TAKDIRKU

TAKDIRKU
PART 88 Pertemuan kembali.


__ADS_3

Riu" : Bagaimana V.??"


V " : Itu benar benar Edwin."


Semua orang langsung terdiam. Tenggelam dalam pikiran nya masing masing.


V " : Jadi yang meneror kita dengan Elang mati itu pasti Edwin. karena memang hanya dia sajalah yang melakukan teror seperti itu. dan dari Satu kasus, kini menjadi Dua kasus."


Nathan " : Apa yang harus kita lkukan.?"


Riu " : Nath, Jika sesuatu terjadi seperti dulu lagi, apakah kamu siap membunuh nya yang kedua kalinya.??"


Nathan terdiam, ia teringat pada saat Pertama kali ia kehilangan Ayah nya itu. Nathan sempat menyesal demgan teramat sangat atas tindakan nya itu.


Melihat Nathan yamg diam saja , Riu mengerri jawaban dari Nathan.


Riu " : Baiklah Nath, Untuk kali ini.. Kau juga jangan ikut turun tangan. Biarkan kami saja yang menyelesaikan nya. "


Nathan " : Kenapa kak.? "


Riu " : Kau pasti berat untuk melakukan nya . Aku mengerti perasaan mu, jadi aku memutuskan.. Untuk kasus Edwin ini , Kau juga tidak perlu turun tangan."


Nathan Merasa bersalah kepada mereka semua.


Nathan " : Maafkan aku kak, Aku... "


Riu " : Tidak perlu minta maaf Nath, aku tahu perasaan mu, pasti sangat berat. Baiklah, Untuk kali ini, sampai disini saja dulu. "


Riu melangkah pergi menaiki tangga menuju kamarnya, meninggalkan 3 orang itu.


Nathan juga ikut pamit pulang, Entah mengapa perasaan nya bercampur aduk.


Nathan " : V , Orc , aku pulang dulu."


V dan Orcid hanya mengangguk. Dan Nathan melangkah pergi dari rumah itu.


Setelah kepergian Nathan, Orcid bertanya kepada V.


Orcid " : V, Jadi Dialah putra Edwin, yang sudah membunuh Edwin.?"


V " : Iya, Dan setelah kejadian itu, dia selalu mengurung diri. "


Orcid " : Pasri berat perasaan nya. Bagaimana pun juga Edwin adalah ayahnya. Sekali membunuh mungkin masih bisa tapi jika hingga ke diua kali, aku yakin dia tidak akan bisa."


V " : Kau benar. Baiklah , Hari sudah mulai Sore, Kau bersiap siap lah.. Kita akan makan malam. "


Orcid hanya mengangguk. Dan V pun naik le atas kamar Joel. Saat sampai di kamar Joel, V melihat Dokter Zo yang sedang melakukan Pengecekan.


V " : Dokter. Bagaimana, apakah ada kemajuan.?"


Dokter Zo " : Aku baru selesai mengelap Badan nya. Dan juga mengecek kondisinya. Dia semakin membaik. aku rasa tidak lama lagi dia akan sadar. Tapi semua itu kembali Pada takdir Tuhan. Berdoalah."


Setelah mengatakan itu dokter Zo pergindari sana. sambil menepuk bahu V, ia pun pergi.


Setelah Dokter zo pergi, V duduk di samping Joel Dan menunduk dan menjatuhkan kepalanya di tepi ranjang Joel.


V " : Jo, Cepatlah sadar.."


V menangis di sana, Ia merasa Berat melihat joel yang tak kunjung sadar. V takut jika joel Akan mengalami apa yang di alami Axel.


Sementara Riu kini sedang marah. Orang orang yang di utusnya untuk menyelidiki Edwin, tewas tertembak. Dan Edwin juga berhasil lolos dari pantauan anak buah Riu yang lain nya.


Riu " : Aaarrggh.!!! Bagaimana bisa Edwin sepeka itu.!!"


Riu menarik anak buahnya kembali. Dan kini riu merebahkan dirinya di ranjang sambil menatap langit langit kamar itu dan berpikir, bagaimana cara nya agar bisa menyelesaikan masalah itu.


Riu " : Hufft..!! Hari demi hari, masalah tidak pernah kunjung reda. kini Bertambah Satu lagi. Setelah ini semua selesai, lebih baik aku meliburkan diri saja. "


Tak lama kemudian, Ketukan pintu membuyarkan Renungan Riu.


Tok.. tok.. tok..


Riu " : Siapa.?"


Pelayan " : Tuan, Makan malam sudah siap."


Riu " : Baiklah.."


Riu bangun dari ranjang nya lalu keluar dari kamarnya. Riu turun ke meja makan, namun hanya menemukan Orcid saja disana.


Riu " : Dimana V.?"


Orcid " : Saya kira dia bersama Mu Boss."


Riu " : Apa dia berada di kamar Joel.?"


Orcid " : Biar Saya panggilkan dia boss."


Orcid bangun dari Kursi nya lalu naik keatas tangga. Orcid membuka Pintu kamar Joel dan melihat V yang sedang tertidur disana. Orcid menghampiri V dan menepuk pundaknya.


Orcid " : V, sudah waktunya makan malam."


V terbangun dan Melihat Orcid yang berdiri di sampingnya.


V " : Oh.. Aku ketiduran."

__ADS_1


Orcid " : Tegar lah V, Maskipun kau Menganggap Boss seperti adik mu, tapi jika kau bersedih juga tidak ada Gunanya . lebih baik kau semangat dan Melanjutkan apa yang sedang Boss rencanakan. Bukrikan kepada Boss, bahwa kau bisa di andalkan."


V " : Kau benar Orc , Ayo kita Turun. "


Mereka pun turun bersama, Dan makan malam bersama. setelah makan malam selesai, Riu memberi tahu bahwa Edwin lolos dari pantauan mata mata nya.


Riu " : V, Edwin berhasil lolos dari pantauan mata mata ku, bahkan sebagian Orang orang ku tewas tertembak."


V " : Kemampuan nya benar benar bertambah, Baiklah.. Hari ini aku berpamitan kepada kalian. Aku akan menghilang Beberapa Hari. Dan jika kalian tidak sengaja menemuiku, berpura puralah tidak mengenaliku."


Riu " : Kenapa.??"


V " : Kau tidak akan percaya jika aku mengatakan nya."


Riu " : Ada apa sebenarnya.??"


V " : Orang yang mengirimkan Amplop tadi pagi, adalah Axel."


Riu " : Apa.!!! Tapi kan Axel sudah ..."


V " : Aku tau, sepertinya Axel memiliki Saudara Kembar. Aku menyuruh seseorang mencari tahu dari mana surat ini berasal. dan juga memaksa Orang yang bertugas di sana untuk memberikan Rekaman CCTV di sana. saat aku mengeceknya Aku melihat Axel lah yang mengirimkan nya."


Riu " : Seyakin itu kau berbicara."


V " : Aku sangat yakin, karena sebelum nya aku bertemu dia pada malam hari. Saat itu dia sedang lari dari Kejaran polisi. Dan dia lompat dari pagar besi yang tinggi. Berdiri di hadapan ku. Tapi dia tidak mengenaliku. Orang itu benar benar Seperti Axel. "


Riu " : Baiklah.. Selama Edwin belum berulah . Kau selidiki dulu Axel ke dua ini."


V " : Hahaha.. Axel ke dua. Kalau begitu, aku pamit. Orc, jaga joel baik baik okay. "


Orcid " : Tidak perlu khawatir. "


V Langsung pergi dari sana. Riu masih duduk di sofa itu, sementara Orcid keluar dari Ruangan itu menuju taman di depan rumah itu.


Orcid " : Mafia.. Aku bahkan tidak pernah membayangkan akan bergabung dengan Mafia. Padahal aku seorang Agent Rahasia."


Orcid merasa Jenuh, akhirnya ia Masuk ke rumah lagi, Dan tidak melihat Riu di sana.


Orcid " : Seperti nya Boss sudah Tidur. Kalau begitu , aku juga akan tidur. "


Orcid Masuk ke dalam kamarnya yang berada di kamar tamu di lantai bawah.


Di tempat lain.


Beijing, China.


Xi li dan Joell Sedang duduk berhadap hadapan. Entahlah, apa yang akan mereka lakukan. Posisi mereka seperti orang yang sedang Beradu tatap mata.


Xi li " : Apa kau sudah siap.??"


Xi li " : Tidak.!! Harus sekarang.!!"


Joell mundur dari posisi dusuk nya. Namun Xi li semakin mendekat kepada Joell.


Joel " : Baiklah, apakah akan sakit.??"


Xi li " : Tidak akan.. Percaya padaku."


Joell masih berfikir panjang, Wajah nya ketakutan dan tangan nya gemetar an.


Xi li " : Ayolah, Kau akan merasakan kenyamanan Nantinya. Aku juga melakukan ini untuk membantumu."


Setelah berfikir panjang akhirnya Joell setuju.


Joell " : Eehhh... Baiklah.. Apa yang harus aku lakukan.??"


Xi li " : Buka bajumu."


Joell " : Apa..!! Tap.. tapi apa yang akan kau lakukan.??"


Joell menyilangkan Kedua tangan nya di depan dadanya. Membuat Xi li tertawa. Saat itu paman li muncul dari luar. dan melihat Xi li dan Joell dengan posisi Xi liseperti sedang Membuly.


Paman li " : Hei.. hei.. hei.. Apa yang kalian lakukan.?"


Xi li " : Hahahahaha.. paman, lihqtlah dia. Dia lucu sekali.. hahahahaha.. "


Paman li dan Joell jadi bingung melihat Xi li tertawa.


Paman li " : Xi.. jangan mengganggunya.."


Xi li " : Aku tidak mengganggunya paman. Justru aku akan membantunya memberikan kenyamanan Dengan Akupuntur,Tusuk jarum. Agar peredaran darahnya lancar. dan juga agar dia tidak stress."


Paman Li " : Ohhh... Paman kira kau sedang mengganggunya. Joell, Percayakan saja kepada Xi li, Guru pun sering melakukan nya."


Joell " : Apakah tidak sakit Guru.??"


Paman li " : Tidak sama sekali, ya mungkin untuk pemula akan terasa sakit. bagaimana pun juga itu sebuah jarum. Tapi Xi li Sudah tau tekhnik nya , Pasti akan nyaman nyaman saja."


Akhirnya Joell pun memberanikan dirinya.


Joell " : Baiklah, Akan aku coba.. Tapi, tolong pelan pelan ya.?"


Xi li " : Ya .. ya.. "


Joell membuka Baju nya perlahan lahan. Kemudian duduk di hadapan Xi li.

__ADS_1


Xi li memulai Tekhniknya dengan Lincah. Ia menusukkan beberapa jarum emas di bagian bagian tertentu Joell. Awal nya Joel mengaduh kesakitan. Namun semakin lama Joell semakin menikmatinya.


Setelah sekitar 1 Jam lamanya jarum jarum itu berada di tubuh joell, kini Xi li Mencopotnya satu persatu.


Joell " : Apakah sudah selesai.??"


Xi li " : Sudah, tidak sakit kan.??"


Joell " : Iya, aku merasa nyaman. "


Xi li " : Istirahatlah.. Kita lihat, apakah kamu bisa tidur atau tidak."


Joell " : Tapi Aku ingin tidur di samping Milla, aku merasa Nyaman saat berada di dekat dia."


Xi li " : Hadduuhh.. Bagaimana kita akan tahu Efek dari akupuntur itu jika kau tidur di sana. Aku melakukan nya, agar kau bisa tidur dengan nyaman. Sudah.. sekarang masuk ke kamarmu sendiri."


Akhir nya Joel menuruti perkataan Xi li. Ia masuk ke dalam kamarnya, dan mencoba untuk langsung tidur. Begitu juga dengan Xi li, xi li merasa lelah seharian ini. Akhirnya ia langsung tidur, setelah mengecek kondisi Milla.


Xi li bagaikan seorang ibu yang cerewet. Sedari pagi ia Mengajarkan ini dan itu kepada Joell. Agar Joell terbiasa menjalani kehidupan nya. Xi li bahkan mengajak Joell keluar untuk melihat keramaian, meskipun itu hanya dari jauh.


Joell benar benar bisa tidur Sedikit lebih lama dari pada biasa nya. Namun Saat pertengahan malam, ia terbangun dan merasakan ketakutan yang luar biasa. Akhir nya dia Keluar dan masuk ke kamar rawat Milla.


Joell " : Mill, Izinkan aku tidur disini.."


Joell duduk di kursi di sebelah ranjang milla, lalu ia Menjatuhkan kepalanya di tepi ranjang Milla. Sambil menggenggam tangan Milla, Joell tertidur.


Ke esokan paginya.


Beijing, China.


Seperti biasanya, Xi li bangun pagi pagi sekali. karena sudah menjadi kebiasaan nya, akhirnya xi li keluar dari kamarnya. Saat Xi li melewati kamar rawat Milla yang memang tidak ter tutup, Xi li melihat Seseorang sedang tidur di sana.


Xi li " : Pasti itu Joell. Dasar keras kepala, sudah aku bilang untuk tidur di kamarnya sendiri. "


Xi li melangkah masuk menghampiri Joell. Saat Xi li akan menepuk pundak Joell, Xi li mendengar Joell Menangis dan bergumam.


Xi li pun tidak jadi melakukan nya.


Joell " : Jangan.. Jangan bawa aku.. Milla, tolong.. "


Xi li merasa Iba melihat Joell yang mengalami mimpi buruk. Xi li melihat tangan Joell dan Milla yang berdekatan, Dan Xi li Menaruh tangan Milla di atas tangan Joell. dan tiba tiba Joell Menjadi tenang.


Xi li " : Wahh.. Ajaib, Aku semakin yakin. Mereka ini Adalah Anak anak kecil itu."


Xi li melihat Milla yang mulai akan sadar. Milla menggerak kan jari jarinya di atas tangan Joell. Dan perlahan gerakan tangan itu seolah seperti Milla mencoba untuk menggenggam tangan Joell.


Milla " : Joel.. "


Xi li tersenyum seketika, ketika Melihat milla yang sudah sadar..


Xi li " : Milla, kamu sudah sadar lagi.? Bagaimana perasaan mu.?"


Milla " : Aku merasa lebih baik. Xi.. Siapa dia. Kenapa dia tidur disini.?"


Milla mempertanyakan Joell.


Xi li " : Milla, Dia Joell. Ntah Dia adalah anak laki laki yang ada di mimpimu atau bukan. tapi setiap ia dekat dengan mu, dia selalu merasa tenang. "


Milla " : Memangnya apa yang terjadi.?"


Xi li " : Dia mengalami mimpi yang sama seperti mu. Dia memanggil nama ' Milla ' di dalam mimpinya. dan berteriak Minta tolong. Kau juga Sama, Dulu kau selalu berteriak memanggil nama Joell di dalam mimpimu. Aku yakin kalian Anak kecil yang terpisah itu."


Milla " : Wajah ini.. "


Milla sedikit terkejut, saat melihat Wajah Joell. Wajah nya benar benar sama dengan anak laki laki yang ada di dalam mimpinya.


Xi li " : Apa perlu aku bangunkan dia.??"


Milla " : Jangan, biarkan saja dia tidur. sepertinya dia mengalami mimpi buruk."


Xi li " : Benar, Sepertinya dia pindah kemari saat pertengahan malam. Kalau begitu, aku akan menyiapkan Satlrapan terlebih dahulu."


Milla " : Xi.. terimakasih.. "


Xi li hanya tersenyum , lalu pergi keluar.


Milla memandangi Wajah joell yang tertidur di sebelahnya. Wajah yang nampak Sendu, dan Tertekan. Tanpa sadar, milla membelai kepala Joell.


Milla teringat dengan Joel kekasihnya yang berada di Indonesia. Milla sudah sangat merindukan nya. Dan milla bertekad Agar segera cepat sembuh. Agar Dia bisa pulang ke tanah air.


Milla " : Joel, Tunggu aku.. aku akan pulang."


Setelah beberapa Saat kemudian, Joell terbangun dari ridurnya. Saat Joell mengangkat kepala nya, Matanya bertatapan dengan Mata Milla. Dan membuat Joell mematung.


Milla " : Selamat Pagi.."


Joell masih terdiam di posisi yang sama. Namun matanya menelusuri wajah Milla.


Milla " : Joell.."


Joell pun tersadar. dan Ntah apa yang terjadi tiba tiba Joell meneteskan air matanya. Dan Milla sepontan menghapus air mata joell.


Milla " : Kenapa Kau menangis.?"


Joell mengingat ingat Sebuah Nada suara yang memanggilnya Dengan lembut Saat ia kecil. dan itu sama persis dengan Nada suara Milla saat ini.

__ADS_1


Joell " : Milla.."


__ADS_2