Takdir Tuhan ( Anak Nakal )

Takdir Tuhan ( Anak Nakal )
kemahilan ke 3


__ADS_3

"Belian maaf, tolong jaga adikmu sebentar"


Berlian yang sedang main mobilan di teras, menghampiri adiknya di tempat tidur.


kini Wardah sudah mulai belajar mengangkat tubuhnya. belajar tengkurap.


usia Wardah menginjak 3 bln.


Berlian terus berceloteh mengajak adiknya berbicara.


Amenah yang melihatnya teesenyum bahagia."MasyaAllah Tabarakallah Kakak Lian. sudah jagain adek. jazakallah"


"hhmm..." hanya itu yang terdenga r dari berlian


................................


waktu berjalan tak terasa begitu cepat


kini usia Wardah sudah 9 bulan.


Amenah mulai kerepotan mengurus Berlian Dan Wardah.


ditambah Fikar yang sudah menikah dan tinggal bersama istrinya di rumah Pak Hasan.


jadi tidak ada yang membantu dirumah itu lagi.


akhirnya setelah berbicara dengan Ali Suaminya. Amenah mempekerjakan ART namun tidak menginap.


bernama Bi Kiah.


rumah bi Kiah ini berjarak kurang lebih 300 meter dari rumah Amenah.


bi Kiah datang pukul 06:00 pagi


"Assalamu'alaikum bu"


"waalaikumsalam bi Kiah" Amenah menyambut bi Kiah.


"mari bi, saya tunjukan tugas bibi"


bi Kiah mengikuti Amenah ke belakang rumah.


"tugas bibi mencuci dan menyetrika pakaian. namun sekali kali bersih rumah bi. jika saya kerepotan tidak membersihkannya"


bibi meng angguk "baik bu"


"Jadi Bi Ikah datang pukul 07:00 pagi. pulang pukul 15:00 sore bagaimana? "

__ADS_1


"iya ibu.. "


awalnya bi Ikah mencuci pakaian di Rumah.


namun ke adaan suaminya yang sakitan bi Ikah meminta kebijakan.


jadi pukul 06:00 pagi bi Ikah kerumah beberes dan pukul 07:00 nya membawa pakaian kotor untuk di cuci di sungai dekat rumah bi Ikah. setelah pakaian kering pukul 13:00 atau jam satu siang bi Ikah datang kerumah Amenah untuk menyetrika hingga ashar.


usia Berlian genap 3 tahun Wardah 1 tahun sudah mulai berjalan kesana kemari.


Wardah tidak bisa diam. berbeda dengan Berlian dulu. hingga Amenah merasa kelelahan.


Wardah diam jika tidur saja. anaknya aktif dan bawel.


..................................


adzan subuh berkumandang


Amenah merasa sakit perut nya dan mual. Amenah berlari ke kamar mandi.


"Uweekk.. uwekk.. "


Ali yang hendak mengambil wudhu menatap Ame dikamar mandi


"ibu sakit...?"


"ayah, ibu rasa ibu hamil lagi.. "


Ali membantu mengambilkan Air


"sudah telat datang bulan 2 minggu.. "


Amenah menunduk.


"Nanti ayah panggilkan Bidan Arum ya"


Amenah menatap Ali


"Terima kasih ayah"


mereka mengambil wudhu dan sholat subuh berjamaah.


....................................


Setelah sholat dzuhur Ali bergegas ke rumah bidan Arum.


karena tahu jadwal bidan Arum pagi hari tugas di puskesmas. Dzuhur sudah dirumah.

__ADS_1


"ayah manggil bidan Arum dulu ya bu"


Amenah mencium tangan Ali


"iya Ayah. hati-hati dijalan"


setengah jam berlalu, Ali datang dengan Bidan Arum.


"assalamu'alaikum kak.. "


Arum mencium tangan Amenah


"waalaikumsalam Bidan Arum"


Bidan Arum mengikuti Amenah memasuki kamar


"Kita langsung periksa ya kak. silahkan kakak berbaring"


setelah mengikuti serangkaian pemeriksaan, bidan Arum menyatakan Amenah sedang hamil.


Ali bersukur atas kehamilan Amenah yang ke 3. Namun melihat Berlian dan Wardah yang masih kecil tersirat rasa kasian kepada Amenah yang kerepotan mengurus anak anak.


"ini obat dan vitaminnya kak, diminum ya. obat penambah darahnya juga. jangan terlalu capek kak"


bidan Arum memberikan obat dan vitamin


"Terima kasih bu Bidan"


Arum merangkul Amenah sambil berjalan keluar rumah


"jangan sungkan, kalo ada apa-apa panggil saya, saya pamit dulu. Assalamu'alaikum"


"waalaikumsalam, Hati-hati dijalan"


Arum mencium Wardah


"halloo.cantik.. muaachh"


Wardah tersenyum "dadah.. bibi.. "


Wardah langsung berlari kesana kemari lagi..


"Wardah Hati-hati sayang nanti jatuh"


Wardah yang berusia 15 bulan tidak mendengarkan ocehan ibunya.


"astagfirullah" Amenah mengelus dadanya.

__ADS_1


__ADS_2