Takdir Tuhan ( Anak Nakal )

Takdir Tuhan ( Anak Nakal )
Jalan Pagi yang menyenangkan


__ADS_3

Selesai menidurkan anak-anak, Amenah memasuki kamar nya. Ali merapikan peralatan sholatnya. "Bagaimana, apa ibu yakin mau masukan Alma les Balet? " Amenah merapikan Tempat tidurnya "kita coba dulu ya yah, agar Alma tidak kecewa"


merekapun terlelap mimpi indah


..........................


Amenah dan Ali memasukan anak-anak ke sekolah terbaik walau agak jauh dari rumah Yaitu SDN Angkasa.


Teng... teng.. teng...


lonceng sekolah berbunyi tandanya sekolah usai. Amenah menunggu Berlian dan Salma didepan gerbang. Salma berlari ke arah ibunya "jangan lari Alma" ucap Berlian "Assalamu'alaikum ibu" Salma menciun tangan Amenah "waalaikumsalam sayang"


Berlian mencium tangan ibunya "Aida turun jangan digendong terus" ucap Berlian" Aida pun turun mereka jalan bersama. Berlian menggandeng Salma dan Aida. Terlihat Salma yang tidak bisa diam sering berjalan lebih dulu Sehingga Berlian tarik. Sedangkan Aida yang masih kesulitan berjalan hingga lambat. Amenah tersenyum melihat dari belakang *Alhamdulillah, tabarakallah. engkau anugrah kan putra putri yang unik. semoga selalu bersama, akur selamanya* hati kecilnya berkata.


"Kita naik angkutan warna biru ya 07" kata Amenah "kita mau kemana bu? " ucap Salma "kita ke kota, Salma mau lihat yang balet kan? " Salma meng angguk.


Setelah 2x turun naik Angkutan umum sampailah di tempat les balet. Salma cukup senang. "ingat ya tidak boleh lari-lari Oke!! " serempak menjawab "oke!! " merekapun masuk ke dalam. Amenah menyuruh anak-anak nya duduk "ayo duduk, tunggu disini ya. ibu mau kesana dulu" Amenah menunjuk sebuah meja yang ada wanita cantiknya sedang duduk. Berlian menjawab "iya, kita nunggu disini bu".

__ADS_1


Amenah menghampiri Admin tersebut " Selamat siang mba" Wanita tersebut tersenyum ramah " selamat siang ibu, silahkan duduk, ada yang bisa saya bantu? " Amenah duduk " saya ingin informasi les balet disini" wanita tersebut tersenyum "baiklah ibu saya ambilkan brosurnya " Wanita itu menyodorkan brosur "ini ibu, biaya masuk bulanan, serta jadwalnya"


Amenah membaca seksana "jika ada yang ingin ditanyakan silahkan ibu" Amenah memulai pertanyaan "untuk pendaftaran ini harus dibayar cash atau bagaimana mba? " karena menurut Amenah merasa kemahalan "ini untuk pakaian dan Sepatu khusus ibu, paling hanya 2x pertemuan harus dilunasi" " Amenah manggut-manggut "untuk jadwal les nya semua sore hari kah? " karena bagi Amenah pulang sore takut ke magriban dijalan dengan jarak kurang lebih 30 menit ke rumah "untuk jadwal nanti sesuai pelatihnya ibu" Amenah paham "oh iya iya. "


Mereka pun pulang di sepanjang jalan mereka bercanda, mengoceh. heboh pokoknya..


...,........................


"selamat makan.. " ucap Salma "jangan lupa baca doa" ucap Amenah.


"Bagaimana tadi bu, jadi tidak ke tempat les" Ali mengambil cemilan "Jadi ayah, ternyata biaya untuk beli pakaian dan sepatunya juga lumayan, tidak bisa di cicil" Amenah menjelaskan. "tapi nanti ibu mah ajak anak-anak ke tempat karate atau Taekwondo" Ali menatap Amenah "ibu yakin" Amenah memakan cemilan "iya ayah, siapa tau setelah melihat Salma tertarik".


..............................


Hari minggu telah tiba, Ali mengajak Berlian dan Salma jalan pagi.


" ayo.. cepat.. kita olahraga" ajak Ali "oke.. ayah.. aku sudah siap" ucap Berlian. "Alma.. Alma.. ayo.. " Ali clingak clinguk mencari Salma di dalam "ayaaaahhh.. aku ada disini" ternyata Salma sudah siap diluar. "eh.. putri ayah sudah siap ternyata, ayo. let's go!! "..

__ADS_1


" Let's Go..!!! "


.................................


Setelah berjalan kurang lebih 1 kilo. Ali memperlihatkan pemandangan yang sedang berlatih Taekwondo "lihat kelapangan disana" ucap Ali. Berlian dan Salma mengikuti telunjuk Ali "mereka sedang apa ayah? " tanya Salma "mereka sedang berlatih Taekwondo, Mau lihat ga? " Salma senang "mau.. mau.. " dan langsung berlari.


Ali menghampiri orang tua yang mengantarkan anaknya berlatih "yang Mana putra bapak ?" Bapak itu tersenyum " itu yang paling kecil "Wah putra bapak hebat" ucap Ali "Terima kasih, kalo bapak yang mana putranya? " Ali tersenyum melihat Salma yang ikut-ikutan latihan di pinggir lapangan "itu sebelah sana, baru melihat lihat saja"


Salma menirukan gerakan yang dilihatnya, peserta Taekwondo tersenyum melihat Salma "apanya yang lucu...?" Sabam sebutan guru Taekwondo bertanya "maaf itu Sabam, anak kecil disana sangat lucu".


Sabam memperhatikan gerakan Salma berguman dalam hati *"Anak itu mempunyai potensi"*.


Latihan hari ini pun telah selesai, Ali menghampiri Sabam "Selamat pagi" Sabam menjabat tangan Ali "Selamat pagi" Ali bingung harus memanggilnya siapa, karena usianya seperti seumur an dengan Ali "Maaf saya harus memanggil anda siapa? " tanya Ali "Panggil Sabam Iyus saja Bang" jawabnya. "oh iya, perkenalkan saya Ali. ini anak saya Berlian dan Salma" Sabam tersenyum mengelus kepala Berlian dan Salma "ini anak yang tadi ikut latihan ya" Sabam berjongkok "Salma mau ikut latihan lagi? " Salma melihat Sabam lalu melihat ayahnya "ayah Alma boleh ikutan ga? " ayah mengangguk "boleh. kapan jadwal latihan lagi Sabam? " ucap Ali. "Sampai ketemu Rabu sore Salma" Sabam mengusap bahu kiri Salma. Salma tersenyum bahagia.


"ayo kita pulang" ajak Ali "ayah, lian laper nih.. " Ali melihat Berlian "kita berenti di warung depan ya. kita beli nasi kuning" Seperti biasa Salma selalu berjalan didepan dengan riang, kadang menari, melompat, mengambil apa yang dia temukan dijalan.


Akhirnya Mereka sampai di warung nasi kuning. Berlian dengan lahapnya memakan nasi kuning plus goreng bakwan tempe "Hati-hati makannya abang.. nanti tersedak" Ali mengingatkan putranya. "ayah, Alma mau susu hangat" Ali langsung memesan susu hangat untuk Salma.

__ADS_1


__ADS_2