Takdir Tuhan ( Anak Nakal )

Takdir Tuhan ( Anak Nakal )
Pesta Perpisahan


__ADS_3

Hari ini pesta kenaikan kelas


Salma menari dengan lincah dan gemulai. Salma di ajari Menari oleh Dewi. Alhamdulillah hasilnya yang menonton terpesona.


Prestasi yang dicapai Salma sejak kelas 1 hingga sekarang kelas 3 cukup membanggakan. Selain juara Lari Spint Tingkat Sekolah Dasar Se -Kabupaten, Salma juga meraih beberapa kejuaraan Taekwondo kategori usia 6-8 tahun sejak tahun lalu.


Ali dan Amenah sengaja tidak memberi tahu kan hal kepindindahan kepada anak-anak nya. Ali mendapatkan tugas dari Tante Ninih adik ibunya Ali untuk membantu menjaga perternakan nya di kota S. Karena tante Ninih sudah sepuh dan tidak punya Anak. Sebenarnya Ali berdua dengan Fikar yang diminta untuk membantu tantenya. Namun Fikar masih harus menyelesaikan beberapa Hal di perkebunan keluarganya. Akhirnya hanya Ali yang akan berangkat terlebih dahulu.


Hari ini sekaligus hari terakhir Salma bersekolah di SD angkasa. Kepala sekolah dan para guru sudah tau Salma akan pindah rumah dan sekolah, mereka semua sangat menyayangkan anak yang berprestasi harus pergi, semua merasa sedih akan kehilangan.


Tiba Saatnya pembagian Hasil belajar siswa, para juara kelas dipanggil satu persatu naik ke panggung.


"juara kelas 3A peringkat 3 di raih oleh ananda Haikal" sorak sorai suara tepuk tangan "juara kelas 3A peringkat 2 diraih oleh ananda Selvi" lanjut pembawa acara. "juara kelas 3A peringkat pertama di raih oleeehhh... " semua berteriak "Salma!!!" "Salma... Salma.. " suara terikan dan tepuk tangan "Wardah Salma.. " lanjut pembawa acara.


Salma naik ke atas panggung, untuk menerima penghargaan. Kepala sekolah memberikan Rapot dan penghargaan langsung memeluk Salma, dan menangis". Begitu juga ibu Reni wali kelasnya , ibu Ida wali kelas 1 dulu, dan ibu Elsa wali kelas 2 Salma. mengucapkan selamat sambil memeluk dan menangis.


Salma terheran. dalam benaknya "*kenapa pada nangis? *" ibu kepala sekolah SD Angkasa berbicara "Wardah Salma adalah siswi yang berprestasi, dia memiliki kemampuan yang multitelen. kebanggaan sekolah. Akan pindah sekolah" S


alma tercekat mendengar perkataan ibu Kepala sekolah, dalam hatinya penuh tanya *pindah sekolah? kemana? kenapa ayah dan ibu tidak bilang* "Sebenernya kami berat mengijinkan Salma pergi, namun ini sudah jalan Allah, semoga Salma sukses disana" kata terakhir dari kepala sekolah. membuat Salma menangis diatas panggung.

__ADS_1


Teman yang sering dibela Salma berhamburan naik semua ke atas panggung dan memeluk Salma.


Salma selalu membela yang lemah, Salma juga selalu membantu siswa yang tidak mengerti pelajaran. Salma akan melawan jika ada orang lain atau dirinya tersakiti. namun hatinya sangat baik dan penyayang.


Kenaikan kelas ini menjadikan ajang perpisahan yang mengharukan bagi Salma.


Sepanjang ajalan pulang, Salma terdiam. Amenah dan Ali juga terdiam, membiarkan Salma tenang.


Sampai dirumah Salma sangat gontai. melempar sepatu, tas langsung rebahan di kamarnya. Ali yang melihatnya sangat sedih "bagaimana ibu? " Ali hendak masuk kamar Salma dicegah Amenah "biarkan Salma tenang dulu ayah, biar nanti ibu yang berbicara"


.................................


Tok.. Tok.. Tok..


Ibu mengetuk pintu kamar Salma "Alma boleh ibu masuk? " tanpa menunggu jawaban Amenah langsung membuka pintu. Amenah melihat putrinya yang berbaring sambil terisak dan memeluk guling. "Alma makan dulu ya, ibu sudah bawakan makanan kesukaan Alma, nih. ayam bakar Pak Atok kesukaan Alma". Salma hanya mereretnya " Ayo Alma bangun dulu, mari ibu suapi. kalo tidak makan nanti Alma sakit" Salma membalikan badannya ke arah Amenah. Amenah tahu itu tatapan penuh tanya "ibu akan jelaskan. sini duduk dulu" Salma duduk dekat ibu, sambil sesekali terisak. ibu mengusap air mata Salma "ibu dan ayah minta maaf, bukannya tidak mau memberi tahu Alma dan kak Berlian. tapi memang keputusan ini mendadak. ayah dan ibu juga sebenarnya merasa sedih jika harus meninggalkan desa kita" Amenah mengambil air minum untuk Salma, dan Salma meminunnya hingga habis "satu bulan yang lalu oma Ninih kesini, Beliau meminta bantuan ene Amah. Agar membantu peternakan nya yang di kota S". Amenah menyuapi Salma "ibu harap Salma dapat mengerti, Ene Amah akhirnya meminta ayah yang ditugaskan membantu oma Ninih" Berlian masuk ke kamar Salma dan duduk di ranjang belakang Salma "Abang juga baru tau Alma, Abang juga sedih. padahal abang kan 2 tahun lagi masuk SMP". Abang Berlian memeluk Salma dari belakang. " maafin Alma ga bu, Kapan kita akan pindah bu?" ibu mengelus kepala Salma "InsyaAllah Rabu depan" Salma menghitung jari nya "berarti 4 hari lagi dong bu..? " Salma mengerutkan dahinya "iya, Abang dan kakak nanti bantu ibu berkemas merapikan barang yang akan kita bawa oke!! " Salma dan Berlian bersorak "Oke!!! " mereka pun keluar kamar.


Ali terlihat gembira "ayah tidak di peluk nih.. " Ali sudah menunggu dibalik pintu.


Mereka berempat saling berpelukan.

__ADS_1


................................


"Salma ini kardus untuk barang-barang Salma yang akan dibawa, masukan kesini ya" perintah Amenah "Abang ini kardus, Abang rapikan barang bang kesini" Salma dan abang kompak "Siap ibu...!!! "


selesai berkemas Salma minta ijin untuk bertemu teman kampungnya. "ibu boleh ga Salma kerumah bi Kiah?" Amenah membolehkan Salma pergi asal ditemani Berlian. "Ayo bang.. kita ke rumah bi Kiah" Salma menarik tangan Berlian "Abang bawa kardus ini ya? Alma bawa plastik soalnya" ucap Salma.


Sampai dirumah bi kiah sudah siap mau ke rumah Salma "eh.. neng Alma kok kesini. bibi baru mau kerumah eneng bawa baju kering" Salma menyimpan plastiknya "abang mau ikut apa nunggu disini Alma mau panggil Teman-teman dulu. Asep menyimpan kardusnya dan duduk didipan rumah bi Kiah.


Bi kiah masih heran " Abang kenapa neng alma? tumben Alma tidak menjawab bibi" Berlian menjawab "Kami jadi mau mindah 3 hari lagi bi, Alma ingin bertemu dulu dengan temanya" bibi sebenarnya sudah tau kabar keluarga Ali akan pindah. raut wajahnya jadi sedih "bibi sudah tau kita akan pindah ya? " bibi menyimpan ember berisi pakaian bersih "iya bang, bibi sudah tau 2 minggu yang lalu. Bibi sangat sedih Bang, akan kehilangan Abang, Alma, Aida" Berlian memeluk bi Ijah.


Salma datang bersama Ahmed, Dani, dan Asep. Wawan tidak ketemu, kata ibunya baru saja pergi ikut Ayahnya menggiling padi.


Mereka duduk melingkar di dipan rumah Bi Kiah. Salma membuka kardus "ini untuk cucu bibi" Salma memberikan boneka dan baju bebydol. "ini selimut buat bibi, biar bibi tidak kedinginan" Salma mengambil selimut berwarna biru, warna kesukaan nya.


"buat Saya mana Alma" pinta Asep "sabar atuh sep... " Ahmed yang menjawab "iya ih.. cicing geura" (iya, diam coba) kata Dani. ya sejak tadi Asep anstusias membuka dus dan ingin memegang barang-barang nya.


"ini untuk abah" Abah (suaminya bi Kiah) merasa senang dikasih syal dan sarung. "barang yang lain bagikan ya bi" Salma mengodorkan Kardus ke bi Ikah.


Salma mengambil plastik hitam dan membukanya "ini ada beberapa topi dan kaos buat kalian ber empat. " asikkk nuhun ya neng" ucap Dani. "Alhamdulillah, nuhun neng" ucap Ahmed dan Asep. mereka rebutan memilih milih .. "eh.. Hati-hati nanti robek" kata abah. "Dasar barudak!!! " (Dasar anak-anak)

__ADS_1


__ADS_2