
Nathan " : Er, Ou es-tu.?"
{ Kamu dimana.? }
Ernest " : Je suis au siege de DK, Quoi de neuf, monsieur?"
{ Saya di markas Dk, Ada apa tuan.? }
Nathan " : S'il vous plait, emmenez ma mere et Melody loin de la France. Envoyez-les a Dubai."
{Tolong bawa ibuku dan Melody pergi dari Prancis. Kirim mereka ke Dubai. }
Ernest " : Oui monsieur, Quelque chose est arrive?"
{ Baik tuan, Apa Sesuatu Terjadi.? }
Nathan " : Arkha a dit, Quelqu'un a fait irruption dans notre securite, Decouvrez qui c'est.!"
{ Arkha Bilang, seseorang membobol keamanan kita, Cari tahu siapa itu.}
Ernest " : Oui monsieur. Monsieur, j'espere que vous reviendrez bientot. Et continuez ce trone de la mafia."
{ Baik Tuan. Tuan, saya harap Anda akan segera kembali. Dan lanjutkan takhta mafia ini.}
Nathan " : Je reviendrai, Si c'est le moment.."
{ Aku akan kembali, Jika sudah waktunya. }
Nathan mematikan sambungan teleponnya. Kepala nya terasa Ingin pecah. Ia Sebagai ketua Mafia, Terlalu lemah. Bahkan Ernest Lebih pantas memimpin Mafia Itu.
Nathan " : Seandainya aku terlahir dari keluarga biasa saja, Mungkin tidak akan Menyulitkan seperti ini."
Nathan menyenderkan Tubuhnya di kursi Kerjanya.
Lalu tertidur.
Di rumah Milla, Milla , Xi li , Paman li, Dan Adam Bedada di meja makan. mereka masih menunggu Joell.
Adam " : Dimana Joell.?"
Xi li " : Biar aku panggilkan Kek."
Saat Xi li Akan bangun dari duduknya, Milla menahan tangan Xi li.
Milla" : Biar aku saja Xi."
Xi li mengangguk dan kembali duduk. Milla Bangun dan menuju Kamar joell. Milla mengetuk pintu kamar Joell.
Tok.. tok.. tok..
Milla " : Joell, Buka pintunya.. Ayo makan malam."
Joell " : Aku tidak makan malam Mill, Kalian makan saja."
Joell menjawab milla daei balik pintu. Joell enggan bertemu Milla, Karena Jika ia bersama Milla terus menerus, Hanya akan menambah Sesak di hatinya.
Milla " : Ada apa denganmu.? Apa kamu sakit.?"
Joell " : Tidak, aku hanya ingin tidur lebih Awal."
Milla " : Ya sudah, Jika kamu lapar, Bilang saja kepada Pelayan okay.?"
Joell " : Hmm."
Milla Turun kembali ke meja makan..
Adam " : Bagaimana.?"
Milla" : Dia ingin tidur lebih awal, Biarkan saja kek. dia memang belum terbiasa dengan orang baru."
Adam mengangguk mengerti. Lalu mereka pun memulai makan malam mereka.
Sementara Itu, Joell sedang menangis Di kamarnya. Ia tak Kuat menahan perasaan nya.
Joell " : Tuhan, Mengapa Kau pertemukan aku dengannya, jika Kenyataan nya aku tidak bisa memilikinya. Aku Harus bagaimana Tuhan Hiks..Hiks...."
Joell menangis Duduk di balik Pintu kamarnya. Tiba tiba pintunya di ketuk seseorang.
Xi li " : Joell , Aku Xi li. Boleh aku masuk..?"
Joell membuka pintu kamarnya. Xi li melihat Joell yang tampak berantakan, Matanya Merah dan sembab. Joell berjalan Menuju Ranjangnya, dan duduk disana.
Xi li masuk kedalam kamar Joell dan duduk di sebelah Joell. Xi li melihat Joell yang Semakin rapuh.
Xi li memegang pundak Joell dan mengatakan..
Xi li " : Menangislah.. Jika bisa Menghilangkan sedikit bebanmu."
Joell Kembali menangis dan memeluk Xi li. Joell menangis selayaknya anak kecil yang menangis kepada Ibunya. Xi li hanya Bisa menepuk Pelan Punggung Joell.
Xi li " : Jika kamu belajar Merelakannya, Mungkin Kamu tidak akan Terluka lebih dalam. Aku sudah bilang padamu, Bahwa dia..."
Joell " : Bukan miliku.."
Xi li terdiam..
Joell " : Kenapa Xi.. Kenapa Setelah aku menemukannya dia masih saja terasa Jauh dariku. Bahkan kali ini Lebih jauh meskipun Kami dekat setiap hari. "
Xi li " : Joell, Takdirmu adalah menjadi Keluarganya. Maka Jalanilah seperti yang sudah Tuhan takdirkan.
Jika Manusia bisa memilih takdir Masing masing. Mungkin aku akan memilih untuk tetap Menjadi Xi li yang bodoh, Yang tidak akan merasakan sakit hati dan sebagainya. Tapi Tuhan mengatakan lain.. Dan pada akhirnya, Aku menuruti apa yang tuhan pilihkan untukku. Joell, Tidak mungkin tuhan memberimu ujian tanpa Kebahagiaan di akhirnya. Meskipun pada akhirnya kamu tetap tidak bisa Memilikinya. Tapi kamu bisa melindunginya.. Melindungi Milla yang kamu Cintai, Sebagai adikmu."
Joell menangis di pelukan Xi li Hingga tertidur.
Xi li merebahkan Joell di ranjangnya. Lalu ia sendiri menangis. Padahal Dia sendiri rapuh, Namun masih berusaha Kuat di hadapan Orang lain.
Xi li menangis Di sebelah Joell yang sedang tertidur.
__ADS_1
Ia menangis Dalam diam. Xi li sendiri menahan rasa sakit hatinya karena Kematian Ayah dan kakak nya yang di sebabkan oleh eden ayah Joell.
Xi li " : Seandainya Kamu bukan Putra pembunuh itu.. Mengapa Aku sulit untukmembencimu, Dan sulit untuk tidak memperdulikanmu."
Xi li bangun dan Keluar dari kamar Joell. lalu ia masuk kekamarnya..
Joell kembali membuka Matanya. Ketika Joell mendengar Xi li menangis, ia terbangun. Dan mendengarkan apa yang dikatakan Xi li.
Joell " : Mengapa aku di takdirkan menjadi putra seorang penjahat. Maafkan aku Xi.."
Joell Memejamkan kembali matanya, Meskipun ia memejamkan matanya, Namun air matanya tetap Menetes di ujung Matanya. Joell menangis hingga tertidur kembali.
Sedangkan di Markas Joel, V mendapatkan kabar dari Nathan, Bahwa nathan akan pulang ke Prancis.
V " : Kenapa mendadak sekali Nath.??"
Nathan " : Aku tidak tahu, Markas ku diserang secara tiba tiba. Ibuku dan melody masih disana. Aku minta maaf pada kalian, karena tidak membantu kalian mencari keberadaan ayahku. ini bukan niat ku V."
V " : Jangan khawatirkan itu. Nath, Jika kau butuh bantuan, Katakan saja kepadaku Atau Boss Riu."
Nathan" : Terimakasih V. Baiklah, aku harus segera lepas landas.. Doakan agar aku cepat selesai disana."
V " : Iya. Berhati hatilah."
Nathan " : Okay, Bye.."
V " : Hmmm.."
V mematikan Ponselnya. Ia bingung Selama ini tidak ada yang pernah berani menyerang DRAGON KING.
Karena DRAGON KING terkenal sebagai Raja Mafia di EROPA.
V " : Siapa gerangan Yang berani menyerang DK.? Selama ini DK selalu di kenal sebagai Raja Mafia Di Eropa. Apakah Mafia Lain di Eropa Mulai menyainginya.?"
Disaat V sedang bingung, Riu Berlari lari mencari keberadaan V.
Riu " : V... Kau dimana.!!"
V " : Boss, aku disini.."
Riu " : Oh.. V, Edwin sudah kembali. Anak buahku Menemukan dia berada Di bandara. Sepertinya ia baru saja dari luar negeri."
V " : Baguslah Boss, Apakah kita akan mulai menyerang Sekarang.?"
Riu" : Baiklah, tunggu informasi dari anak buahku. Dia sedang mengikuti Edwin. Sepertinya Ia tidak tingval disini. Plat Mobil nya Berbeda, F. "
V " : F.? Bogor.? Jadi dia tinggal di bogo.?"
Riu " : Apa itu Bogor.?"
V " : Nama Salah satu kota Di Indonesia. Selain Jakarta, Ada Bogor, Bandung, Tangerang Dan lain lainnya. Seperti Halnya Di Korea."
Riu " : Begitu.? Baiklah.. Kita bersiap siap dulu saja, Menuju Bogor. "
V " : Baiklah.. Aku akan mengabari Orang orang kita. "
Riu " : Okay, pakai pakaian lengkap mu."
V Juga pergi masuk ke Kamarnya setelah mengabari Anak buahnya yang lain.
V " : An. Bersiaplah, Siapkan Beberapa Orang, ikut dengan ku menuju Bogor. Edwin berada di sana. "
Demian" : Okay."
V menyiapkan anak buahnya sendiri, Untuk berjaga jaga Jika nanti Anak buah Joel Kalah.
Setelah mereka semua Siap. Mereka langsung berangkat menuju Bogor, Mengkuti Maps yang di berikan anak buah Riu.
Riu " : V, Kenapa aku merasa Ini seperti jebakan.?"
V " : Maksudmu Boss.??"
Riu " : Sebelumnya Anak buahku yang Bersembunyi saja, Edwin Berhasil membunuh mereka. Kenapa ini Bahkan sampai di bogor Ia tidak menyadari bahwa ia di ikuti.?"
V " : Benar Jua. Kalau begitu.. Biar aku yang kesana duluan. Kita Berpencar saja. Aku akan menaiki Motor Bersama Anak buahku sendiri. Kau Bawa anak buah Joel bersama mu."
Riu " : Kau yakin.?"
V " : Ya, Aku yakin.. Tidak akan ada yang menyangka Bahwa Kami ini geng. Paling Mereka Mengira kita hanya Anak Motor biasa."
Riu " : Baiklah. Berhati hatilah, Aku akan mengikutimu dari Jarak 100 Meter. Gunakan Ear piece Ini umtuk saling mengabari."
V " : Terimakasih Boss, Aku berangkat."
V Mengendarai Motor MV Agusta F4CC nya. Dan melaju dengan kecepatan tinggi. V akan menemui Anak buahnya di Kawasan Pancoran. Dari sana, ia akan menuju Ke Bogor bersama sama.
V " : Kalian Dimana.?"
V berbicara Kepada Demian yang Memimpin Tim Itu menggunakan Ear Piece nya sendiri.
Demian " : Kita sudah di pancoran."
V " : Baiklah, 5 Menit lagi aku sampai."
V menambah kecepatan nya Dan Membuat semua orang disana Melihat kearah V. Karena saking kencangnya V mengendarai Motornya itu. Beruntung itu Malam hari, jalanan Sudah sepi,
V sampai kurang dari 5 Menit.
V " : An.. Ayo."
Demian" : Ayo."
Semua anak buah V pun Menyalakan kembali Motor Harley Mereka. Dan Melaju Beriringan menuju Bogor. Riu Mengikuti V dari kejauhan. Karena Motor V di pasangi Alat pelacak, Jadi Riu Mudah menemukan V.
Riu " : Dasar Gila. Aku kan bilang Dengan jarak 100 meter. Sekarang dia meninggalkan ku.! Untung Aku menempelkan Pelacak di motornya. V gila.!! "
Riu kesal sendiri karena V meninggalkan nya di belakang.
__ADS_1
Setelah Berkendara cukup lama, Tiba tiba di jarak 80 Meter motor V tidak bergerak. Riu pun menyuruh semua anak buahnya menghentikan Mobilnya.
Ada Sekitar 10 Jeep dan Beberapa 15 Fortuner Yang ikut dengan Riu.
Riu " : V.. Apa terjadi sesuatu.??"
Riu mencoba menghubungi V menggunakan Ear piece nya.
V " : Ini Jebakan, Edwin sudah Menunggu kita. Boss kau Bersiaplah, Aku rasa Aku di kepung. Mereka tidak tahu kalau kau ikut. "
Riu " : Baiklah. Berhati hatilah."
Riu memberi kode tangan, dan semua anak buahnya berpencar Memasuki Hutan hutan.
Sedangkan V sendiri kini sedang Terlibat baku tembak dengan Anak buah Edwin.
Dor.! Dor.!
V menembaki Semua Anak buah Edwin. Karena V hanya membawa 15 Orangnya , V kalah jumlah dari Edwin. Dan V mulai Terpojok.
Demian " : V, Kita kalah jumlah.."
V " : Tenang saja An. Ada yang lain akan datang."
Benar saja, Tiba tiba Dari Balik semak semak Suara Senapan Bergemuruh, menghujani Anak buah Edwin dengan Peluru.
Seketika Anak buah Edwin pun Tewas di tempat, Sedangkan Edwin sendiri melarikan diri dengan Mobil nya.
V " : Boss, Edwin Melarikan diri."
Riu " : Akan Aku kejar dia."
Anak buah riu mengemudikan Mobilnya dengan kecepatan Tinggi menyusul Mobil Edwin.
Riu menembaki Mobil Edwin, Namun selalu meleset.
Dan tiba tiba Mobil riu Di tembak menggunakan Senapan, dan mengenai roda mobil riu. Mobil Riu Oleng dan Akhirnya menabrak Pohon di pinggir jalan.
Riu Keluar dari Mobilnya.
Riu " : Ugghh.!! Sss... Sial.!!!! Kau berhasil melarikan diri lagi.!!"
V dan seluruh anak buahnya Menghampiri Riu setelah selesai membereakan anak buah Edwin.
V " : Boss.!! Kau tidak apa apa.??"
Riu " : Tidak, Dia berhasil kabur. Sejak kapan dia Menjadi Selihai itu.?"
V " : Aku juga Merasa aneh.. Mungkin ada yang membantunya dari Belakang."
Riu " : Ayo kita Pulang. Aku sudah menaruh pelacak Di mobilnya. Menggunakan Peluru Khusus ku."
V " : Baiklah.. An, Kau bawa yang lain pulang."
Demian " : Baiklah, Kalian hati hati di jalan. Aku permisi."
V dan Riu mengangguk, Lalu Demian pun membawa Anak buahnya kembali.
V " : Ayo boss, Aku bantu berdiri."
V memapah Riu menuju Mobil Pengawal nya yang lain. Sedangkan Supir yang mengemudikan Mobil Riu tadi Tewas.
V " : Kalian Urus Jasad nya, Makamkan dengan layak."
" Baik Boss. " Ucap para Anak buah Joel.
V adalah tangan kanan Joel , Jadi cukup di segani. Bahkan apa yang di katakan V selalu di jalankan oleh Anak buah Joel.
Sementara Itu V, Riu, Dan anak buah yang lain nya Menuju pulang, ke Markas utama Joel. V Kembali menggunakan motornya, sedangkan Riu Menggunakan Mobil bersama anak buah yang lain nya.
Sedangkan Edwin, Kini ia Sedang kesal. Isahanya mengepung Musuh telah gagal. Edwin tahu dari Mata mata Nya bahwa V Adalah tangan kanan SCORPION.
Edwin " : Aarrrgghh...!! Mengapa BLACK PHANTER selalu ikut campur dengan urusan ku. Apa sebenarnya Mereka bekerja Sama.??"
Edwin / Eden Tidak tahu bahwa BLACK PHANTER dan SHADOW sudah menjadi keluarga, Bahkan Bersahabat sejak Dulu.
Edwin " : Cari tahu Apa hubungan BLACK PHANTER dengan 5 Mafia ini.!! Terutama hubungan nya dengan SCORPION.!"
" Baik Master " Anak buah Edwin keluar dari Ruangan itu.
Edwin " : Aaarrgghh!!!"
Prang.!! Prang.!!
Edwin Membanting semua benda yang ada di sekitarnya, Hingga melukai tangan nya sendiri. Darah segar mengalir Dari tangan nya.
Edwin " : Darah ini.. Darah tidak berguna yang akhirnya membuat ku seperti ini. Darah Yang membuatku terbuang.! Aarrggh.!!!
Edwin mengingat saat Ia meneteskan darahnya di atas Batu Rubi merah, Dan Darah nya Tidak di terima. Namun Saat Adam yang meneteskan nya Batu itu Menyala terang. Dan membuat Edwin Di Asingkan.
Di tempat lain..
Riu menghubungi Adam setelah sampai di rumahnya..
Tut.. tut.. tut..
Riu " : Hallo kek, Apa kakek Dengar kabar dari Nathan.?"
Adam " : Iya, Dia di serang oleh Seseorang. Dia adalah Edwin."
Riu " : Apa.!Dari mana kakek Tahu..?"
Adam " : Tidak ada yang bisa lepas dari pantauan Kakek Nak. Meskipun Kakek sudah tua Orang orang kakek ada dimana mana. "
Riu " : Tapi aku Baru saja Bertempur dengan nya dan orang orang nya tadi, kek."
Adam " : Dia Bukan Edwin Nak. Dia adalah Eden."
__ADS_1
Riu " : Apa.!! Apa sebenarnya yang terjadi kek, Aku tidak mengerti..??"
Adam " : Xi li menceritakan Kepada Kakek."