
kehadiran sang putri wardah Salma merubah Senin pagi yang ceria itu, memiliki warna baru, bagi keluarga kecil Ali dan Amenah.
Berlian memandang wajah sang adik yang sedang digendong Ibu Yeni (ibunya Amenah)
"nek ian boleh ndak endong ade..? ".
Ibu Yeni tersenyum sambil membungkukkan badannya " boleh kak.. sini kaka duduk di sebelah aki Yunus.. "
Berlian pun segera duduk disebelah Pak Yunus. Ibu Yeni memberikan beby Wardah kepangkuan Berlian.
walau tetap masih dipegang Ibu Yeni, berlian bahagia melihat beby Wardah di pangkuannya.
"hallo adik ian yang tantik.." celotehnya.
Pak hasan menjawab menirukan suara bayi "hallo kaka Berlian yang Ganteng, dan baik hati.. ".. semua tertawa melihat tingkah Pak Hasan.
Ali berpamitan ingin melihat ke kebun kacang yang rencananya akan panen hati ini dan mau di bawa ke pasar induk.
pak Yunus menoleh ke Ali "Ali.. kamu masih mengirim sayuran ke pasar induk sendiri..?"
Ali menoleh ke Bapak mertuanya tersebut " iya ayah. karena Ali belum menemukan orang yang Ali percaya.. ".
__ADS_1
Pak Yunus pun penasaran " kalo Fikar sekarang dimana? ".
Pak Hasan menjawab "Fikar bekerja di peternakan tantenya.. "
sambil merasa tidak enak pak Yunus bertanya "kenapa Fikar tidak mau meneruskan perkebunan Pak Hasan, padahal perkebunan itu cukup luas.. kasian Ali jika harus menangani nya sendiri.. "
ibu Yeni ijin membawa beby Wardah dan pergi ke kamar Amenah. di ikuti ibu Amah ke dapur untuk membuatkan minum.
sambil berdecak Pak Hasan bercerita "itulah besan.. saya sendiri sudah memohon agar Fikar membantu kakaknya. dia malah menjawab.. uang yang dihasilkan bertani tidak menentu.. kadang untung kadang pas.. pas.. an.."
pak Yunus hanya manggut-manggut.
"katanya lagi.. jika di peternakan gaji jelas setiap bulan nya.. "
ibu Amah datang membawa minuman dan cemilan yang ada didapur.
"silahkan diminum dulu pak Yunus... "
sambil mengambil minuman yang diberikan ibu Amah "Terima kasih banyak bu Amah, waahh kue apa itu bu.. " melirik kue yang dibawa "ini namanya kue cucur dan rebus ubi cilembu... silahkan di cicipi selagi hangat"
sambil melihat arah jendela pak Yunus mengajak pak Hasan makan diluar " Pak Hasan.. kita makan dan ngopi di luar yuk.. selagi udaranya nasih sejuk dan segar"
__ADS_1
benar udara di Desa kayu manis ini masih sejuk, banyak pepohonan Rindang.. terlihat juga kebun kacang, kebun jagung, umbi -umbian milik Pak Hasan. yang dikelola Ali.
"benar benar sejuk Pak Hasan.. " Pak Hasan hanya tersenyum.
Berlian seharian penuh menjaga sang adik, Berlian memang jarang main diluar rumah, anaknya cenderung pendiam. tidak seperti kabanyak anak seusianya.
Dikamar beby Wardah
"kakak berlian, ibu titip adik sebentar ya.. " Berlian dengan senang hati
"oce.. mbu"
Amenah pergi kedapur menghampiri sang ibu (ibu Yeni) "ibu biar amenah bantu" ibu Yeni tersenyum "tidak usah nak.. kamu di kamar jaga anak anak saja.. disini sudah ada ibu dan Amah"
ibu Amah menimpali "iya amenah, anak anak jangan ditinggal berdua.. mereka belum mengerti begitu juga Berlian.. takutnya adik Wardah di apa apain.. "
Amenah berpamitan "amah .. amenah ke kamar mandi dulu.. titip anak anak.. "
sambil keluar dapur ibu Amah meng iyakan..
Ibu Amah masuk ke kamar "anak anak sholeh sholeha sedang apa? "
__ADS_1
Berlian yang berada disisi Beby Wardah menoleh sumber suara "nenek Amah.. ian sedang jaga adik.. adik ndah.. "
nenek Amah menimpali "Wardah Adik Berlian... " sambil mengelur kepala Berlian.