Takdir Tuhan ( Anak Nakal )

Takdir Tuhan ( Anak Nakal )
Kehidupan baru bagi Amenah


__ADS_3

Setelah menikah Ali berhenti bekerja, dan kembali ke kampung hapalan. dengan membawa Amenah.


Disinilah Amenah dan Ali berada, di sebuah desa tempat tinggal Ali.


dikelilingi sawah, dan perkebunan sayuran.


Pak Hasan dan ibu Amah menyambut gembira kedatangan mereka.


"selamat datang Amenah, semoga kamu betah tinggal di kampung"


ibu Amah merangkul Amenah


"InsyaAllah ibu, panggil saya Ame saja bu"


ibu Amah tersenyum


diruang tamu digelar makanan khas sudah terhidang.


"mari bapak ibu Yunus, silahkan duduk. maaf disini tidak pakai kursi seperti di kota"


Pak Hasan merangkul Pak Yunus


"tidak apa apa Pak Hasan, saya senang dengan suasana pedesaan"


pak Yunus melihat ruang tamu yang cukup besar.

__ADS_1


"cukup besar rumahnya pak Hasan"


pak Hasan tersenyum


"hehehe.. bisa saja pak Yunus, disini memang tempat berkumpul pengajian serta tempat musyawarah desa"


pak yunus meng angguk, sambil melihat ke arah kamar yang berjajar. dihitung ada 5 pintu kamar. berguman dalam hati *"luas juga rumah pak Hasan"*


Namun ada satu orang yang mencibir di belakang. tidak suka terhadap Amenah. yang menurutnya terlalu di lebih lebihkan dalam penyambutan.


Amenah bersikap lembut, ramah, dan santun terhadap semua kekuarga Ali.


sehingga kedua orang tua Ali lebih menyayangi Amenah daripada menantu yang lain.


tidak mudah Amenah menjalani kehidupan barunya.


Biasa makan ikan Laut, disini Amenah dikenalkan ikan asin, lalap an, sambel.. masakan khas pedesaan.


Disini juga Amenah tinggal bersama mertua dan satu keluarga kakaknya Ali. keluarga Bang Aden.


Dimana istri Bang Aden ini sering iri dengan Amenah.


tinggal satu atap dengan beberapa kepala keluarga memang bukan hal yang mudah. sering ada perbedaan pandangan dan kecekcokan


Amenah selalu bersabar hingga lahir putra pertama nya.

__ADS_1


kelakuan Nenden yang kurang baik terhadap Amenah beberapa kali terlihat mertua Amenah, sehingga membuat orang tua Ali marah dan mengusir Aden serta istri.


akhirnya Aden membawa Nenden dan ke dua anak mereka pindah ke daerah pesisir pantai, dengan modal dari orang tua, Bang Raden memulai usaha Pengiriman Pasir.


Amenah dan Ali merasa tidak enak hati atas kepergian keluarga Bang Aden.


namun Bang Aden memastikan bahwa ini bukan kesalahan Amenah dan Ali, ini memang ulah istrinya. yang sering memprovokasi, sering menggibah. menjelek jelekan Amenah kepada orang lain.


Bang Aden, sebenernya sejak lama ingin membawa Nenden pergi. Hanya terbentur biaya dan bodal


setelah kepergian Bang Aden dan istrinya. Amenah memiliki keinginan.


ingin memiliki rumah sendiri. walau rumah sederhana.


Ali mengumpulkan uang, hasil penjualan sayuran yang ia sisihkan untuk membeli mem bangunan rumah.


alhamdulillah dalam waktu 6 bulan rumah Amenah terwujud. walau masih belum sempurna, belum ada kaca, pintu kamar dll. alhamdulillah semua bahagia.


kebahagian sempurna diulang tahun putranya yang pertama, Allah anugrahkan kehamilan ke 2.


Ali bekerja mengelola perkebunan milik orang tuanya. pagi hari Ali ke perkebunan untuk memanen. sore harinya Ali mengirim sayuran hasil panen nya ke pasar induk.


Amenah menikmati perannya menjadi ibu rumah tangga, mengurus putranya, membersihkan rumah, memasak untuk keluarga.


Amenah merupakan kakak ipar terbaik bagi Fikar, dia lebih nyaman bersama kakak iparnya. walau usianya berbeda 2 tahun. namun lebih bijak dalam menyikapi masalah.

__ADS_1


Dalam mendidik Berlian putranya, Amenah penuh kelembutan dan telaten.


__ADS_2