
Satu minggu sudah berlalu selametan ulang tahun Berlian dan Salma.
cuaca menjelang subuh di kediaman Amenah sangat dingin. namun yang dirasakan Amenah malah sebaliknya. Amenah merasa kepanasan dan perutnya sakit. Amenah mendengar suara ibu Yeni melantunkan ayat suci alquran dengan merdu. Amenah semakin merasakan sakit yang tidak tertahan. "ayah... yah... ayah... bangun" Amenah menepuk neluk lengan Ali. Ali Serasa berat membuka mata. "hhmmm.. ada apa bu..? " dengan mata terpejam.
Amenah memukul lengan Ali semakin keras "Ayah... ibu sudah tidak tahan.. ibu tidak bisa bangun.. " Ali terperanjat dan melompat turun dari tempat tidur "Astagfirullah.. " Melihat wajah Amenah sudah pucat Ali memanggil Ibu Yeni "ibu, Ame kesakitan. saya akan panggilkan bidan Arum" Ali segera mengambil jaket dan kunci motor.
Ibu Yeni langsung melihat ke kamar Amenah. Amenah terus saja membaca doa dan beristighfar "ya Allah Ame, sabar dan tenang ya. Ali sedang memanggil bidan Arum" sambil mengelus perut Amenah.
"ibu sekarang jam berapa?" ibu melirik jam ke dinding "jam 4 pagi, sebentar lagi subuh". Amenah meringis kesakitan " ibu, kenapa ini sakit sekali Ame tidak bisa bergerak" posisi Amenah miring ke kanan" ibu terus mengelus perut Amenah "ibu tidak tau sayang, ibu masak air dulu ya " ibu meninggalkan Amenah dan pergi ke dapur.
setengah jam berlalu, Ali pun datang bersama bidan Arum
"assalamu'alaikum ibu" ucap bidan Arum
"waalaikumsalam Arum"
__ADS_1
ibu membawa air hangat ke kamar di baskom
mereka masuki kamar beriringan
"sebantar Arum periksa ya kak"
sambil menahan sakit Amenah meng angguk.
bidan Arum pun memeriksa Amenah "ya Allah kak, ini kepalanya sudah terlihat. ayo kak mengejan sekali saja insyaallah keluar. hitungan ke tiga. satu... dua.. tiga.. bismillah"
Bidan Arum memeriksa kembali Amenah "Ya Allah kak, ini jalan lahirnya ada sobek sedikit, harus dijahit. maaf ya kak. mungkin karena posisi tadi miring" bidan Arum menjelaskan.
sang Bayi dibawa Ayahnya Ali untuk di adzan kan.
Pak Yunus yang memang sedang menginap dan hendak ke masjid melihat putri ke 3 Amenah dan berucap "bagaimana jika namanya Kiara Aida" Ali mengganguk "iya Ayah, panggilannya Aida"
__ADS_1
Pak Yunus pun bergegas ke Masjid. Ali memberikan bayi Aida ke Amenah dan pergi ke Masjid untuk melaksanakan sholat subuh berjamaah.
ibu Yeni dan Bidan Arum membereskan bekas persalinan.
Selesai sholat subuh Ali dan Pak Yunus pulang kerumah. "Ali antarkan bidan Arum pulang" pinta ibu Yeni "iya, baik bu. mari Rum.. "
Arum mencium tangan bapak dan ibu Yunus "Arum pamit, Assalamu'alaikum, jika ada apa apa dengan kak Ame dan Bayi Aida hubungi Arum saja ya bu" ibu yeni mengantarkan hingga teras. "iya, Hati-hati bawa motornya Li.. "
Ali mengantarkan Bidan Arum "Sekali lagi Terima kasih banyak Ya Arum" Arum yang diboncek tersenyum "iya kak. Sama-sama. jika ada apa-apa hubungi Arum saja Kak".
Ali yang membawa motor hanya menjawab " hmmmm "
Amenah Melihat putri ke 3 yang sangat berbeda dengan kakak kakak nya putri ke 3 ini pipinya cabbie (tembem) kulitnya agak kemerahan, mata sipit, rambutnya tipis hanya sedikit.
berbeda dengan Salma rambutnya yang Hitam, alis tebal, kulit nya berbulu halus, bulu mata lentik. seperti anak Pakistan menurut Amenah lohhh.. hehehe..
__ADS_1