
Amenah tahu anaknya aktif, dia sering berkonsultasi dengan guru kelas Salma. Seperti hari ini Salma sedang berolah raga, Amenah menghampiri ruang Guru Salma. "Assalamu'alaikum ibu Ida" melihat siapa yang datang Ibu Ida terbangun dari kursi nya "Waalaikumsalam mama Salma, mari silahkan duduk" Amenah duduk di sofa bersama ibu Ida "maaf ada keperluan apa mama Salma? " ibu Ida memulai pembicaraan "Maaf mengganggu waktunya ibu Ida" ibu Ida memberikan Minum di meja "tidak mama Salma, silahkan ada yang bisa saya bantu? "
Amenah mengambil minuman nya "Terima kasih bu, ini mengenai Salma. ibu tahu sendiri Salma anak yang Aktif, saya takut Salma bergaul dengan anak-anak yang kurang baik dilingkungan rumah. bagaimana sebaiknya saya mengarahkan Salma ibu..? "
Ibu Ida menarik nafas "Alhamdulillah mama memiliki putri seperti Salma, anak nya cerdas dan humble mudah bergaul, untuk memimalisir kegiatan bermainnya, saya hanya bisa menyarankan Salma ikut private. boleh karate, Musik, Tari dll. coba mama Salma tanyakan Salma mau les atau pirvate apa yang dia suka.. " Amenah menggangguk "baik bu, InsyaAllah saya akan berbicara dengan Salma. Terima kasih atas waktunya ibu. mohon maaf sudah mengganggu" Amenah pamit ijin keluar.
Amenah dan Ali sebenar nya khawatir, Salma pulang sekolah langsung bermain entah kemana dengan Sahabatnya pulang sore. Sudah banyak yang mengadu bahkan mengeluh atas kelakuan Salma pada Amenah dan Ali tentang putrinya.
mengadu anaknya yang terluka karena Salma, ada yang mengadu kebunnya dipetikin Salma, bahkan sawah yang di injak Salma, ada juga yang bilang bahwa Salma mainnya ke desa sebelah.
__ADS_1
ini lah yang membuat Amenah dan Ali khawatir. "Bang.. Alma kemana ya? " Sudah hampir magrib Salma belum juga pulang "Tadi abang sudah larang Alma main jauh-jauh ibu, Alma nya ga suka nurut sama Abang" belum apa -apa Berlian sudah nyerocos duluan "ibu khawatir saja, jam segini belum pulang. Ayah sedang mencarinya" Berlian melihat ke luar jendela "tadi bilangnya mau main di rumah bi Ikah, terus abang liat mau nyebrang sungai bu.. Abang udah teriak-teriak jangan ikut-ikutan anak laki-laki" Amenah mengerutkan keningnya "mau apa nyebrang sungai? " Berlian melihat ibunya "katanya mau nonton bola". Amenah teringat bahwa di desa sebelah sedang ada turnamen bola " ya Allah, ibu ke om Fikar dulu ya. titip Aida"
Fikar dan Dewi membuat rumah dekat dengan Amenah sekitar 50 meter.
tok..tok..tok.. "Assalamu'alaikum Fik. " Fikar membuka pintu "waalaikumsalam Kak Ame ada apa? " Dewi menghampiri suaminya dekat di pintu "Tolong cari Alma, tadi Berlian mau nonton turnamen bola di desa sebelah. Kak Ali mencari Alma takut ga ketemu" Fikar mengambil jaket dan kunci motor "baik kak, saya pergi dulu" Dewi menatap Amenah. "yang sabar ya kak" Dewi selalu menguatkan Amenah dikala sedang dirundung sedih. "kaka pamit dulu ya Dew.. Aina ditinggal sama Berlian takut ada apa-apa. Assalamu'alaikum" Amenah beranjak dari rumah Dewi "Waalaikumsalam, Hati-hati kak. semoga segera ketemu" sambil meninggalkan halaman rumah Dewi amenah mengucap "Aamiin".
Amenah berpapasan dengan Aden dan Nenden. Aden yang melihat Amenah jalan tertunduk merasa "Ame dari mana?" Amenah kaget karena motor yang dikendarai Aden mendekat, dikiranya mau ke tabrak "astaghfirullah" *oh.. Bang Aden* gumannya dalam hati "habis meminta bantuan Fikar untuk mencari Alma bang" Nenden penasaran "memang kemana tuh anak.. Bandel banget sih.. kelayaban"
" hahh... nonton bola didesa sebalah.. " Nenden terkejut "kami juga baru pulang nonton Ame, tapi tidak melihat Alma" sahut Aden "pasti ga ketemu lah Pak, orang penonton nya saja banyak. Jangan-jangan ikut rombongan lain. jadi tersesat" Nenden manakuti Amenah. Amenah hanya bisa berdoa semoga Salma ketemu "huss.. kalo ngomong jangan sembarangan" Aden memarahi Nenden "ya sudah itu sudah adzan magrib. kita pulang dulu. kalo belum ketemu kabari Abang ya" Aden ucap Aden "iya bang Terimakasih" Aden pun menjalankan motornya.
__ADS_1
Amenah sampai dirumah, bergegas mengambil air wudhu dan melaksanakan sholat Magrib. Selesai sholat Amenah memanjatkan doa untuk keselamatan Salma. "Ya Robbana, yang maha Melindungi. Lindungi putri hamba Wardah Salma dimanapun berada" Sambil meneteskan air mata "Ya Allah yang maha memelihara, Tolong jaga putriku Wardah Salma dimanapun berada, nas' alukal ijabah Al-Fatihah" Berlian dan Aida yang melihat ibunya menangis dalam sholatnya memeluk sang ibu "ibu kenapa? ibu jangan nangis Aida jaga ibu" dengan lolosnya Aida menenangkan ibunya "ibu jangan khawatir Alma pasti pulang dengan ayah" ucap Berlian. Amenah tersenyum. tidak ingin melihat anaknya khawatir.
Amenah membuka alquran , melantunkan dengan lembut. Berlian dan Aida bermain di tempat tidur berdua.
terdengar suara motor Ali, amenah bergegas lari keluar masih mengenakan mukena "Alma... " Amenah langsung memeluk Salma "ibu... " hanya itu yang mampu Salma ucapkan "ayo masuk, kamu pasti kelaperan belum makan, belum mandi juga kan? " tanya ibu "ibu satu.. satu tanyanya" nanti Salma bingung jawabnya. merak masuk bersama. Ayah yang menjawab pertanyaan ibu "Salma sudah mandi dan sudah makan ibu.., Ayah juga sudah sholat magrib" ibu keheranan "kenapa ibu.. mau denger cerita Salma ga, siapa yang mau denger?" Ali berseru agar Berlian dan Aina berkumpul "mau.. mau" ucap Aina yang Berjalan dengan Berlian menghampiri ayah, ibu dan Salma.
"ayo Salma yang cerita" ayah memegang Bahu Salma "ibu jangan marah ya" Salma takut ibunya marah "tidak.. ibu tidak marah. coba cerita, Salma habis dari mana?".
" ibu ambilkan makan malam dulu ya, kita makan lesehan disini" sambil menunjuk teras rumah nya. ibu menyuapi Berlian dan Aida. Salma mulai cerita "tadi Salma diajak nonton sama teman-teman. Abang ga mau ikut. Alma nyebrang sungai sama Bapak-bapak, terus Salma lewati rumput yang banyak tinggi. segini nih" Salma melompat "banyak orang, seru rame ibu.. " Aida terus mengunyah makanan sambil mendengarkan serius "Alma ketemu ayah Wawah. kita berlima naik motor" memang cukup motornya "cukup ibu, Ahmed kecil jadi jongkok di depan, terus Deni didepan juga. Asep paling belakang" Salma menjelaskan "terus kenapa Salma tidak langsung pulang? " Salma Sambil melompat "Alma disuruh mandi terus disuapi makan sama ibunya Wawan" ayah melanjutkan "khawatir magrib dijalan, jadi selesai magrib mau diantarkan ibu.. eh pas adzan keburu ada ayah sama bi ikah datang. jadi ayah sholat dulu disana sekalian" Amenah merasa bersyukur "syukurlah Alhamdulillah".
__ADS_1
Amenah memberi wejangan "Alma sekarang mulai besar, mainnya jangan terlalu jauh. Alma juga seorang perempuan berbeda dengan Asep, Wawah, Ahmed dan Dani. mereka sudah agak besar dan laki-laki. Perempuan mainnya dengan perempuan lagi baru benar".
"anak perempuan ga pada mau manin sama Alma ibu. wa Nenden malah bilang Alma kompeni. Alma tidak suka" Amenah teringat perkataan ibu guru tadi pagi "Amenah mau tidak ikutan les atau private" Salma menatap ibunya "apa itu ibu? " Amenah menjelaskan "Alma anak yang keren bagi ibu, jadi sebaiknya Alma ikut les/private. mah tidak" Salma masih belum paham "les atau private itu melatih kesukaan Alma, Alma suka apa karate, musik, menari, matematika. coba sebutkan? " Salma masih agak bingung "ibu Salma suka balet " ibunya kaget, Salma tau dari mana ada lest balet "Alma tau dari mana lest balet "Alma pernah liat gambar nya ibu" Amenah mengingat brosur tempat lest balet "oh iya, brosur itu. ibu liat di gang depan" Nanti kita liat alamatnya ya.