Takdir Tuhan ( Anak Nakal )

Takdir Tuhan ( Anak Nakal )
Kepergian Aki Hasan


__ADS_3

Satu tahun telah berlalu, Salma makin tidak bisa dikendali, makin cari-cari perhatian. Karena Amenah dan Ali fokus pada pengobatan Aida. Ya.. Aida terkena osteoporosis (kekurangan Kalsium) sehingga tulang tulangnya lemas. selain nutrisi yang cukup Aida juga harus sering terapi.


Usia 1 tahun Aida belum bisa merangkak apalagi berjalan, Aida baru bisa mengangkat tubuhnya. sehingga Alma sering dibawa oleh Bi Kiah ke rumahnya dari pukul 7 pagi hingga sore hari Alma baru pulang ke rumah.


Usia Aida 3 bulan Bapak Hasan terkena sakit panas yang tidak kunjung reda hingga menyebkan kebutaan. Sejak itu Ene Amah terus menjaga Nya. Namun Pak Hasan yang gigih tidak ingin merepotkan semua, berusaha untuk mandiri.


Sedangkan Bapak dan Ibu Yunus mulai sibuk karena Pak Yunus terpilih kembali menjadi anggota dewan dan diangkat sebagai Ketua DPRD DKI.


Pukul 19:00 atau pukul 7 malam Amenah melihat Ali yang abfu pulang dari rumah orang tuanya dengan wajah lesu.


"Bagaimana kondisi Bapak, ayah? " Ali berjalan ke dapur. "Bapak minta anak dan mantu malam ini kumpul dirumah bapak" Amenah mengikuti suaminya ke dapur "jadi kita semua nginap ayah? "


Ali duduk di kursi makan " iya ibu. kita siap siap" Amenah kekamar mempersiapkan apa saja keperluan anak-anak nanti malam


"Ayo kita sholat isya dulu" mereka sholat berjamaah. Alma juga ikut sholat walaupun sholatnya tidak karuan.

__ADS_1


Usia Alma kini sudah 3 tahun, Berlian 5 tahun sudah sekolah di Taman Kanak-kanak Pertiwi.


"Sudah beres Bu? " Ali membawa barang yang sudah disiapkan Amenah "iya.ayo yah.. "Ali menyalakan motornya. mereka ber lima naik motor.


Berlian di depan, Alma di tengah, Aida digendong Amenah. motor Vespa full..


.....................................


Sesampainya dirumah orang tua Ali. semua anak anaknya sudah kumpul termasuk si Bungsu dari Malaysia bibi Nila "Assalamu'alaikum" sapa Amenah


Alma dan Aida yang tertidur dimotor Ali pindahkan ke tempat tidur di kamar belakang. Berlian yang tidak bisa tidur mengikuti ayahnya.


Pak Hasan memanggil semua anak anaknya "InsyaAllah bapak pergi besok subuh, sekarang istirahat lah"


semua mantu pergi beristirahat. ya. kamar dirumah Pak Hasan ada 5 sehingga cukup untuk semua anak cucu nya menginap.

__ADS_1


tepat jam 4 pagi Pak Hasan memanggil semua anaknya kembali "sudah waktunya Bapak pergi, tolong di bantu.. tolong dibantu talkin kan.. " semua mengucapkan "Allah.. Allah.. Allah".Pak Hasan mengikuti. kakinya mulai dingin. bi Nila, kak Fatimah, Ene Amah, Amenah mulai meneteskan air mata di ruang Keluarga.


Semua anak Dan Mantu Laki-laki mendengar Hembusan terakhir Pak Hasan dengan masih mengucap " Allah.. ". " innalillahi wainnailaihi ilaihi rojiun " ucap Ali dan Fikar. Aden menutup rapat mata Bapak, Pecah tangisan semua yang menyaksikan Bapak Hasan pergi. Langsung terdengar suara adzan subuh.


Semua mengambil wudhu. para anak dan mantu laki-laki bergegas ke masjid memberitahu warga serta melaksanakan sholat subuh berjamaah.


Amenah menyusui Aida dan menemani anak - anaknya yang masih tertidur.


Nila dan Fatimah menguatkan sang ibu "Alhamdulillah Bapak sudah tenang di Sana ibu. semoga kita dipertemukan kembali dengan Bapak di Jannah NYa" ibu Amah yang masih terisak meng aminkan doa anaknya "ayo bu kita ambil wudhu, sholat subuh dan mendoakan Bapak" Nila dan Fatimah menuntun Ibu Amah untuk berwudhu dan melaksanakan sholat.


Setelah diumukan dimasjid warga berdatangan mengucapkan bela sungkawa. rumah Pak Hasan penuh, teras penuh dengan warga. karena Pak Hasan orang yang sangat baik, dan sebagai Mantan Bapak Camat.


Ratusan orang menghantarkan ke pembaringan terakhir Pak Hasan.


Hanya doa yang dipanjatkanSemoga Bapak tenang dan bahagia di sisi Tuhan. Selamat jalan Bapak Hasan Bin Maher.

__ADS_1


__ADS_2