damang, jadi ngendong ngabaruran nini Dan.. " (nenek sakit, jadi nginep nemenin nenek Dan..) ucap Wawan. "Minggu kamari Salma kadieu, mere topi sareng Kaos" (minggu kemari Salma kesini, ngasih topi sama Kaos). "Barangna di si Asep tuh" (barangnya di Asep) sambil menunjuk Asep gang baru keluar dari Masjid.


Ahmed menepuk pundak Wawan.


plok.. "hei Wan.. isukan ngiring moal, ka bumi Alma"(besok ikut tidak, kerumah Alma) Wawan terperanjat "ngagetan wae.. ach.. "(ngagetkan saja) "Emang aya naon di rumah si Salma?" (Memang ada ala dirumah Salma?)Wawan bertanya sambil memegang bahu Ahmed. Asep yang baru datang menjelaskan "Salma pindah rumah ka kota S, isukan Isuk-isuk berangkat na" (Salma Pindah rumah ke kota S, besok pagi berangkatnya).


Wawan agak marah "kunaon teu aya nu ngabejaan!! " (kenapa tidak ada yang memberi tahu) "Atos uwah uwih sabaraha kali kabumi ente Wan, teu aya wae" (sudah bolak balik kerumah kamu Wan, tidak ada terus). "Anter atuh ayeuna ke Salma" Wawan minta diantar malam ini ke Rumah Salma. Teman temannya tidak mau, lantaran sudah malam "geus peuting Wan, sieun di jalan na" (sudah malam Wan, takut di jalannya). Wawan kerumah Asep mengambil topi dan kaos pemberian Salma, dan pulang dengan kesedihan.


Sepanjang malam Wawan tidak bisa tidur. Wawan yang lebih tua 3 tahun merasa Salma seperti Adiknya.


..............................


Ba'da subuh Wawan bergegas mandi, dan memakai seragamnya. Wawan berpamitan pada ibunya untuk menemui Salma terlebih dahulu sebelum berangkat sekolah.


Wawan berjalan kaki kurang lebih 400 meter untuk sampai kerumah Salma.


keluarga Ali telah bersiap, sarapan pagi.

__ADS_1


Dengan Nafas ngos.. ngosan.. Ali memanggil Salma.


"Assalamu'alaikum.. hhmm.. hhmm.. Salma.. " Salma keluar "Wawan... " Wawan menghampiri Salma "Maaf Salma saya baru tahu semalam, kamu akan pindah rumah" Salma tersenyum "saya tidak bisa ngasih apa apa, ini..tanda persahabatan kita, kamu simpan baik-baik" Salma mengambil kotak kecil tersebut "Terima kasih aa Wawan" Wawan tersenyum "kok manggilnya Aa.. "


Salma Mengambil sesuatu dari tasnya "Karena Wawan lebih tua dari Alma, jadi Alma panggil nya Aa saja. ini buat Aa Wawan " sambil mengangkat kedua jari peace nya "Terima kasih Alma, semoga kamu bahagia disana, sering sering main kesini ya" Salma menga angguk.


"Alma... Alma... " Sahabat Salma memanggik dari kejauhan.


"Ahmed, Asep, Dani.. " Salma melambaikan tangannya. mereka bertiga ngos.. ngosan..


"Selamat jalan Salma, semoga kita berjumpa lagi" mereka berlima membuat lingkaran. "janji ya kamu akan berkunjung ke sini" mereka ber higfigh dengan yel.. yel.. nya.. "geng ubur-ubur.. Sahabat selamanya, Yes..!! ".


Ali menghampiri Salma


"ayo sayang kita akan berangkat"


Ali menggandeng tangan Salma menyalami ene Amah, bi Dewi, wa Nenden dan sanak saudara lainnya ada yang sedih ada yang senang karena tidak ada si pengganggu, tidak ada anak nakal yang suka nyebelin.


ke empat sahabatnya menahan air matanya


" sampai jumpa Alma".


3 mobil beriringan pergi meninggalkan rumah Dan perkebunan Ali.


Rasa sedih dirasakan semua, semua fokus pada lamunannya, namun pikiran yang sama *seperti apa di tempat dan rumah yang baru nanti?*


............................


sudah 3 jam perjalanan ditempuh.


"Lian, Alma, ayo bangun. kita hampir sampai" Berlian dan Salma membuka mata nya, melihat keluar jendela pemandangan yang luar biasa.


Pemandangan yang indah sejauh mata memandang.

__ADS_1


Satpam membuka gerbang dari besi "Selamat datang Pak Ali" ucap Satpam "Terima kasih Pak Kosim" Ali ternyata sudah beberapa kali ke sini dan diperkenalkan ke para pekerja Oma Ninih. Ali memerintahkan mobil barang untuk parkir lebih dekat dengan rumah yang akan ditempati Ali. namanya Mes.


Salma cukup kagum melihat peternakan milik Oma Ninih, sangat besar dan Luas. Beberapa orang memakai pakaian dan sepatu yang sama membantu Ali. Salma berkeliling melihat-lihat. guman Salma dalam hati *Waahh.. sapinya banyak*.


Salma dikagetkan seseorang "Kok melamun neng.. " Sapa salah seorang pekerja "Eneng mau lihat-lihat? bisa mamang antar" Salma tidak enak hati, takut mengganggu pekerjaan nya.


"Kalo sendiri boleh kesana tidak pak? " Pekerja itu memperbolehkan Salma kesana "boleh neng, tapi hati-hati. suka ada sapi ngamuk, panggil mang Ujang saja ya" Salma senang disambut baik "Terima kasih mang ujang"


Salma berjalan perlahan melewati kandang sapi. Salma hitung kurang lebih sapinya ada 100 ekor. Salma Ke belakang dilihatnya Kandang Kambing. "MasyaAllah" ucapnya.


"Neng dicari-cari, ternyata disini. ibu memanggil untuk makan siang neng" ucap pekerja yang bernama ucup.


"maaf nama bapak siapa? " Ucup berjalan disamping Salma "panggil mang ucup neng" Sejauh mata Salma memandang hanya sapi.. sapi.. dan sapi.. "neng yang cantik namanya siapa? " Salma paling tidak suka kali ada yang memuji apalagi bilang dia cantik. bikin males menjawab. *judes amat si eneng* guman Ucup dalam hati.


..................................


"Assalamu'alaikum ibu" Salma menyimpan tas ransel yang dibawanya tadi. Salma tidak tahu kamarnya yang mana, langsung pergi ke dapur.


"Alma, sini duduk. kita makan dulu" ibu menata makanan


" kamu dari mana Alma" tanya Berlian.


"abang harus liat, betapa luasnya peternakan ini" Abang mengambil goreng ayam "selesai makan kita liat-liat lagi yuk.. " Ajak abang.


"Males ach.. Alma mau istirahat dulu bang" Abang Berlian kecewa "hhmm.. abang sama Aida saja deh. ya da.. " Aida tersenyum. Aida memang jarang berbicara. tahun ini Aida masuk Sekolah Dasar.


"ibu, Alma ke kamar dulu ya bu. kamar Alma yang mana? " Ibu sedang mencuci piring "kamar tengah dengan Aida"


Salma berjalan masuk kamar "achh... leganya berada dikamar yang nyaman" sambil merebahkan tubuhnya. "oh iya, kotak pemberian aa Wawan apa isinya ya.. " Salma mengambil kotak dari tasnya. Setelah dibuka Salma tersenyum "ikat kepala.. " pas dilebarkan Salma keget tulisan I love U dan sebuah cincin giok berwarna hijau. "kok tulisannya gini" Salma tidak mengerti maksud nya. jadi agak cemberut.


Salma masukan kembali kedalam kotak.


Salma akhirnya tidur siang dengan pulas.

__ADS_1


__ADS_2