
"Pagiii...., " sapa Anisa dengan wajah yang sumringah.
"Ceeeiiilleee..., yang habis lamaran, tampaknya berbunga - bunga hatinya," ujar teman Anisa.
"Hehehhe... ya gitu deh, eh ngomong - ngomong kok mbak yang jaga hari ini?, bukannya hari ini Diana ya?,"
"Kamu ini katanya best friend kok gak tau si..., dia semalem tuker jaga sama aku, katanya mau ngurusin nikahannya."
"Ooo...kok dia gak bilang si, awas ya Diana heemmm...," Anisa mengerutkan keningnya.
"Haiii...semua pagiiii...," Dokter Andre masuk ke rungan UGD dan menyapa Anisa serta nakes yang lain.
"Anisa nanti selesai beres - beres pagi dan kalau udah free bilang ya, saya mau ngobrol." Tulis Dokter Andre dan mengirimkan tulisan itu pada Anisa melalui Hp.
Centing, Anisa membuka Hpnya, ia ambil dari saku bajunya, setelah Anisa membaca, ia menatap kearah Dokter Andre, seolah penuh tanda tanya.
"Mau ngobrolin apa Dok?,"
"Soal April, ini penting saya pengen tau pendapatmu."
"Waduhh...rahasia dong, trus ngobrolnya dimana?"
Dokter Andre memasukkan Hpnya ke saku jas yang ia kenakan, Anisa melihatnya sambil mengedip kedipkan matanya karena bingung, "kenapa Hpnya malah dimasukin, kan belum balas pesanku," gumam Anisa dalam hati.
"Ngobrolnya disini," kata Dokter Andre menatap Anisa. membuat Anisa dan teman - teman yang bertugas saat itu tercengang, teman - teman Anisa menatap ke arah Anisa yang sedang berdiri, Anisa yang menyadari tatapan teman-temannya langsung meringis.
"Hehehe..., gak pa2 teman - teman, mungkin Dokter Andre mau menanyakan soal lamaranku kemarin."
teman-teman Anisa lalu mengalihkan pandangan ke Dokter Andre, Dokter Andre terdiam, menggaruk kepalanya lalu pergi keluar ruangan.
"Heh Anisa kamu jangan main rahasia - rahasia ya..., kamu mau ngobrol apa sama Dokter Andre?," kata teman Anisa.
"I-itu, nanti aja pasti kalian tau lah, toh nanti ngobrolnya disini,kalian pasti dengar."
"Ah Anisa bikin penasarn aj ih," ujar teman yang berprofesi bidan.
"Udah lah yuk selesaikan tugas pagi," Anisa melanjutkan pekerjannya.
beberapa menit kemudian Anisa dan teman perawatnya duduk di kursi dengan setumpuk kasa di atas meja, karena kebetulan saat itu stok kasa steril menipis, pasien UGD juga terlihat masih sepi.
Dokter Andre masuk ke ruang UGD,ia duduk di depan Anisa dan temanya. Anisa dan temannya tampak kaget namun masih melanjutkan melipat kasa.
__ADS_1
"Nis, yang kamu katakan pada saya benar kan? April benar suka sm saya," ucap Dokter Andre.
"APA???." teman Anisa terkejut hingga matanya melotot ke arah Dokter Andre.
"Saya tidak salah dengar kan Dok?". tambah teman Anisa.
"Jangan ember ya, cukup kamu yang dengar, dua bidan kemana?." tanya Dokter Andre.
"Mereka lagi ngecek ruang bersalin Dok," jawab Anisa.
"Bagus, yuk lanjut jawab pertanyaan saya tadi."
"Dokteeerrrr saya kemarin kan sudah jelas ngasih taunya, jangan sampek Dokter nyesel loh."
"Nah ini yang saya mau minta saran dari kamu, apa saya langsung tanya ke dia, atau gimana? saya bener - bener bingung, dia itu teman saya dari kecil yang sudah seperti sodara."
Teman Anisa hanya terdiam mendengarkan Anisa dan Dokter Andre ngobrol namun tangannya masih melipat kasa.
"Saran saya ya Dok, sebaiknya Dokter lebih intens ketemu sama Doker April, nah Dokter kasi waktu misal 1 atau 2 minggu siapa tau Dokter April mau ngungkapin perasaannya ke Dokter."
"Jangan lupa ngobrolnya sambil di pancing - pancing dikit Dok." tambah teman Anisa.
"Pancing... pancing emangnya ikan di pancing," ujar Dokter Andre.
"Emmm.... kalau sayang dari dulu saya sayang sama dia karna memang dia itu deket banget sama saya, tapi saya gak pernah kepikiran jadiin dia pendamping hidup saya, apa lagi setelah yang baru - baru saya alami rasany masih malas menjalani hubungan." Dokter Andre melirik Anisa.
Anisa merasa tersindir, ia jadi salah tingkah, ia mengambil kasa dan buru - buru melipatnya, Dokter Andre tersenyum melihat tingkah Anisa.
"Memangnya Dokter Andre pernah patah hati?," tanya teman Anisa.
"I- itu...,"
"Permisiiii...," belum selesai Dokter Andre menjawab, datang seorang pasien kontrol luka. Anisa dan temannya menghentikan melipat kasa dan bergegas merawat luka si pasien. Sedangkan Dokter Andre masih dengan posisi duduk.
jam sudah menunjukkan pukul 11.30, seorang lelaki memakai kaos dan jaket berwarna hitam serta celana semi jins datang ke UGD.
"Anisa dicari sama calon suami, ditunggu di depan," kata teman Anisa.
Anisa tersenyum dan langusung berjalan agak cepat menghampiri Ais.
"Abang kenapa kesini si, jangan sering - sering kesini, Aku malu sama teman - teman."
__ADS_1
"Oooo..., jadi adek malu punya calon suami kayak abang?," ucap Ais dengan nada pelan dan sedikit senyum.
"Bukan gitu abang, ih abang mah gituuuu...," rengek Anisa.
"Trusss...kalau bukan gitu, gimana dong?."
"Tauk aahh...," gimana keluarga Abang sudah jalan pulang?."
"Sudah, nanti kalau sampai mereka pasti kabarin abang, ni... abang kesini bawain kue kebetulan udah jam mau istirahat siang kan? adek bagi - bagi sama semua ya, mudah - mudahan cukup."
"Ya Allah abang jadi terharu, kuenya gede pula, ini dalam rangka apa ni...?,"
"Bagi - bagi kebahagian aja, mereka kan gak kita undang acara kemarin, nah ini sebagai gantinya, nanti abang juga mau beli lagi buat teman - teman abang yang gak abang undang waktu lamaran kemarin."
"Ya Allah baik banget si abangku ini,"
"Baru nyadar hehehe... bercanda, ya udah abang balik dulu nanti abang jaga malam, salam sama ibu ya, Assalamu'alaikum...,"
"Wa'alaikumsalam..., hati - hati bang, makasi ya...,"
Ais tersenyum dan mengangguk sambil berlalu, Anisa membawa kue pemberian Ais dan membagian ke semua pegawai, Anisa juga meminta maaf karena saat acara lamaran tak mengundang mereka semua karena memang hanya untuk keluarga dan beberapa teman dekat saja.
beberapa jam sudah berlalu, Anisa bersiap untuk pulang, sampai dirumah Anisa melihat ibunya sedang duduk diteras depan sambil memandangi laptop yang ada di depannya.
Mendengat motor Anisa masuk ke halaman rumah, ibu Anisa teraenyum.
"Sudah pulang nak?."
Anisa tersenyum, " Iya bu, Assalamu'alaikum..," Anisa mencium punggung tangan ibunya.
"Wa'alaikumsalam..." jawab ibu Anisa.
"Ibu lagi ngerjain apa ?"
"Gak ada cuma liat - liat foto kenangan sama ayah, tiba - tiba ibu kangen."
"hemmm... sama bu, Anisa kangen banget sama Ayah, nanti kalau Anisa nikah Anisa tinggal disini aja ya sama ibu, boleh kan?"
"Ibu gak pernah keberatan kalau Anisa nantinya tinggal disini sam ibu, malah ibu senang sekali, tapi Anisa harus tanya dulu sama suami Anisa, mau tidak tinggal disini, karena kalau sudah nikah Anisa harus ikut apa kata suami selagi itu baik."
"Iya tau, mangkanya Anisa mau bicarain sama bang Ais sebelum nikah, Anisa kasi syarat tinggal disini nemenin ibu, kalau bukan Anisa siapa yang nemenin ibu, Anisa gak mau ninggalin ibu sendiri."
__ADS_1
Bersambung...
Maaf ya teman - teman lama up episodnya, dikarenakan lagi fokus ngajarin anak yang lagi UTS, semoga masih setia menunggu hehehe, trimakasi.