Takdir Tuhan ( Anak Nakal )

Takdir Tuhan ( Anak Nakal )
Janji bertemu


__ADS_3

Matahari mulai tenggelam Pak Yunus memarkirkan mobilnya ke garasi.


ibu Yeni menanti didepan pintu.


pak yunus menghampiri


"assalamu'alaikum, ibu"


ibu Yeni mencium tangan pak Yunus


"waalaikumsalam ayah"


ibu Yeni mengambil dan membawa tas pak Yusuf.


"ayah mau langsung mandi apa istirahat dulu? "


pak Yunus membuka kancing kemeja


"ayah langsung mandi bu. ini sudah mau magrib"


ibu Yeni pergi ke kamar mandi, mempersiapkan handuk dan lainnya


"iya ayah, ini sudah siap.. "


pak Yunus mandi


ibu Yeni ke dapur, menyuruh asisten rumah tangga nya memasak untuk makan malam.


Pak Yunus selesai mandi, bergegas ibu Yeni mengambil air wudhu


setelah mendengar suara adzan Magrib.


mereka bergegas ke masjid melaksanakan sholat magrib berjamaah.


Amenah masih dimasjid setelah mengarkan ngaji anak anak hingga magrib.


selesai sholat berjamaah mereka bertiga pulang bersama.


pas ketika keluar pagar masjid berpapasan dengan Fatimah, Ali dan anak anak Fatimah.


"asalamualaikum ibu Yeni, pak Yunus"


Fatimah mengucapkan salam


"waalaikumsalam Fatimah"


serempak jawab mereka


Fatimah memperkenalkan Ali


"Oh iya Pak Yunus, ibu Yeni ini Ali adik saya dari Bogor"


pak Yunus meng angguk.


Ali mencium tangan pak Yunus "assalamu'alaikum pak"

__ADS_1


"waalaikumsalam" Pak Yunus menepuk bahu Ali.


ibu Yeni hanya tersenyum sambil menakutkan kedua tangannya di dada. begitu pula Ali dan Amenah


ibu Yeni berpamitan


"mari Fatimah, Ali.. kami permisi duluan"


Fatimah dan Ali membungkukkan badan "mari ibu Yeni, pak Yunus"


mereka pun berpisah kembali ke rumah masing-masing.


sampai dirumah ART sudah mempersiapkan makan malam


selesai menyimpan perlengkapan sholat ibu Yeni, pak Yunus dan Amenah berada dimeja makan.


"mari makan, bismillah"


pak Yunus memulai makan malam mereka.


selesai makan Amenah ijin ke kamar


pak Yunus seperti biasa membaca koran berita ekonomi dan politik hari ini. sambil mendengarkan lagu piringan hitam nya.


ibu membawakan secangkir kopi dan cemilan


"ayah ini kopinya"


Pak Yunus masih membaca korannya dengan serius


"Terima kasih ibu.. "


"ada yang ingin ibu bicarakan Pak"


Pak Yunus menutup korannya


"ada apa ibu.. tumben.. sepertinya serius"


lalu mengambil kopi buatan ibu


"ayah tadi pagi, Fatimah menemui ibu"


sruuuppp... Pak Yunus meneguk kopinya


"hhmmm.. lalu"


ibu Yeni menatap lembut Pak Yunus


"Bapak jangan marah ya, Fatimah merencanakan perjodohan antara adiknya dengan Amenah"


Pak Yunus menatap bu Yeni


"Apakah laki-laki yang bernama Ali tadi yang mau dijodohkan deng Amenah..?" ibu Yeni meng angguk


"menurut ibu bagaimana?"

__ADS_1


ibu Yeni mendekat kesamping pak Yunus


"ini menurut ibu, lebih baik kita yang kenal lebih dekat dulu dengan Ali pak. setelah dirasa baik dan cocok baru kita bicarakan dengan Amenah.. bagaimana pak? "


Bapak mengelus bahu ibu


"Bapak ikuti apa kata ibu.. "


ibu Yeni memeluk lengan pak Yunus


"janji ya pak, ketika bicara dengan Ali jangan galak... galak.. "


bapak menoleh ke bu Yeni.


"memangnya bapak Macan. apa... ibu.. ibu.. "


ibu Yeni tersenyum


"besok kan hari libur, Ali kita undang kesini. kebetulan Amenah jam 9 pagi pergi kursus menjahit, bagaimana pak? "


sambil melepas tangan ibu dan mengambil koran kembali "iya, atur saja bu.. "


bu Yeni memanggil ART nya


"mba Tita tolong beri tau ibu Fatimah, besok pukul 10 pagi ditunggu ibu dan bapak dirumah"


mba Tita segera pergi kerumah Fatimah, untuk memberitahukan rencana besok


,....,.........................


ning..nong...teeet.... teeet...


suara bel berbunyi


ibu Yeni segera memerintahkan Mba Tita membukakan pintu


"mba Tita, buka pintunya. seperti nya itu ibu Fatimah"


"baik bu.. "


mba Tita berlari membuka gerbang


"assalamu'alaikum mba Tita"


sapa Fatimah


"waalaikumsalam bu Fatimah, mari masuk. sudah di tunggu ibu"


Mba Tita adalah ART khusus bersih bersih rumah


Mba Atih bertugas mencuci dan setrika pakaian.


Mbok iyem ART khusus masak dan belanja keperluan rumah.


Ali tampak gemetar dan kagum memasuki rumah Pak Yunus.

__ADS_1


berguman dalam hati


"subhanallah, apa kak Fatimah tidak salah. ingin menjodohkan aku dengan Putri Pak Yunus.. aku hanya buruh pabrik" hatinya menciut.


__ADS_2